
" ck bagaimana bisa suami ku mau mencintaimu jika tingkah mu saja se kasar ini dan ya aku punya satu rahasia yang harus kau tau ......... " clea mendekatkan kepalanya ke samping kepala bianca tepat di telinga dan membisikan sesuatu .
" suami ku alex tak menyukai wanita J*A*L*NG seperti mi contohnya "
sontak saja bianca yang mendengar bisikan dari clea yang membuat dirinya hilang kendali langsung menjambak semakin kuat rambut clea dan menampar clea berkali-kali dengan brutal .
𝙥𝙡𝙖𝙠......
𝙥𝙡𝙖𝙠.....
𝙥𝙡𝙖𝙠.....
ketika ingin melayangkan tamparan lagi ke wajah clea , seseorang menahan tangan bianca hingga hanya menggantung di udara sebelum mendarat ke wajah clea , langsung saja bianca melihat siapa pelaku yang berani menahan tangan nya untuk menampar clea .
" lepaskan tangan ku bren*sek " bentak bianca bahkan ia berusaha menghempas tangan nya namun tak kunjung terlepas karena cengkraman orang tersebut begitu kuat .
" kau selalu bertindak ceroboh dan juga bodoh " ucap seseorang tersebut dengan dingin dan menatap tajam bianca yang terlihat mengatur nafas berusaha mengontrol emosinya .
clea yang wajah serta mulutnya yang sudah mengeluarkan darah mendongak melihat siapa orang yang menahan tangan bianca untuk menampar wajahnya hingga pandangan nya terhenti kala menatap wajah orang yang lumayan familiar di ingatan clea .
ya , dia
ALBERTO LUCIANO !!!!
" cih" clea berdecih melihat kedua sosok yang berdiri di depan nya itu dengan pandangan jijik , seakan ia akhirnya mengetahui sifat asli mereka orang yang clea kenal , ralat lebih tepatnya sekedar kenal namun memberikan kehidupan nya masalah .
" wanita sialan ini pantas mendapatkan nya " ucap bianca marah
" meskipun kau nanti akan tau apa konsekuensi nya ........."
" menyentuh milik seorang A-L-E-X nona bianca " bisik alberto saat mengatakan 'menyentuh milik seorang alex ' , membuat bianca menatap tajam pria di depan nya ini karena apa yang di ucap kan alberto memang benar ada nya , namun bianca tetap lah bianca ia tak kan peduli apa pun nanti hasil akhirnya yang penting ia sudah melampiaskan emosinya ke clea .
" aku tidak peduli " bianca pun menghempaskan tangan nya yang di pegang alberto dan berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan marah karena niat melampiaskan kemarahan nya terhenti .
" nona alexa clea lucia " panggil alberto luciano membuat clea menatap tajam alberto yang berani nya memanggil nama panjang nya.
" jangan panggil nama ku dengan mulut kotor mu itu " ucap clea tegas membuat alberto geleng-geleng .
" bahkan di saat seperti ini pun kau masih bersikap seperti itu ck ck " alberto berdecak melihat sikap clea namun tak di hiraukan oleh wanita di depan nya itu .
" entah nanti bagaimana reaksi mu ya ketika melihat suami mu mati di tangan ku, ahh sungguh aku bingung bagaimana ekspresi mu nanti nona clea ? apa kau akan menangis meraung-raung melihat suami mu tewas di depan mu atau malah tertawa bahagia karena diri ku berhasil membunuh suami pun yang licik dan kejam itu " oceh alberto panjang lebar sambil duduk di kursi tempat mona tadi duduk di sekap .
" entah bagaimana nanti reaksi ku baik diriku maupun kau tak akan tau namun satu hal yang pasti diri ku pasti akan senang dan bahkan mungkin aku akan merayakan nya.....
"
" sudah ku tebak pasti kau akan bahagia melihat suami mu itu ma..... "
" merayakan kematian mu di tangan suamiku tuan alberto luciano " tekan clea langsung memotong ucapan alberto dengan datar membuat pria di depan nya itu langsung berwajah dingin seketika mendengar ucapan clea .
" kau tau sudah lama saat-saat seperti ini ku nanti , saat di mana suami baj*ngan mu itu memiliki kelemahan dan akhirnya penantian lama ku membuahkan hasil !!! jadi kesempatan seperti ini tak akan pernah ku sia-sia kan nona clea , kau tau bukan hanya orang bodoh yang membuang kesempatan yang ada " alberto berbicara dengan datar sambil mencengkram kuat pipi clea yang di penuhi luka dan memar kebiru-biruan tersebut dengan sangat kuat , membuat clea harus mengertatkan giginya untuk tak mengeluarkan suara rintihan .
" hahahaha ku harap kau men-yesali pili-han mu ka-li ini tu-an al-berto" clea membalas ucapan alberto dengan tenang meskipun ia kesulitan mengucapkan kalimat tersebut akibat cengkraman di pipinya , alberto yang mendengar itu hanya tersenyum sinis sambil mencengkram dengan kuat pipi clea membuat wanita itu memejamkan matanya menahan sakit .
" tuan " sebuah panggilan dari anak buah alberto berhasil melepaskan cengkraman tangan nya dari pipi clea , membuat clea menghembuskan nafasnya lega merasa berterima kasih pada anak buah itu karena telah menyelamatkan nya dari situasi yang berbahaya.
" anak buah anda yang menjaga bagian mercusuar melapor bahwa di jarak kurang lebih 1 kilometer ada sebuah lampu yang sudah di pastikan itu sebuah kapal tuan " lapor anak buah alberto membuat senyum licik sekaligus bahagia nya tercetak di bibirnya .
ya , inilah saat - saat yang ia tunggu setelah sekian lama .
" aku bersumpah kali ini takkan melepaskan mu alex " mata alberto berkilat marah dan benci secara bersamaan , alberto meninggalkan ruangan tempat clea di sekap untuk menyambut kedatangan musuh bebuyutan nya .
" ku harap itu kau alex dan aku akan merasa bahagia jika itu sungguh dirimu tapi ..... "
" hati kecil ku berharap itu bukan kau sayang , aku tak sanggup melihat mu datang ke sarang musuh dan hanya akan membuatmu berakhir di sini , sungguh aku tak sanggup menerima kenyataan itu jika benar terjadi alex "
luruh sudah air mata yang ia tahan sejak tadi , perasaan nya campur aduk antara senang dan juga takut secara bersamaan , ia tak ingin suaminya berakhir di sini hanya karena berniat menyelamatkan nya .
tidak !!! ia tak boleh hanya duduk berpangku menunggu suaminya menyelamatkan dirinya , ia harus mencari cara menyelamatkan diri sendiri dan membantu suamin****ya ..
pikiran clea buyar kala bianca kembali masuk dengan membawa sebuah cambuk di tangan nya , biar clea tebak pasti cambuk itu untuk mencambukinya membuat clea resah .
namun bukan hal itu yang membuat nya resah melainkan ia resah bagaimana caranya ia kabur untuk melarikan dari ruangan terkutuk ini untuk menemui suaminya atau sekedar membantu .
" ouhh kau ingin kemana clea " bianca membungkukkan tubuhnya mensejajarkan wajahnya dengan wajah milik clea , dengan gerakan pelan dan lembut ia menyusuri wajah luka dan memar milik clea dengan telunjuk nya hingga,........
plak......
satu tamparan lagi di layang bianca dengan keras di wajah clea , tak ada raut kasian atau apa pun di wajahnya yang menunjukan tanda - tanda sedikit merasa simpati melainkan raut marah dan benci tergambar jelas di wajahnya.
" kau pikir aku bodoh hah " bentak bianca sambil menarik kencang rambut clea hingga lagi dan lagi clea harus mendongak akibat tarikan di rambut belakang nya .
" kau kira diri ku tak tau bahwa dirimu ingin melepaskan diri dan mendatangi alex hah " bianca berbicara dengan keras sambil menunjuk berkali-kali kening clea dengan keras dan tak lupa jambakan di rambut clea yang semakin kencang .
" syukur lah kau masih sedikit pintar ku kira dirimu akan terus-terusan bodoh " ejek clea membuat bianca berang ia pun melepaskan tangan nya dari rambut clea kemudian memanggil anak buah alberto untuk melepaskan ikatan clea dan mengikatkan kembali kedua tangan clea merentang namun bukan menggunakan tali melainkan dua buah rantai yang di gantung di atas.
" paksa dia untuk duduk berlutut" perintah bianca tanpa mengalihkan pandangan nya dari cambuk yang ia pegang seakan sedang meneliti apa kah cambuk itu kuat untuk memberikan luka cukup dalam di punggung clea .
" baik kah sekarang waktu nya " ucap bianca sambil melakukan sedikit pemanasan kepada kedua tangan nya sambil tersenyum sinis yang semakin merekah kala melihat wanita di depan nya itu nampak duduk berlutut dengan posisi menunduk membuat ia merasa di atas langit .
******
𝙩𝙖𝙥......
𝙩𝙖𝙥......
alex menghentikan langkah nya kala ia telah sampai tepat di pinggir pelabuhan tempat ia akan bertemu dengan alberto , dari kejauhan ia dapat mendengar langkah kaki banyak orang yang berjalan ke arah dirinya yang sudh dapat ia yakini itu adalah alberto
" selamat datang alexandro " alberto yang baru saja sampai di depan alex langsung menyambutnya dengan senyum hangat sambil merentangkan tangan namun baru dua ia melangkah ingin mendekat alex sudah lebih dulu menodong nya dengan senjata api kesayangan nya.
" wow haha astaga kau begitu serius sekali alex santai saja kawan " ucap alberto seraya mengangkat tangan namun ekspresinya menunjukan senyum licik namun hanya mendapat tatapan datar nan dingin dari alex .
" di mana istri ku ? " tanya alex dingin dengan suara beratnya sambil terus menodongkan alberto dengan senjata apinya .
" oh ayolah , santai saja alex istri mu masih hidup tapi....... "
" aku tak menjamin ia baik-baik saja sekarang " gumam alberto sambil mengelus-ngelus dagunya membuat alex melepaskan satu tembakan yang melewati pipi alberto hingga peluru tersebut menembus dada anak buah alberto yang berada di belakang .
" oh **** kau membuat ku jantungan alex " ejek alberto sambil mengelap darah yang keluar sedikit dari pipinya yang terkena goresan akibat peluru alex yang lewat tepat di samping pipinya, sedangkan anak buah alberto sudah bersiap dengan senjata mereka menodong ke arah alex dan juga mark namun dengan cepat alberto mengangkat sebelah tangan nya menandakan supaya anak buah nya menurunkan senjata .
" oke-oke baik lah seperti nya kau sudah tak sabar bertemu istri tercinta beserta calon anak-anak mu itu " ucap alberto ia pun menekan salah satu nomor di ponselnya dan langsung terhubung .
" bawa wanita kesayangan pria tampan ini sekarang " alberto langsung memutuskan panggilan secara sepihak setelah mengatakan hal tersebut .
******
" oh aishh sialan kau alberto baj*ngan " hah ... hah... hah" dengan nafas terengah-engah bianca menggerutu alberto yang memutuskan panggilan secara sepihak sebelum sempat ia berbicara .
" haisssss ternyata mencambuki wanita ja*lqng ini begitu menguras tenaga" omel bianca sambil memandang ke arah punggung clea yang sudah di penuhi darah yang banyak dan luka cambukan yang dalam .
" bawa dia datang ke pria si*alan itu " perintah bianca kepada anak buah alberto , iapun mendengus dan meninggalkan ruangan itu entah pergi ke mana.
******
10 menit menunggu orang yang di tunggu-tunggu oleh mereka yang berada di pelabuhan telah datang dengan di bopong oleh dua buah orang laki-laki .
" itu istri kesayangan mu sudah datang " ejek alberto membuat pandangan alex menatap tajam lurus kedepan berusaha memfokuskan pandangan nya untuk memecah gelapnya malam .
" cl-clea....... "
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤
selamat membaca semoga suka🖤