MY MAFIA CEO

MY MAFIA CEO
BAB 113



clea pun menghampiri kamar putra nya untuk ikut bersama nya namun ternyata devano nampak sudah tertidur padahal hari belum terlalu malam , karena tak ingin menganggu tidur sang putra clea pun memilih pergi bersama dengan sahabatnya yang sudah menunggu di bawah .


di lantai bawah ternyata para sahabat nya tengah menunggu di ruang tengah bersama para keluarga mondro dan para keluarga sahabat , clea pun menghampiri mereka untuk berpamitan .


" mom aku pergi dulu " pamit clea seraya memeluk ibu mertuanya .


" eh kamu berangkat nggak sama alex ? " tanya cassandra heran melihat menantu yang tumben nya berangkat tanpa di dampingi alex atau mark .


" nggak mom alex bilang ada sedikit urusan , tapi alex nitip jagain aku sama anak buah nya" ucap clea sambil tersenyum manis .


" kamu hati-hati ya nak dan kalian juga " ucap mauren yang entah mengapa ia merasa gelisah.


" iya mom"


" iya tante "


" ya udah clea pergi dulu " clea pun memeluk mauren sama seperti cassandra tadi kemudian beranjak pergi bersama sahabatnya .


tak berselang lama saat clea dan sahabat nya pergi , alex pun baru turun dari lantai atas . ia mengenakan stelan jas lengkap berwarna hitam seluruh nya tanpa dasi di tambah wajah dingin nya yang mendominasi membuat semua orang yang ada di lantai bawah menatapnya.


" kau ingin pergi ke mana alex ? " tanya martha mommy nya justin .


" aku ada urusan sebentar di perusahaan tan, aku pergi dulu" tanpa basa - basi alex pun meninggalkan mansion dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju markas cabang nya yang di indonesia .


hanya perlu waktu 55 menit untuk alex sampai ke markas yang sebenarnya perlu waktu 1,5 jam jika di hitung dari mansion nya , alex pun turun dari mobil mewah nya dan langsung di sambut deretan anak buah mafia yang berdiri tegap di depan pintu .


" selamat malam !!!" seru anak buah alex dengan serempak dan hanya di balas alex dengan anggukan kepala , kemudian berlalu pergi masuk ke dalam markas .


" ada masalah apa mark ? " tanya alex dengan dingin sambil melihat ke arah ruang tengah markas yang di lumuri darah di mana-mana dan ada sekitar 10 jasad serta 20 orang yang terluka cukup parah .


pandangan alex menyisir keseluruhan dalam markas yang nampak kacau seperti habis terjadi pertarungan dan pandangan nya berhenti di satu titik di mana ada sekitar 35 orang yang tengah berlutut dengan kondisi tangan serta kaki yang di ikat .


alex hanya diam untuk sekarang tidak ada satu pun kata yang keluar dari mulutnya setelah bertanya pada mark , ia hanya menatap datar dan tajam ke arah orang-orang yang tengah berlutut tersebut .


" mereka adalah orang yang membuat kekacauan di markas ini tuan , namun bukan hanya di markas ini saja namun di beberapa markas anda juga tengah terjadi hal yang seperti ini " jelas mark membuat alex menoleh kearah sekretarisnya sekaligus tangan kanan nya itu .


" jelaskan lebih rinci " ucap alex singkat sambil memandang kembali 30 orang tersangka tersebut sambil berjalan mendekat ke salah satu dari orang dari mereka .


" sebenarnya mereka sangat susah dalam menembus pertahanan markas terlebih pihak anak buah kita yang begitu banyak serta terlatih dan juga lincah , namun mereka menggunakan cara mengecoh pihak anak buah kita dengan membakar wilayah hutan bagian utara dan juga barat yang sangat strategis untuk memperlihatkan letak markas anda jika kedua bagian hutan tersebut habis terbakar , yang secara otomatis pihak kepolisian atau pun pihak pemerintahan akan turun tangan menuju lokasi ini jika terjadi kebakaran untuk memadamkan api , oleh karena itu lah anak buah anda bertindak cepat dengan membagi tiga kelompok yang mana kelompok A bertugas menjaga sedangkan B dan C berpencar untuk memadamkan api ,itu..... "


SRAK.......


bunyi sobekan baju seseorang menghentikan ucapan mark , terlebih ketika si tersangka adalah alex yang tengah merobek baju depan si pria yang tengah dalam posisi berlutut tersebut .


" black wolf .... " gumam alex saat melihat sebuah tato di dada sebelah kiri yang bergambarkan huruf W yang di lingkari garis hitam .


" istri ku...... "


********


suara tawa dan gurauan begitu nyaring terdengar di dalam mobil yang di isi oleh clea dan sahabatnya , mereka saling melempar candaan satu sama lain .


mereka tak menyia-nyiakan kesempatan seperti saat ini terlebih momen seperti ini sangat sulit akan terjadi lagi , terlebih salah satu dari mereka sudah memiliki suami .


" lo tau nggak , cerita nya gue beli lipstik nih karena penasaran sama iklan nya yang bilang ni lipstik tahan lama , tahan air , tahan banting lah atau apa lah gue nggak tau tapi intinya ni lipstik tahan segala nya lah pokoknya , terus gue beli kemarin dan lo tau apa hasilnya ? tu lipstik ternyata kagak nyampe 30 menit udah ilang lempeng di bibir seksi gue ngeselin kan " omel kaysa sambil menunjuk-nunjukkan lipstik yang ia pegang kepada clea dan yang lain nya.


" lah nyalahin lipstiknya salahin elo nya yang percaya ama iklan nya , zaman sekarang masih aja lo percaya ama yang PHP iklan aja lo percaya " cerocos mona sambil mengusap wajah kaysa dengan tangan nya membuat sang empu mencebik kesal sambil memukul tangan mona .


" lah ini anak lemot banget dah , ni ye kalo ni lipstik kagak mahal gue mah kagak protes karena gue tau kalo bahan nya pasti pasaran, lah ini harga lipstiknya seharga 3 lembar baju obralan 50 rebu gimana gue kagak marah isabelaaaaaaaaaa!!!! " pekik kaysa kesal membuat isabel cengengesan sedangkan clea dan mona tertawa mndngrnya .


" udah - udah ja...... "


***CIT....... ..


BRUGH***.........


di saat mereka asik bercanda mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti mendadak membuat clea dan sahabatnya terdorong ke depan hingga kepala mereka membentur jok mobil .


" awss ada apa pak ? " tanya clea sambil memegang keningnya yang memerah karena terbentur jok depan .


" nyonya sama yang lain nya tunggu di dalam mobil saya akan turun sepertinya ada yang menghadang jalan kita nyonya " perintah supir itu dan langsung di jawab anggukan dari mereka berempat terlebih ketika mereka melihat ada 3 mobil yang terparkir di tengah jalan dan nampak menghalangi mereka .


kaysa , mona dan isabel nampak sedikit khawatir terlebih ketika keluar nya banyak orang dari dalam mobil yang menghalangi jalan mereka , jika di hitung secara kotor dari dalam mobil clea melihat ada sekitar 15 orang dengan berpakaian hitam semua sedangkan anak buah alex yang menjaga mereka hanya ada sekitar 5 orang .


tiba-tiba perasaan clea mendadak tak nyaman ketika melihat orang-orang tersebut terlebih ketika melihat ketiga sahabatnya yang nampak ketakutan sekaligus khawatir sedangkan ia tak takut melainkan khawatir akan keselamatan sahabatnya sekaligus kandungannya.


di luar mobil sang supir kini tengah berhadapan dengan salah satu dari 15 pria berpakaian hitam tersebut , ia nampak tengah membicarakan sesuatu yang serius dengan pria pakaian hitam itu hingga tiba-tiba pria berpakaian hitam itu menodongkan senjatanya ke hadapan supir dan tentunya sang supir juga mengeluarkan senjatanya .


anak buah alex yang baru saja keluar dari mobil nampak memahami kondisi bahwa mereka tengah di hadang oleh anak buah musuh , yang menjadi kunci utama mereka adalah memastikan keselamatan nyonya dan sahabatnya nya .


salah satu anak buah alex menghidupkan tanda lokasi meraka berada dan langsung mengirimkan pesan kepada mark bahwa clea sedang dalam bahaya dan benar saja baru saja pesan tersebut terkirim ponsel yang anak buah alex pegang langsung terlempar serta hancur karena mendapat tembakan dari salah satu anak buah musuh.


" aku benci saat - saat seperti ini tapi ....... mari kita habisi musuh sebanyak yang kita bisa untuk bawa mereka bersama kita ke neraka!!! " ucap anak buah alex dengan lantang dan langsung terjadi baku tembak antara mereka .


clea dan sahabatnya langsung menutup telinga mereka kala baku tembak itu terjadi , tubuh ketiga sahabatnya bergetar membuat clea khawatir dan untungnya mobil yang mereka tumpangi kaca mobilnya anti peluru hingga membuat clea tak terlalu khawatir .


" sepertinya ini sudah saat nya , sayang aku harap kau bisa cepat datang menyelamatkan kami " gumam clea .


" mona telpon alex atau siapa pun cepat!!! " pekik clea sambil mengotak-atik ponselnya yang mati secara tiba-tiba .


" clea ponsel gua nggak bisa hidup hiks " ucap mona sambil memukul-mukul ponselnya yang berlayar gelap sambil di iringi isak tangis .


" coba pakai ponsel gue " ucap kaysa namun mendapat gelengan dari clea karena ia sudah tau ponsel milik mereka berempat telah di hack .


clea pun putar otak bagaimana cara menyelamatkan sahabatnya terlebih lagi keadaan anak buah alex yang terdesak membuat clea harus berpikir keras karena cepat atau lambat pasti anak buah suaminya akan kalah .


ia pun menoleh ke arah samping mobil yang ternyata adalah sebuah jurang , jika mobil yang mereka tumpangi ini sedikit saja mendapat hantaman maka sudah di pastikan akan terjatuh tergelinding ke bawah .


clea dilema apa kah harus keluar bersama teman nya tapi ia takut menjadi beban anak buah alex yang secara otomatis pasti fokus mereka terbagi demi melindungi mereka .


tapi jika ia keluar dan meninggalkan kedua sahabatnya di dalam mobil mereka juga cepat atau lambat akan di datangi orang berpakaian hitam tersebut atau sesuatu yang lebih mengerikan akan terjadi kepada sahabatnya tapi setidaknya ia bisa mengulur waktu sementara , akhirnya clea pun memilih keluar dari dalam mobil namun sebelum keluar ia lebih dulu mengambil kunci dan mengunci sahabatnya di dalam mobil.


" CLEA LO JANGAN GILA !!! "


"CLEA BUKA PINTUNYA , LO GILA HAH CEPAT MASUK !!! "


" DI LUAR BAHAYA CLEA , LO NGAPAIN KELUAR !!! "


" maafin gue , kalo gue diam di dalam mobil kita juga akan berakhir tragis tapi kalo gue keluar untuk membantu mereka mengulur waktu dan mengunci kalian di dalam setidaknya kalian aman untuk sementara suami ku datang " ucap clea sambil tersenyum manis dan menyentuh kaca mobil yang menampilkan wajah histeris kaysa , mona dan isabel .


sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤


selamat membaca semoga suka 🖤