
" maafin gue , kalo gue diam di dalam mobil kita juga akan berakhir tragis tapi kalo gue keluar untuk membantu mereka mengulur waktu dan mengunci kalian di dalam setidaknya kalian aman untuk sementara suami ku datang " ucap clea sambil tersenyum manis dan menyentuh kaca mobil yang menampilkan wajah histeris kaysa , mona dan isabel .
clea pun menghembuskan nafas berusaha meyakinkan dirinya , kemudian ia pun berjalan cepat menuju bagasi mobil anak buah alex untuk mencari sesuatu dan menghiraukan ketukan kaca mobil yang di lakukan oleh sahabatnya .
di dalam bagasi mobil anak buah suaminya , clea melihat sebuah senjata api beserta isi peluru yang lumayan banyak , tanpa basa-basi clea pun memasok peluru tersebut ke dalam senjata api yang ia temukan dan membawa sebagian untuk mengisi ulang .
dengan bermodalkan latihan yang pernah ia pelajari dulu bersama alex , clea pun melihat situasi kembali yang mana salah satu anak buah suaminya telah tewas sedangkan 4 lain nya bersama sang supir tengah dalam posisi terdesak .
ia merasa tak sia-sia pernah berlatih keras dengan senjata dan bela diri hingga ketika dalam posisi seperti ini ia tidak menjadi wanita lemah meskipun secara kondisi ia yang tengah hamil sangat tak memungkinkan untuk melakukan bela diri yang selama ini ia pelajari , tapi setidaknya ilmu menembak nya bisa di katakan sangat baik .
" entah apa akhirnya nanti , mommy harap kalian tetap kuat berjuang bersama mommy " gumam clea sambil mengelus perut kemudian menutup bagasi mobil sambil berjalan menyelinap di samping mobil agar tak ketahuan .
" arghhh !!! kenapa tuan alex dan bantuannya belum juga datang " seru salah satu anak buah alex yang saat ini tengah dalam posisi bertahan karena terdesak sambil sesekali melakukan serangan balasan .
DOR.......
DOR.......
" sepertinya mereka sudah merencanakan hal ini dengan matang untuk mencelakai nyonya clea " balas sang supir yang sama dengan salah satu anak buah alex yang terdesak .
" berhentilah bi.... "
DOR......
salah satu anak buah alex yang lain nya berniat ingin menghentikan teman nya untuk berbincang di keadaan yang seperti ini , namun siapa sangka salah satu musuh ingin menembak nya tapi ia beruntung ada orang lain yang jauh lebih cepat sebelum peluru musuh menembaknya .
" kau baik-baik saja ? " tanya clea membuat anak buah alex terkejut melihat nya , terlebih nyonya mereka tengah memegang sebuah senjata api .
" nyonya apa yang anda lakukan lebih baik anda masuk kembali ke dalam mobil " pekik anak buah alex begitu khawatir melihat nyonya mereka apa lagi saat ini sang nyonya tengah mengandung .
DOR.........
DOR........
" diam di mobil hingga menunggu bantuan datang seperti itu tak akan mengubah apa pun , apa kau tak melihat bagaimana pihak musuh? jika aku diam di sana sekali pun cepat atau lambat aku juga akan berakhir di tangan mereka ...... "
DOR.........
" tapi dengan cara turun tangan langsung menghabisi musuh , setidaknya kita masih memiliki harga diri walaupun di keadaan terdesak seperti ini , mau bagaimana pun nanti hasil akhirnya kita serahkan semua nya pada waktu " sambung clea dengan tegas sambil tangan nya dengan lincah menggerakkan senjata api di tangan nya sambil sesekali bersembunyi di balik mobil musuh yang sudah mereka kuasai .
DOR.......
5 tembakan yang clea arah kan ke musuh semua tepat sasaran hingga pihak musuh berkurang drastis setelah ia menembak mati 5 orang musuh dengan senjata di tangan , tak ada kata takut atau apa pun di mata clea meskipun ini pertama kalinya ia membunuh orang dengan tangan nya sendiri .
meskipun di keadaan hamil tua clea tak gentar akan kondisinya yang ada malah anak-anak di dalam perutnya seolah memberinya kekuatan untuk bertahan sekuat mungkin , seolah insting seorang ibu untuk melindungi orang yang ia sayang keluar dari dalam dirinya .
siapa pun yang ada di depan nya selagi orang itu memegang senjata dan mengarahkan kepada pihak nya maka saat itu juga clea akan menembak orang tersebut , tak kenal siapa pun orangnya yang hanya ada di pikiran nya adalah bagaimana caranya membuat pihak musuh mundur atau bertahan hingga bantuan datang .
empat orang anak buah alex di saat terdesak seperti ini merasa kagum akan sosok nyonya mereka yang tak gentar meskipun di bawah tekanan musuh , yang tak berpangku tangan menunggu bantuan melainkan turun tangan langsung menghadapi lautan musuh .
sosok clea yang tak mudah menyerah di keadaan seperti ini saja sudah membuat mereka salut , terlebih sang nyonya yang harus nya mereka lindungi dengan nyawa mereka kini malah mereka yang di lindungi oleh sosok prioritas mereka .
mereka tak menyangka jari-jari lentik milik clea yang bahkan semua orang mengira tak pernah memegang senjata , tapi siapa sangka jari - jari lentik itu begitu piawai dalam mengarahkan senjata api yang tepat menembus titik vital musuh , membuat ke empat anak buah alex yang tersisa menjadi ada harapan untuk membalikkan kondisi .
namun baru saja merasa ada secercah harapan untuk bisa membalikkan keadaan , mereka malah di buat putus asa kala melihat 2 buah mobil hitam yang baru saja datang dari pihak musuh membuat clea dan anak buah alex menghentikan tembakan mereka.
" nyonya mereka sudah kedatangan bantuan sedangkan di pihak kita belum ada tanda-tanda bantuan datang" seru anak buah alex membuat clea terdiam seraya menggenggam erat pistol di tangan nya .
sayang ku harap kau tak terlambat datang menjemput kami
" aku mencintaimu alex " gumam clea seraya memegang kalung yang ada di lehernya , kemudian menariknya hingga putus dan sengaja menjatuhkan nya .
********
DEG...... DEG...... DEG.......
"emmmm" ringis alex sambil memegang jantungnya yang secara tiba-tiba berdetak kencang di iringi perasaan gelisah yang semakin kuat .
" tuan 20 menit lagi kita akan sampai di lokasi nyonya " lapor mark sambil menambah kecepatan laju mobil mereka .
alex hanya diam tak bereaksi apa pun tak ada raut wajah khawatir atau reaksi lain nya namun berbeda dengan hatinya yang bereaksi lain , di wajah nya hanya ada raut datar dan pandangan mata yang tajam namun sulit di artikan,
ia melihat ke dalam ponsel miliknya sambil memperhatikan letak posisi sang istri yang terhenti di titik jalan dekat jurang dan tak bergerak dari beberapa menit lalu .
alex masih berusaha tenang di kondisi seperti ini , ia meyakinkan dirinya bahwa sang istrinya baik-baik saja meskipun ia tak tau bagaimana keadaan sang istri di tempat yang berbeda .
CIT.......
baru saja berusaha meyakinkan hati bahwa sang istri baik-baik saja namun pemandangan di depan membuat keyakinan alex hancur bahwa sang istri baik-baik saja .
ia keluar dari dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan pelan , seolah waktu begitu lambat kala alex melihat pemandangan di depan nya . kaki yang selalu berjalan dengan langkah lebar kini berjalan dengan langkah pelan dan kecil .
mata yang selalu menatap tajam apa pun pemandangan di depan nya kini mata tersebut memancarkan kekosongan dan kehancuran melihat pemandangan di depan matanya , bola mata zambrud miliknya menampilkan kobaran api kecil di pupil matanya .
2 buah mobil mewah dengan kondisi ringsek parah dengan keadaan terbalik di tampilkan di depan mata alex , terlebih kala melihat kedua mobil tersebut terbakar hebat membuat alex berdiri terdiam tepat di depan kedua benda terbakar itu .
hening.........
tak ada yang bersuara baik alex maupun anak buahnya yang sudah menyusul , mark dan anak buah mafia yang lain berdiri diam di jarak beberapa meter dari alex yang berdiri kaku memandangi benda terbakar tersebut .
" clea...... "
DUAR....... DUAR...... BUM.....
bersamaan dengan bunyi ledakan dari mobil yang terbakar alex mengucapkan nama istrinya , alex tak bergeming hanya meskipun ledakan mobil itu tepat di depan nya hingga membuat pakaian nya berkibar .
namun kilatan matanya yang tadi sempat menampilkan kekosongan dan kehancuran kini berganti dengan kilatan amarah dan kebencian yang tak terhingga , alex sedikit menunduk kala kakinya seperti menginjak sesuatu .
ia pun berjongkok mengambil benda berkilau kehitaman di bawah sepatunya dan mengangkat benda tersebut yang ternyata sebuah kalung indah berlambangkan huruf A , namun kalung indah tersebut sedikit terbakar dan ada sebercak darah di bandulnya .
" aku pergi dulu , jangan lupa menjemput ku jika urusan mu sudah selesai sayang dah "
sekelebat penggalan ucapan clea sebelum pergi berputar di pikiran alex bak kaset rusak , alex pun menatap kembali kalung ditangan nya,
ia mengenal kalung di tangan nya bahkan sangat mengenalnya , kalung indah yang ia beli dengan cinta untuk sang istri kini tak berbentuk indah lagi di tangan nya .
alex meremas kalung itu di tangan nya dengan perasaan tak menentu namun satu yang pasti ia saat ini sangat marah bahkan sangat-sangat marah , namun perasaan itu ia simpan untuk mengeluarkan nya di waktu yang tepat .
dengan sedikit sempoyong alex berdiri dan berbalik menghadap anak buah mafianya yang memandangnya dari kejauhan , sambil sedikit terpeseok alex melanjutkan langkahnya hingga sampai di depan anak buahnya .
"hancurkan semua nya"
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤
selamat membaca semoga suka 🖤