MY MAFIA CEO

MY MAFIA CEO
BAB 30



keesokan pagi nya di italia tepat nya di mansion orang tua alex , kini clea tengah di sibukkan dengan menyiapkan keperluan alex untuk berangkat kerja, sedangkan alex bahkan belum terbangun dari tidur indah nya .


clea yang baru selesai menyiapkan keperluan pun langsung membangun kan alex dengan lembut.


" tuan bangun " ucap clea lembut seraya menggoyangkan tangan alex .


" tuan bangun jika tidak anda akan terlambat" ucap clea yang masih berdiri sambil menggoyangkan tangan alex yang nampak tidur terlelap atau mungkin hanya berpura-pura.


clea yang merasa cara membangun kan alex seperti ini maka tidak akan bangun lantas terlintas ide jahil nya untuk membangun kan alex . dengan perlahan ia mendekatkan wajah nya ke dekat telinga alex yang tengah tidur tengkurap tersebut.


" tuan bangun , saya tidak menyukai calon suami yang malas bangun " bisik clea seraya tersenyum geli tepat di telinga alex yang mana alex dapat merasakan hembusan nafas clea yang khas aroma vanila tersebut.


ketika clea menjauhkan wajah nya dari telinga alex dan wajah nya tepat di depan wajah alex yang nampak tampan tersebut dengan sengaja clea menusuk-nusuk pipi alex seraya tersenyum geli . alex yang sudah tak tahan dengan drama tidur nya pun langsung menarik tangan clea hingga clea terjerembab jatuh ke pelukan alex yang sudah tiduran terlentang .


" kau sudah semakin berani " ucap alex dingin dengan suara serak nya yang mana hanya di tanggapi clea dengan senyum kecil .


" ya ya sedikit berani juga tidak masalah" bisik clea tepat di telinga alex .


" selain berani kau juga semakin nakal" ucap alex seraya membenarkan rambut clea yang berantakan akibat terjerembab tadi .


" saya harus sedikit nakal untuk membangunkan tuan alexandro yang dingin ini dari tidur nya " ucap clea tersenyum geli , yang mana di tanggapi Alex dengan tatapan nya saja.


setelah 5 menit dengan posisi berpelukan seraya tiduran akhirnya clea pun tak tahan dengan tingkah alex yang mana dari tadi hanya membenarkan rambut nya .


" tuan lebih baik anda cepat bangun kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke kantor milik mu " ucap clea seraya bangkit dari atas tubuh alex .


******


di perusahaan mondro company alex , clea , serta mark baru saja sampai di parkiran perusahaan alex di italia . tapi entah kenapa perasaan clea mendadak tidak enak ketika sedang menuju ke perusahaan dan bahkan semakin menjadi-jadi perasaan tidak enak nya itu ketika sampai di perusahaan.


" tuan kumohon tunggu sebentar " ucap clea menahan tangan alex ketika ingin keluar .


" kenapa ? " tanya alex ketika melihat raut wajah clea yang seakan gelisah.


" perasaan saya dari tadi tidak enak" ucap clea gelisah tapi entah mengapa hati nya mengatakan jangan biarkan alex masuk ke perusahaan.


" mungkin hanya perasaan mu saja " ucap alex seraya keluar dari mobik tak menghiraukan ucapan clea , sedangkan clea masih terdiam di dalam mobil seraya menatap alex yang sudah berjalan duluan.


ketika clea menatap alex yang tengah berjalan bersama mark mata nya tak sengaja melihat seorang karyawan membawa sebuah pisau yang mana di sembunyikan kan nya di samping tubuhnya dan ditutupi tas kerja nya clea yang melihat itu pun langsung keluar dari mobil .


karyawan tersebut semakin dekat dengan alex dan.....


๐™Ž๐™๐˜ผ๐™†๐™†๐™†..... (anggap aja bunyi tusukkan :) )


alex dan mark sebenarnya sudah tau namun tidak menduga bahwa ada yang menyelamatkan nya. ketika berbalik betapa terkejutnya alex melihat clea yang memegang perut nya namun masih tersenyum menoleh ke alex.


" CLEA!!!!!!! " teriak alex , untuk pertama kali nya alex memanggil clea dengan nama sebutan nya . para karyawan yang melihat kejadian serta mendengar teriakan alex pun terkejut dan takut di waktu bersamaan.


" tu-an apa kah an-da.... ba-ik baik sa-ja , apa-kah ada yang ter-lu-ka" ucap clea terbata - bata namun tetap tersenyum lembut sambil mengelus-elus pipi alex yang sudah banjir air mata.


" kau kenapa bodoh sekali , aku sudah tau tapi kenapa kau malah mengorbankan diri mu " ucap alex menangis seraya menggendong clea membawa nya ke dalam mobil untuk ke rumah sakit.


" kau jangan pernah menutup mata mu " ucap alex mengajak clea berbicara ketika clea akan menutup mata.


" kenapa kau yang berkorban " ucap alex lirik seraya memegang tangan clea yang sebelah nya. yang mana hanya di balas clea dengan gelengan . bahkan saat ini baju alex telah basah akan darah clea yang terus menerus keluar.


" andai saja aku meninggalkan rencana ku dan mengikuti perkataan mu kau tak akan terluka gadis kecil" ucap alex bahkan air mata nya tak berhenti mengalir walaupun wajah nya saat ini tanpa ekspresi .


clea yang sudah tak mampu bicara pun hanya bisa menampilkan senyum manis yang tercetak di bibir pucat nya , tangan yang di genggam alex pun ia arah kan menuju wajah alex namun tidak mampu . alex yang mengetahui itu pun meletakkan tangan clea di pipi nya .


" sa-ya ba-ik baik saja , se-la-ma an-da ba-ik baik sa-ja " ucap clea terbata-bata dan akhirnya menutup mata nya tak tahan akan sakit di perutnya.


alex yang mendengar dan melihat itu pun panik melihat clea menutup matanya.


******


di rumah sakit clea saat ini tengah di tangan ni oleh dokter sedangkan alex duduk di ruang tunggu yang mana saat ini ia sedang memikirkan kejadian beberapa waktu lalu.


๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜น ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข .


๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต..... ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต.... ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต


" ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ " ๐˜ถ๐˜ค๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ง๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜น ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


" ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฉ " ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜น ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


๐™๐™‡๐˜ผ๐™Ž๐˜ฝ๐˜ผ๐˜พ๐™† ๐™Š๐™๐™


alex juga termenung memikirkan perkataan clea waktu mereka di dalam mobil.


" kau bahkan bisa merasakan diriku dalam bahaya dan menyelamatkan diriku tanpa kau tau aku sudah mengetahui rencana jahat mereka . "ucap alex lirih


ketika mendengar suara pintu VVIP milik clea terbuka pun alex langsung menghampiri dokter.


" nona di dalam membutuhkan darah , namun stok darah yang seperti nona tersebut sedang habis di rumah sakit ini " jelas dokter


" apa golongan darah nya " ucap alex dingin dan menatap tajam dokter tersebut.


" golongan darah nya cukup langka O RH NEGATIF tuan " ucap dokter tersebut gugup merasakan atmosfer di sekitar mereka sungguh mengerikan.


" darah ku O RH NEGATIF , ambil darah ku " ucap alex dingin , dengan cepat dokter tersebut membawa alex keruangan yang sama dengan clea.


saat transfusi darah alex yang berbaring di samping ranjang clea pun langsung menatap clea dalam entah apa yang saat ini ia pikirkan .


selesai transfusi alex langsung meninggalkan rumah sakit untuk pergi ke markas utama nya di italia menyelesaikan urusan nya yang belum selesai dengan si pelaku penikaman .


sampai nya di markas milik nya yang besar dan megah lengkap dengan semua fasilitas dan ruangan - ruangan yang lengkap , alex langsung melangkah menuju ruang penyiksaan . sepanjang alex melangkah menuju ruang penyiksaan para anak buah mafia alex yang melewati alex semua langsung menunduk hormat .


sampai nya di ruang penyiksaan yang mana terdapat mark di sana dengan sang pelaku alex langsung melangkahkan kaki nya perlahan mendekati si pelaku.


wajah dingin serta tatapan yang tajam nan menusuk milik nya , alex berjongkok di depan pelaku .


" apakah kau marah atau menyesal bukan aku yang kau tusuk" ucap alex dingin seraya menatap tajam kedua mata pelaku tersebut , sedangkan si pelaku sebenarnya sudah sangat takut, menyesal dan juga marah akibat tidak bisa menusuk alex .


" aku rasa meskipun tidak jadi menusuk mu tapi wanita itu bisa ku pastikan saat ini sekarat atau mungkin mati ya setidaknya aku tidak terlalu rugi " ucap pelaku tersebut tersenyum miring menatap meremehkan kepala alex.


" kurasa kau sudah salah orang " ucap alex seraya berdiri dan memasukan tangan nya di dalam saku nya. pelaku yang mendengar itu pun bingung.


" mark " ucap alex yang mana langsung di pahami mark , dengan cepat mark membawa kan samurai yang merupakan senjata yang paling di sukai alex ketika sedang menyiksa musuh nya.


" ini tuan" ucap mark menyerahkan samurai kepada alex dengan cepat alex mengambil nya.


" kau sudah salah memilih orang untuk kau lukai" ucap alex mengayunkan samurai nya menebas kaki kiri pelaku tersebut.


๐˜พ๐™‡๐˜ผ๐™Ž๐™Ž.... ๐™Ž๐™๐™€๐™๐™๐™


seketika itu juga kaki pelaku tersebut terlepas dari tubuh sang pelaku dan darah nya langsung menyembur dengan deras hingga muncrat ke baju alex yang sudah lebih dulu basah oleh darah clea.


"arghhhhh..... arghhhhhh... akhhhh..... " teriak pelaku tersebut kesakitan ketika kehilangan satu kakinya.


" setiap tetes darah dari wanita yang kau tusuk tadi maka 2X lipat darah mu untuk menggantikan setiap tetes darah nya " ucap alex penuh penekanan sedangkan pelaku tersebut menatap alex seperti baru saja melihat malaikat maut .


" arghhhh .... kauuu iblissss alexandro kenzio mondro" teriak pelaku tersebut nampak sekali dari suara nya mengandung begitu banyak kebencian . alex yang mendengar itu pun hanya menyeringai .


" hah aku selalu mendengar kata itu setiap kali aku menyiksa musuh , ya itu sepertinya nama lain diri ku " ucap alex sambil menampilkan seringai kejam nya.


sampai sini dulu ya guys , maafin author sebenarnya author pengen update 2 bab tapi karena lagi di sibukkan sama persiapan ulangan jadi author ga bisa update 2 bab . โค


author juga mau ngucapin terimakasih banyak untuk 10k nya sama yang like dan komen yang positif , author nggak nyangka banget sumpah. semua itu berkat kalian thank you so much โค


dan juga buat kalian yang senin nanti ulangan semangat ya semoga dapat nilai yang tinggiโค


yang terakhir aku ada kasih kabar bahagia buat kalian karena aku akan ngeluncurin novel baru . sedikit bocoran nama novel nya berjudul LUCIFER ALEXANDER nanti aku bakal kabarin kalo udah mulai update nya yaโค