
" perkenalkan saya suami dari clea , alexandro kenzio mondro "
DEG.............
perasaan takut membuat tubuh tua nya menegang terlebih lagi mendengar nama marga terakhir yang tersematkan di belakang nama alex , badan nya bergetar dengan wajah yang nampak mulai menunjukan kerutan kekhawatiran .
perasaan lama yang berusaha ia lupa kan sejak lama tiba-tiba hadir kembali bahkan memunculkan sosok yang ia hindari selama ini bahkan mungkin selama sisa hidup nya namun ternyata tuhan malah mengirimkan orang yang ia hindari datang ke tempat tinggal nya dan bahkan sedang duduk menghadapnya.
" pak , bapak !! " tepukan di bahu pria tua yang di panggil bapak oleh wanita tua yang merupakan sang istri membuat ia tersentak sambil berusaha menutupi kekalutan nya , namun sayang nya ia terlambat karena mata jeli milik alex sudah terlanjur membaca gerak-gerak pria tua tersebut .
" ahaha , maafkan pria tua ringkih ini nak melamun karena bapak tua ini ternganga melihat ketampanan mu " ucap pria tua tersebut dengan senyum manis yang berusaha menutupi perasaan sebenarnya .
alex pun hanya membalas dengan mengangguk datar tak berniat menimpali atau membalas dengan senyum , kemudian yang lain nya memperkenalkan diri mereka masing-masing kecuali devano yang tak berminat memperkenalkan diri .
" kenalkan nama bapak adalah John Anes , panggil saja pak jhon dan istri saya nama nya maira " ucap pak jhon memperkenalkan dirinya juga istrinya , kemudian tatapan nya terarah kepada anak kecil yang berada di pangkuan alex ya siapa lagi jika bukan devano .
" anak tampan itu siapa nak ? " tanya pak jhon kepada clea .
" putra angkat ku pak " ucap clea lembut devano yang merasa mejadi pembicaraan pun bangkit dari pangkuan alex kemudian ia pun berdiri tegak dan sedikit membungkukkan badan nya .
" devano alfano mondro " devano memperkenalkan dirinya dengan gaya mirip seorang bangsawan bahkan nada bicaranya dingin , tegas dan sopan membuat semua orang sedikit terkejut kecuali alex .
" senang bertemu dengan mu nak " ucap pak jhon sambil mengelus kepala devano pelan sebelum devano naik kembali kepangkuan alex dan melanjutkan kegiatan nya membaca .
mereka pun melanjutkan perbincangan dengan membahasa tujuan kedatangan clea dan yang lain nya untuk mengadakan acara tujuh bulanan di panti dan meminta izin kepada pak jhon yang langsung di sambut antusias oleh pria tua tersebut karena sudah sangat lama tak ada acara kegiatan di panti nya .
setelah bincang - bincang dan menemukan kesepakatan mereka pun memilih berkeliling-liling panti untuk melihat keadaan panti yang berada di bawah tanggung jawab jhon sedangkan para perempuan memilih ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk semua orang .
untuk panti ini sendiri merupakan termasuk panti yang cukup bagus bahkan mungkin sangat bangus , fasilitas yang lengkap dan keadaan panti yang bersih dan indah membuat alex sedikit kagum karena panti ini begitu di rawat dengan baik tapi sangat di sayangkan tempat untuk menuju lokasi panti ini sangat memprihatinkan .
" bagaimana bisa panti di tempat terpencil seperti ini memiliki fasilitas yang bagus , jika di pikir kembali mungkin orang tak mungkin tau di sini ada panti terlebih akses jalan menuju kesini tidak memadai ? " pertanyaan tersebut meluncur dari mulut justin yang nampak heran akan semua fasilitas yang ada di panti tersebut karena panti di tempat lain tak sebagus panti yang saat ini sedang mereka kunjungi .
" panti ini memiliki seorang donatur tetap yang menanggung seluruh hidup puluhan anak panti yang tinggal di sini , mulai dari kebutuhan sehari-hari dan juga bersekolah semua di tanggung oleh donatur tersebut yang merupakan teman dekat ku , sedangkan untuk jalan diriku sudah mengusulkan keluhan ini kepada pemerintah daerah namun tak pernah sekalipun di tanggapi" jelas pak jhon sambil tersenyum membuat justin mengangguk kepalanya .
" untuk urusan perbaikan jalan menuju panti saya yang akan mengurus nya dan saya ingin menjadi donatur tetap di panti ini , setelah semua acara selesai asisten saya yang akan mengurus semua nya " ucap alex dingin membuat pak jhon terkejut karena alex ingin menjadi donatur tetap di panti miliknya .
wajah nya kembali memucat kilasan balik masa lalu tiba-tiba tanpa permisi kembali muncul dan menari-nari di pikiran nya membuat tubuh nya lagi-lagi kembali membeku , tidak cukup kah tuhan mengujinya dengan menghadirkan alex di hadapan nya dan sekarang alex akan menjadi donatur tetap di panti miliknya membuat dirinya tak sanggup berkata-kata karena perasaan takut dan gugup menghantuinya membuat justin dan william heran melihat pria tua di depan mereka ini terdiam dengan raut pucat .
sedangkan alex diam-diam tersenyum samar sebentar melihat reaksi pria tua tersebut , entah apa maksud senyum tersebut tapi yang pasti bukan hal yang baik jika yang berusaha di tutupi pak jhon bukan hal baik pula semua bergantung pada apa yang di sembunyikan pak jhon padanya .
alex tak bodoh bahkan sekali lihat ia sudah tau pria tua di depan nya ini seperti ada yang di sembunyikan apa lagi reaksi itu muncul ketika ia menyebut namanya membuat alex bertambah yakin jika pak jhon berusaha menyembunyikan sesuatu dari alex , oleh sebab itu lah alex mengajukan diri sebagai donatur tetap di panti ini .
" ekhm" suara deheman yang berasal dari alex membuyarkan lamunan pak jhon ia pun dengan gelagapan menyetujui alex sebagai donatur membuat mark yang sendari diam bak patung menyipitkan matanya merasa ada yang aneh .
" SAYANG , BAPAK SAMA YANG LAIN NYA AYO MAKAN !!!!!! " teriak clea dari jauh membuat perhatian mereka teralihkan ke clea dan mereka pun bergegas menuju ke dalam panti tempat berkumpul untuk makan .
sampai nya di sana ternyata anak-anak sudah berkumpul dan duduk rapi berjajar sambil menunggu jatah bagian mereka makan , tak ada keributan atau anak-anak yang berbicara satu sama lain mereka diam khusyuk membuat alex dan yang lain nya lagi-lagi dibuat takjub dengan tata krama mereka .
alex dan yang lain nya ikut duduk dan berbaris berjajar rapi , meskipun ini pertama kali dirinya makan tanpa di meja makan dan makan dengan banyak orang , di sini seolah tak ada yang namanya perbandingan kasta seolah semua sama , semua makanan sudah di bagi sesuai porsi masing-masing kemudian mereka pun berdoa dalam hati .
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤
selamat membaca semoga suka 🖤