
tak terasa hari berlalu dengan cepat kini usia kandungan clea memasuki 4 bulan , segala macam ragam jenis ngidam clea sudah di lalui oleh alex dan malah membuat alex terbiasa .
seperti hari ini clea yang menginginkan jalan-jalan ke mall pun memaksa alex untuk menemaninya ke mall tapi alex tidak bisa karena ia ada meeting yang sangat penting , ia sebenarnya sangat ingin menemani istrinya tapi meeting kali ini tidak bisa ia tinggal dan dengan terpaksa clea pergi ke mall di temani oleh sahabatnya.
" padahal aku ingin jalan- jalan bersama mu untuk terakhir kali ini saja " ucap clea manyun membuat alex mengernyit bingung mendengar ucapan istrinya.
" kita bisa jalan-jalan bersama kapan pun" ucap alex sambil memakai jam tangan nya kemudian mengencup kening istrinya dan berangkat .
setelah suaminya pergi clea pun bersiap-siap untuk pergi ke mall bersama sahabatnya yang sudah lebih dulu ia hubungi , setelah berpakaian rapi ia pun berangkat di temani oleh anak buah alex , clea pun menjemput sahabatnya nya di apartemen yang sahabatnya sewa .
kaysa dan mona yang sudah menunggu di depan apartemen mereka pun langsung masuk ke dalam mobil clea , perlu waktu 30 menit untuk sampai ke mall tersebar di negara tersebut . clea dan sahabatnya pun langsung masuk ke dalam mall dan langsung menuju ke arah toko khusus semua keperluan wanita mulai dari tas , baju, perhiasan dan lain-lain yang berhubungan dengan mereka .
tanpa di sadari oleh mereka bertiga bahwa saat ini mereka tengah di awasi oleh beberapa orang dan salah satu diantara mereka memfoto mereka satu - satu dan mengirim ke bos mereka masing-masing.
*****
di perusahaan william , saat ini ia yang tengah duduk melamun di kursi kebesaran nya pun sejak dari tadi perasaan nya tidak enak , gelisah seakan-akan dia akan kehilangan seseorang namun ia berusaha menepisnya , di saat asik dengan pikiran nya tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda bahwa ada sebuah pesan masuk langsung saja ia pun membuka nya dan betapa terkejutnya william ketika melihat foto tersebut berisikan foto mona yang tengah memilih baju.
bukan kegiatan mona yang membuatnya terkejut melainkan si pengirim foto yang membuat ia terkejut karena ia mengetahui jika foto tersebut diambil secara diam-diam .
ia yang mengetahui jika asisten nya tersebut tengah menemani istri sahabatnya ke mall pun langsung ingin menelpon alex karena ia tau bahwa asisten mereka dan istrinya alex tersebut tengah di incar oleh seseorang .
ketika ingin menelpon alex tiba-tiba panggilan masuk dari justin pun masuk ke ponsel William dan dengan cepat ia mengangkatnya .
" halo lo dapat foto yang sama kaya gue nggak " tanya justin di seberang sana nampak juga akan kegelisahan nya .
" lo dapat juga ? , gue juga dapat dan pengen nelpon alex kalo istrinya dan asisten kita di incar seseorang " ucap william
" lo telpon alex gue cabut sekarang kita kumpul di perusahaan alex buat nyusul mereka " ucap justin kemudian ia pun mematikan nya sedangkan justin menelpon alex .
****
di perusahaan alex ia yang saat ini juga sedang duduk diam ketika merasakan perasaan tidak enak pun tiba-tiba di kejutkan dengan dering ponsel nya , dengan cepat ia pun mengangkatnya yang mana itu dari william.
" lex lo buka pesan yang baru terkirim di hp lo dan tunggu kita jangan lo berangkat sendiri" ucap william tergesa-gesa di telpon kemudian mematikan secara sepihak , membuat alex bingung namun mengikuti petunjuk sahabat nya tersebut.
ketika membuka pesan yang baru saja masuk dari nomor yang tidak di kenal ia pun langsung berdiri dari kursi kebesaran nya seraya mengepalkan tangan nya marah .
" jika sampai kau berani menyakiti mereka aku berjanji kau tidak akan pernah lagi melihat matahari terbit " ucap alex marah kemudian ia pun bersiap-siap dan langsung berjalan menuju lift untuk ke lantai bawah , mark yang melihat tuan nya tersebut dengan raut wajah yang sangat marah pun langsung mengikuti tuan nya dengan tergesa-gesa.
di lantai bawah william dan justin yang baru saja sampai pun langsung melihat ke arah alex yang tengah berjalan dengan sangat cepat di ikuti oleh mark , langsung saja mereka masuk ke dalam mobil justin dan mereka berempat langsung tancap gas menuju mall yang di datangi gadis mereka sedangkan mark diam meskipun tidak tau apa yang sedang di khawatirkan 3 pria tampan tersebut.
alex yang di dalam mobil justin sedang sibuk menelpon sang istri namun tidak juga diangkat kemudian beralih menelpon sahabat istrinya namun hasilnya sama tetap tidak diangkat membuat dirinya bertambah cemas.
ia pun teringat jika ia menaruh pelacak di dalam kalung yang pernah ia berikan kepada istrinya dulu , dengan cepat ia pun melacak di mana keberadaan istrinya dan hasilnya ternyata istrinya masih ada di mall .
*****
di dalam toilet clea yang baru saja selesai buang air kecil saat ini tengah merapikan baju nya , tiba-tiba tanpa di duga-duga seseorang tiba-tiba membekap nya dengan kain yang sudah di basahi dengan obat bius , clea sempat memberontak namun beberapa detik kemudian pandangan nya menjadi gelap .
di kafe mona dan kaysa yang menunggu clea yang tak kunjung kembali dari toilet pun mereka berdua langsung menyusul clea takut jika ada hal yang tidak di inginkan .
sampainya di toilet mereka pun mengecek kesemua dalam toilet namun tak menemukan clea ketika mereka ingin keluar dari toilet yang sepi tersebut mereka berdua tiba-tiba di bekap juga oleh seseorang hingga akhirnya pingsan.
alex dan yang lainnya yang baru saja sampai pun langsung berlari menuju ke dalam mall , alex yang melihat lagi dimana titik keberadaan istrinya pun langsung mengetahui jika istrinya tengah berada di atap gedung mall langsung saja mereka menuju atap gedung mall yang mana terdapat clea , kaysa dan mona yang tengah duduk terikat di pinggir atap gedung mall , sedikit saja mendapat dorongan maka sudah di pastikan bahwa mereka bertiga akan terjun bebas ke tanah.
di atap gedung mall mereka berempat yang baru saja sampai di atap gedung mall pun langsung di suguhi pemandangan para wanita mereka yang tengah duduk di ikat dalam keadaan pingsan .
ketika justin , william dan alex ingin mendekat menyelamatkan wanita masing-masing langkah mereka langsung terhenti ketika mendengar ucapan seseorang yang begitu mereka dengar.
" hohoho para pahlawan nya sudah datang untuk menyelamatkan wanita kalian " ucap suara tersebut yang mana di ketahui jika suara tersebut milik seorang pria.
langsung saja pandangan mereka bertiga mengarah ke arah samping yang mana terdapat seorang pria yang tengah menyeret tongkat kayu sambil tersenyum meremehkan.
" apa kabar alexandro kenzion mondro " ucap pria tersebut yang mana membuat darah alex mendidih seketika .
" oh pastinya baik , jika tidak baik mana mungkin kau bisa berada di sini untuk melihat kematian istrimu dan kedua wanita sahabatmu itu" ucap pria tersebut membuat kesabaran alex menghilangkan.
" ALBERTO LUCIANO !!!!! " teriak alex menggelegar nampak begitu sangat marah bahkan wajah nya saat ini tengah merah padam.
" shtt tak perlu berteriak aku di sini " ucap pria tersebut mengejek alex, ya pria tersebut adalah alberto luciano pria yang sangat membenci alex entah apa yang terjadi hingga ia bisa melakukan hal yang seperti ini , kemudian ia pun berjalan mendekat ke arah clea , kaysa dan mona .
" emmm bagaimana jika salah satu di antara mereka aku jatuh kan dari atas mall ini pasti menyenangkan" ucap Alberto sambil melihat ke arah mereka berempat.
" jika sampai kau menyakiti istriku atau salah satu dari mereka maka akan ku pastikan kau tidak akan melihat matahari terbit lagi" ucap alex dengan suara keras nya membuat alberto tertawa sinis mendengar nya.
" oh ya " ucap alberto kemudian ia menatap wajah mereka berempat satu satu kemudian menatap wajah clea dan sahabatnya.
" bagaimana jika aku dorong mereka secara bersama-sama " ucap alberto kemudian dengan gerakan cepat ia mendorong tubuh clea , kaysa dan mona dengan menggunakan tongkat .
"CLEA!!!! "
" KAYSA!!! "
" MONA!!!!"
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya ❤
selamat membaca semoga suka❤