MY MAFIA CEO

MY MAFIA CEO
BAB 81



" aku ingin ikut ke kantor " ucap clea sambil bergelayut di lengan kekar alex .


" hemm ayo " ucap alex


di dalam mobil kini clea tengah asik memainkan ponselnya karena tengah mengabari kedua sahabatnya untuk datang ke perusahaan suaminya .


selama perjalanan hanya terjadi keheningan hanya suara musik yang menjadi penengah antara clea dan alex , mereka seakan larut dalam menikmati perjalanan mereka .


tak butuh waktu lama kini clea dan alex akhirnya sampai di gedung perusahaan , clea yang melihat di depan gedung suaminya ada toko kue pun dengan cepat menghentikan langkah sang suami yang ingin memasuki gedung perusahaan .


" sayang temani aku membeli kue di sebrang sana " ucap clea membuat alex langsung berbalik dan menghampiri sang istri .


" hemm ayo " ucap alex kemudian mereka pun menyebrang jalan dan membeli kue yang sesuai keinginan clea , bahkan tak tanggung-tanggung clea membeli banyak kue yang entah untuk siapa namun alex hanya cukup membayar dan melihat aktifitas clea .


" sudah ? " tanya alex yang langsung mendapat jawaban anggukan manis dari sang istri .


" emm nanti setelah pulang dari perusahaan kita mampir ke rumah sakit " ucap clea yang langsung mendapat jawaban iya dari alex.


kini mereka berdua sudah berada di dalam ruangan alex , clea yang sudah asik dengan kue nya sedangkan alex larut dalam tumpukan menggunung dokumen di hadapan nya .


tak berapa datang lah dua trio macan siapa lagi jika bukan kaysa dan mona yang datang dengan segala kehebohan nya dan tak lupa isabella yang mereka berdua bawa sesuai permintaan clea .


" aakkhhhh clea oh baby !!! " teriak kaysa rempong membuat kegiatan clea terhenti karena harus menutup telinganya mendengar teriakan kaysa yang melengking itu .


"mulut lo bisa nggak berisik bentar nggak bisa budek ni kuping lama-lama belum juga tua " omel mona yang nampak mengusap-ngusap telinga nya sedangkan isabela hanya diam dan juga mengusap telinga nya.


" iiiih apa sih ganggu aja " ucap kaysa judes kemudian melangkah mendekat ke arah clea dan tumpukan kue di ikuti mona dan isabela di belakangnya .


" widih banyak bener ni kue buat gue clea ? " ucap kaysa percaya diri membuat clea memutar bola matanya malas mendengar ucapan sahabatnya itu .


" bukan itu buat gue bawa kerumah sakit kalo lu mau yang itu tuh yang udah gue buka " ucap clea membuat kaysa yang mendengarnya masam .


" buat apa lo bawa banyak kue ke rumah sakit , pengen syukuran ? " tanya mona membuat clea geleng-geleng .


" bukan gue bawa banyak ini kue buat di bagian ke penjaga yang jaga anak kecil yang kemarin gue sama alex bawa ke rumah sakit " ucap clea membuat ke tiga mahkluk halus itu penasaran .


" anak kecil ? " tanya kaysa yang mendapat anggukan dari clea .


" emm jadi gini waktu ........ " akhirnya clea pun menjelaskan kronologi nya kepada ke 3 wanita itu .


" gila beneran lo ya ampun kasian banget tu bocah " ucap kaysa dan di iyakan oleh mona dan isabela .


" terus bagaimana keadaan nya clea " tanya isabela akhirnya buka suara .


" kalau soal itu kata dokter keadaan nya nggak baik-baik aja , anak itu banyak dapat luka yang cukup dalam di kepala dan punggung nya kalo kata alex sama daddy kayanya anak kecil itu korban penyiksaan " ucap clea membuat kaysa , mona dan isabela sedikit ngilu mendengarnya .


" kalian bahkan ngilu sekaligus juga merasakan sedikit banyaknya rasa sakit anak itu bukan bahkan gue hanya sekedar bercerita apa lagi jika kalian melihat bagaimana kondisi anak itu , yang bahkan di umur nya yang masih anak-anak sudah pernah merasakan sakit yang luar biasa bahkan kita yang sudah dewasa tak pernah merasakan rasa sakit itu " ucap clea dengan mata yang sedikit berkaca-kaca membuat yang lain nya tersenyum sedih mendengarnya .


" emm lo benar clea boleh nggak nanti kita ikut lo ke rumah sakit gue penasaran banget " ucap mona membuat clea mengangguk mengiyakan .


" nanti kita kabarin kalo sekarang kita lagi bingung soalnya kita mah terserah bos kita aja ya kan mon ? " ucap kaysa .


" emm bener nanti kita kabarin entar gimana apa kita nyusul kalian atau ikut berangkat bareng kalian " ucap mona .


" emm oke " ucap clea sambil tersenyum kecil .


kemudian mereka pun melanjutkan perbincangan mereka seakan yang di ruangan itu hanya ada mereka berempat bahkan mereka melupakan atau menganggap bahwa alex yang saat ini tengah duduk di kursi kebesaran tak ada , saat ini alex hanya tersenyum agak kecut melihat. seakan dirinya tak ada karena sang istri tengah berkumpul dengan sahabatnya .


alex pun melanjutkan pekerjaan sampai selesai baru lah ia mengirim pesan kepada dua sahabatnya juga untuk datang ke perusahaan yang tentu saja langsung di sambut dengan senang hati oleh justin dan william .


tak butuh waktu lama 35 menit akhirnya justin dan william datang dengan gaya playboy nya di perusahaan alex membuat para karyawan wanita di kantor alex menjerit histeris melihat mereka berdua .


william dan justin yang memang di anugerah wajah tampan dengan mudah saja tebar pesona tak ada mahal-mahalnya kepada lawan jenis nya membuat mereka di cap sebagai playboy , meskipun begitu tetap saja para wanita berlomba-lomba mendekati justin dan william .


" ini yang gue suka punya wajah tampan pasti di gilai oleh wanita " ucap justin seraya mengangkat kedua alisnya nakal membuat william ilfil melihatnya .


" kita masih kalah tampan sama alex" ucap william membuat justin tersenyum masam mendengarnya .


" kalo itu mah jangan dibilangin mah gue juga dah tau " ucap justin membuat william tertawa mendengarnya .


mereka berdua pun sampai di depan ruangan alex dan langsung saja masuk tampa mengetuk pintu seperti kebiasaan mereka , mereka masuk dengan senyum cerah .


" ale..... " belum selesai ucapan Justin ia pun menoleh kearah sofa yang di sana sudah terletak asisten nya , senyum yang tadi secerah matahari di bibir justin kini meredup. melihat kaysa duduk manis di sofa ruangan alex bersama istri alex dan sahabat-sahabatnya begitu pula dengan william .


" oooohhh pantes ni cewek cerewet kagak ada di kantor rupanya lagi duduk manis di sini mana nggak ada izin-izin nya lagi sama gue " omel justin dengan berkacak pinggang membuat kaysa memutar bola mata nya malas melihat justin dan mendengar omelan justin .


" ini siapa sih yang nyuruh cowok gila ini ke sini ganggu suasana aja yakan mon " ucap kaysa dan mendapat anggukan dari mona .


" wah wah berani dia will ? " ucap justin menoleh ke william .


" emm bener justin " ucap william hanya mampu membenarkan karena ia tak berani mengomeli mona yang sudah pasti nanti jika di kantor ia akan mendapat amukan dari singa betina nya .


"lo tanya siapa yang nyuruh gue yang tampan ini sama si william yang ganteng tapi masih gantengan gue ini kesini , noh yang duduk di sana " ucap justin menunjuk alex yang tengah duduk santai di kursi kebesaran nya sambil melihat ke arah mereka , membuat yang lain menatap ke arah alex .


" oh " ucap kaysa singkat membuat rahang justin ingin jatuh mendengarnya .


" udah -udah mending kita duduk bareng mereka " ucap william mendahului justin dan duduk di sofa seberang para wanita .


" cih " ucap justin namun ia ikut duduk juga di samping william kemudian alex pun ikut menyusul namun bukan di dekat justin dan william melainkan di dekat sang istri yang nampak lahap memakan kue .


sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤


selamat membaca semoga suka 🖤


"