MY MAFIA CEO

MY MAFIA CEO
BAB 117



" tunggu aku honey , sebentar lagi " gumam alex sambil melihat isi pesan dari nomor yang tak di kenal , bahkan tanpa pesan itu pun alex sudah tau di mana keberadaan istrinya .


" tuan kapal menuju ke pulau xxxxx sudah siap " tak perlu waktu lama untuk anak buah alex menyiapkan kapal untuk tuan mereka menuju pulau xxxxx.


alex yang mendengar itu langsung membuka salah satu laci yang ada di meja nya dan mengambil sebuah koper kecil yang ternyata isi nya adalah sebuah senjata api kesayangan nya.


tanpa membuang waktu alex memasok pistol kesayangan nya dengan peluru yang lumayan banyak dan sisa nya lagi ia masukan ke kantong celana nya , selesai mengambil senjatanya ia langsung berjalan keluar dari ruangan nya dan langsung di sambut anak buah nya yang sudah bersiap dengan senjata mereka.


" mark kau ikut dengan ku dan kalian ........ "alex menjeda ucapan nya sambil memandang seluruh anak buah nya .


" jaga markas dan di larang mengikuti atau pun menyusul diri ku " ucap alex dingin dan penuh penekanan membuat seluruh anak buahnya terhenyak , bagaimana mereka bisa membiarkan tuan mereka pergi berdua dengan asisten mark ke sarang musuh ?, pikir mereka.


" tak ada penolakan " selesai mengucapkan 3 kata peringatan alex langsung meninggalkan markas bersama mark menuju pelabuhan .


*******


" APA !!!!" pekik justin saat menerima kabar dari sang penelpon yang membuatnya hampir jantungan .


" kabari aku terus !!! kami akan segera ke sana .... tuttt" justin langsung memutuskan panggilan secara sepihak dan seketika itu juga ia menyugar rambutnya dengan kasar setelah menerima kabar tersebut .


" di mana alex sekarang justin ? " tanya mateo membuat justin sedikit tersentak dari lamunan nya .


" alex ke pulau xxxxx bersama mark om " ucap justin lirih membuat mateo langsung tersentak mendengar hal tersebut .


" APA KAU BILANG PULAU XXXXX !!!" bentak mateo marah dan langsung mendapat anggukan lemah dari justin membuat seorang mateo mengusap wajah nya frustasi .


" apa kau tau pulau apa yang di datangi putraku itu nak?" tanya mateo lirih , lagi dan lagi justin mengangguk lemah di bawah ketidak berdayaan nya .


pasalnya siapa yang tak tau pulau xxxxx , pulau yang berada di tengah-tengah lautan dan pulau itu adalah miliki kelompok mafia yang hampir sama berpengaruhnya dengan kelompok mafia alex , siapapun yang datang ke pulau itu tak akan pernah bisa kembali lagi , bahkan pasukan militer terlatih yang berada di bawah pengawasan mateo tak pernah pulang sejak mereka menginjakkan kaki di pulau tersebut .


" pulau itu sangat berbahaya , disana banyak kumpulan mafia berbagai negara datang ke sana setiap harinya untuk melakukan transaksi dan putra ku ke sana bahkan gilanya mereka hanya datang berdua " gumam mateo bahkan badan nya sudah merosot ke bawah ketika tubuhnya mendadak lemas mendengar kabar buruk yang di sampaikan justin .


" ku harap kita belum terlambat untuk menyusul alex om "ucap justin sambil memandang keluar jendela pesawat yang sudah menampakkan pemandangan kota italia dari atas awan .


********


syuuuuuu......... wusssss....... syuuuuuu


angin berhembus kencang menerpa wajah alex yang berdiri tegap dengan kedua tangan yang berada di saku celana , pandangan alex lurus kedepan memperhatikan ombak lautan yang bergulung-gulung menerjang kecil depan kapal yang ia tumpangi bersama mark .


dingin nya suhu udara yang menusuk kulit tak membuat alex bergeming , entah apa yang di pikirkan nya namun satu hal yang pasti ia sedang menyusun rencana di otak kecil nya .


mark yang bertugas mengemudikan kapal nampak memandang punggung tuan nya yang di baluti kemeja hitam yang berkamuflase dengan suasana malam yang gelap , mata tajam milik mark menatap penuh arti punggung tuan nya tersebut .


punggung kokoh yang selama satu hari itu berusaha menyangga tubuh agar tetap tegap kala separuh raga nya hilang membuat mark salut terhadap ketegaran tuan nya yang masih tetap tenang di saat seperti ini .


jika ia yang berada di posisi tuan nya mark rasa dirinya tak akan sanggup berdiri setegap dan sekokoh itu walaupun ia tau itu semua hanya sebuah topeng belaka yang di ciptakan tuan nya supaya terlihat kuat .


" tuan " panggil mark saat alex nampak berjalan mendekat ke arah nya dan terhenti tepat di samping pinggir pagar kapal .


" mark ..... " bukan nya menjawab panggilan dari asisten nya alex malah memanggil balik .


" ya tuan ? " mark dengan sigap menjawab sambil memperhatikan punggung tuan nya yang nampak memandang ke arah laut .


" apa istri ku di sana kedinginan ? , apa ia sudah makan mark ? "


" saya tidak tau tuan "


" ku rasa dia sudah makan , pasti anak-anak ku akan berontak jika istri ku belum makan kan ? mereka tak akan membiarkan mommy mereka kelaparan karena mereka sudah berjanji kepada ku mark akan menjaga mommy mereka demi aku dan kau harus tau itu mark " suara serak nan lirih alex menandakan pria itu berusaha untuk menahan kesedihan nya .


" kau tau mark sekuat-kuat nya diriku aku juga akan menjadi lemah saat separuh belahan jiwa ku di renggut secara paksa dari diri ku , ingin rasanya aku berteriak kepada dunia bahwa ini begitu sakit tapi aku tak ingin di lihat oleh orang-orang bahwa aku lemah " gumam alex namun masih terdengar jelas di telinga mark yang masih menjadi pendengar setia tuan nya.


pandangan mark jatuh pada punggung tuan nya yang sudah tak sekokoh dan setegap tadi , kini punggung itu nampak melemah bahkan sedikit bergetar serta kepala tuan nya yang begitu tegak menghadap lautan kini menunduk seraya menatap sesuatu yang ada di telapak tangan nya .


" aku tau cepat atau lambat pernikahan kami akan menghadapi masalah seperti ini jadi....... "


" finiscono tutto per lei le sue radici


[mari kita selesaikan semuanya sampai ke akar-akarnya ] " ucap alex dengan suara yang kembali datar dan dingin seraya menggenggam erat benda yang ada di telapak tangannya , punggung yang tadi sempat melemah dan kepala yang sempat menunduk kini kembali tegak dan kokoh menghadap ke arah lautan dengan sorot nata yang mengandung berbagai macam perasaan .


tidak !!!


*******


**tap.......


tap.......


tap**......


bunyi suara langkah kaki begitu menggema terdengar memenuhi ruangan tempat di mana clea dan sahabatnya di tahan , suara langkah kaki itu semakin mendekat hingga berhenti terdengar tepat di depan pintu ruanga .


dari balik celah kolong pintu clea dapat melihat bayangan seseorang hingga sosok di balik pintu tersebut membuka penghalangan yang menutupi sosok seseorang tersebut dan clea.


" Benvenuti a dove il mio Kyam mrs Alex


[selamat datang di tempat ku nyonya alex] "


pandangan clea yang menyisir penampilan orang tersebut dari ujung kaki hingga ujung rambut dan......


deg.......


" bianca " gumam clea saat pandangan nya menangkap sosok yang pernah ia kenal , clea mengingat sosok di depan nya ini adalah anak dari salah satu sahabat mommy alex.


prok..... prok..... prokkkkk


" wah -wah-wah aku begitu tersanjung kala mendengar mu masih bisa mengingat nama ku nyonya alex " ucap bianca seraya menampilkan senyum licik nya di depan clea yang nampak sedikit bingung dengan kehadiran nya di sini .


" ck jangan perlihatkan wajah sok polos mu itu clea " ucap bianca sinis membuat clea sedikit terkejut mendengar ucapan tersebut , ia memandang kembali wanita yang berdiri di hadapan nya kemudian clea oun menghela nafas kala dirinya memahami maksud perkataan suaminya yang menyuruhnya untuk menjauhi wanita di depan nya ini dulu .


" apa ada yang salah dengan wajah sok polos ku ini nona bianca anabel ? " tanya clea dengan tenang bahkan dengan liciknya clea memainkan wajahnya menjadi gadis remaja yang sok polos membuat bianca mengeram kesal .


" kalian bawa sahabat wanita menjijikan ini menjauh dari sini , aku ingin berbicara empat mata dengan wanita sok polos ini " teriak bianca membuat anak buah yang menjaga di luar langsung masuk ke dalam ruangan dan menggendong ketiga sahabat clea seperti karung beras .


" ingin kau bawa kemana mereka bianca !!! " bentak clea dengan marah melihat sahabatnya yang di bawa paksa keluar dari ruangan tersebut .


" ck berhentilah mengkhawatirkan sahabat menjijikan mu itu clea sekarang khawatirkan dirimu saja apa kah masih bisa melihat matahari terbit besok atau tidak " ucap bianca dengan nada sinis dan tak lupa senyum licik nya itu membuat clea mengepalkan tangan nya geram.


tidak !!! bukan begini sikap yang harus aku lakukan untuk menghadapi wanita licik ini batin clea .


clea menghela nafas panjang berusaha mengontrol emosinya di hadapan bianca , jika ia berontak dan marah-marah tak jelas maka akan semakin kentara jika dirinya sedang tak berdaya .


" apa mau mu nona bianca sampai - sampai kau rela membawa ku ke tempat antah berantah seperti ini " dengan tenang clea menatap wajah bianca yang masih menunjukan senyum liciknya namun tak di pedulikan oleh clea .


" singkat saja aku ingin alex menjadi milik ku" dengan angkuhnya bianca meminta hal tersebut membuat tawa clea pecah seketika .


" prufttt hahaha !!! oh astaga sialan aku kelepasan hahaha" ejek clea yang nampak begitu terbahak bahkan sampai wajah nya memerah .


" kau ..... " clea menjeda ucapan nya untuk melirik bianca dari bawah sampai atas kemudian memberikan tatapan mengejek kepada wanita tak tau malu di depan nya itu .


" kau bilang ingin alex , suamiku menjadi milik mu !!! you are serious ? " ucap clea dengan santainya dan tak lupa makna kata yang di ucapkan yang menyindir bianca yang tak tau malu .


" ku rasa selain memerlukan kaca untuk mengintropeksi diri kau juga perlu bangun dari mimpi konyol mu itu nona bianca " kali ini ucapan clea sudah tak mampu lagi di bendung oleh bianca .


plak.......


satu tamparan melayang tepat mengenai wajah luka dan memar milik clea bahkan tamparan itu menambah luka yang bahkan baru saja mengering dan menambah warna biru dari luka lebam di wajah mulus clea .


" KAU DASAR WANITA SIALAN !!!" dengan bringasnya bianca menjambak kasar surai rambut panjang milik clea .


" apa ? kau tidak terima hah " ejek clea lagi dan lagi yang mana membuat emosi bianca meledak-ledak dan menambah menguatkan jambakan nya di rambut clea .


" KAU WANITA SIALAN YANG MENJIJIKAN YANG TAK JELAS ASAL USULNYA DAN BAHKAN KAU DENGAN TAK TAU DIRINYA MALAH MENJEBAK ALEX UNTUK BUSA JATUH KE PELUKAN MU " teriakan bianca begitu menggema di ikuti jambakan rambut clea yang semakin kencang namun tak membuat bumil itu meringis atau pun mengekspresikan rasa sakit yang ada hanya raut wajah datar nan tenang , ah jangan lupa senyum mengejek yang mampu membuat bianca emosi meledak-ledak .


" ck bagaimana bisa suami ku mau mencintaimu jika tingkah mu saja se kasar ini dan ya aku punya satu rasa yang harus kau tau ......... " clea mendekatkan kepalanya ke samping kepala bianca tepat di telinga dan membisikan sesuatu .


" suami ku alex tak menyukai wanita J*L*NG seperti mu contoh nya "


sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya đź–¤


selamat membaca semoga sukađź–¤