MY MAFIA CEO

MY MAFIA CEO
BAB 107



alex dan yang lain nya ikut duduk dan berbaris berjajar rapi , meskipun ini pertama kali dirinya makan tanpa di meja makan dan makan dengan banyak orang , di sini seolah tak ada yang namanya perbandingan kasta seolah semua sama , semua makanan sudah di bagi sesuai porsi masing-masing kemudian mereka pun berdoa dalam hati .


********


jam demi jam berganti menjadi hari yang tak terasa kini seluruh keluarga besar mondro dan juga sahabat tengah di sibukkan dengan acara tujuh bulan yang dalam 3 hari ini akan di laksanakan secara besar-besaran .


bahkan kabar tentang acara tujuh bulanan tersebut menjadi perbincangan hangat di masyarakat karena digadang-gadang akan menjadi pesta yang sangat meriah tahun ini , segala macam persiapan mulai dari hotel tempat lokasi acara , WO , catring ,pakaian keluarga besar , undangan , dan tak lupa cendramata semua sudah 80% rampung .


tak main-main hampir para setiap pengusaha kaya kalangan atas di seluruh dunia berbondong-bondong menunggu undangan dari sang penguasa bisnis tersebut , karena selain menghadiri acara para pengusaha kaya tersebut juga akan menemui secara langsung sang penguasa bisnis yang selalu tampil di majalah bisnis dan televisi internasional , kapan lagi akan bertemu alex yang bahkan mustahil untuk di temui oleh kalangan atas sekali pun .


di mansion mondro saat ini semua orang tengah berkumpul termasuk keluarga besar mondro , mereka membahas rencana acara yang akan di laksana sebentar lagi .


" clea bagaimana jika untuk acara di panti kita undur setelah acara ini selesai saja , karena tak mungkin kita membagi waktu dalam 3 hari ini melaksanakan 2 acara sekaligus di 2 tempat" usul justin membuat semua orang mengangguk termasuk clea , karena untuk mempersiapkan satu acara saja mereka sibuk .


" emmm aku setuju , kalau begitu nanti akan ku bicarakan dengan bapak panti dan sekaligus mengundang nya " ucap clea .


" baik lah , untuk hari ini kita akan melakukan fitting baju keluarga besar kita mungkin sebentar lagi desainer nya akan datang " sambung clea sambil melirik jam tangan nya , mereka pun berbincang-bincang sebentar sambil menunggu sang desainer , hingga tak berapa lama orang yang di tunggu datang dengan para anak buah nya .


" selamat siang tuan dan nyonya sekalian saya desainer yang akan melakukan fitting pakaian keluarga mondro " ucap desainer tersebut sambil mengkode anak buah nya untuk melaksanakan tugas mereka untuk melakukan , fitting pengukuran tubuh dan motif serta model pakaian .


" oh ya untuk para sahabat ku lakukan juga pengukuran dan biar kan mereka memilih model pakaian yang akan mereka gunakan " ucap clea lembut dan langsung di sambut anggukan oleh sang desainer .


seharian seluruh keluar besar mondro serta sahabat dari keluarga mereka , semua sibuk melakukan fitting pakaian yang dapat sudah di pastikan pemilik desainer tersebut akan kalang kabut menyiapkan semua pakaian serta model yang di ingin kan keluarga mondro terlebih lagi mereka hanya memiliki waktu kurang dari 3 hari mulai dari hari ini .


" akhhh pinggang cantik ku pegal sekali !!! " keluh kaysa sambil memukul-mukul pelan pinggang nya di sofa dekat justin karena ia harus sibuk melakukan pekerjaan sana sini .


" gue juga tapi bukan pinggang tapi kaki " keluh mona membuat wajah mereka nampak menyedihkan .


beda hal nya dengan mona dan kaysa yang mengeluhkan sakit di salah satu anggota tubuh mereka , clea malah sebalik nya ia tak merasa sakit apa pun atau mengeluh apa pun karena ia hanya berdiri sebentar untuk di ukur tubuhnya kemudian ia pun duduk santai tak melakukan apa pun .


bukan clea yang ingin seperti itu , salah kan saja suaminya yang begitu over kepada nya karena tak ingin ia sakit pinggang atau hal lain nya , alex melarang nya melakukan ini itu membuat clea kesal namun tak lantas menolak .


" sayang aku akan ke kamar bersama devano " pamit clea dan menyeret putra kesayangan nya menuju lantai atas , nampak sekali jika clea yang memaksa membawa devano karena bahasa tubuh devano yang seakan terpaksa .


di kamar clea langsung merebahkan tubuhnya telentang sedangkan devano duduk di sofa sambil membolak-balikkan buku yang ia pegang hingga pintu kamar terbuka menampakkan seorang alex yang langsung melepaskan jas nya dan parahnya malah melempar jas nya tersebut ke arah sofa yang ternyata ada devano di sana dan tepat menutupi separuh tubuh kecilnya membuat devano membeku .


" oh ada orang rupanya " ucap alex santai tanpa rasa bersalah membuat nafas devano memburu , dengan kasar ia pun menarik jas alex yang melekat di tubuh atas nya dan menghempasnya dengan kasar ke lantai .


dengan gerakan secepat kilat devano pun menerjang alex dan dengan sekuat tenaga memberikan pukulan yang menurut nya kuat namun tidak menurut alex yang seperti pijatan kecil di tubuh kekar nya .


" apa kau sudah mulai rabun dad , hingga tak melihat tubuh tampan ku duduk di sana, ternyata selain pembohong kau juga seorang penyandang rabun " sembur devano dengan meluap-luap melepaskan emosinya yang memang sudah di tahan nya sejak kemarin karena daddy nya berbohong ingin membelinya laptop namun ternyata melupakan .


" eh ? "


" siapa yang pembohong hah !!! " ucap alex dengan cepat ia pun menggendong devano yang sejak tadi memukul-mukul pinggang nya .


" kau marah karena tak jadi di belikan laptop ? , oh ya ampun daddy mu yang gagah nan cerdas ini tak melupakan nya ya walaupun laptop nya uncle mark yang memilih bukan kau yang seperti diawal daddy ucapkan " jelas alex membuat devano tertegun , karena ternyata daddy nya tak melupakan janjinya.


" You're serious daddy? " tanya devano


" yes Daddy seriously , kau tak percaya datangi uncle mark mu dan minta laptop yang tadi ia beli " ucap alex dan menurunkan devano yang nampak sudah semangat berlari mencari mark di lantai bawah , alex yang melihat itu hanya geleng-geleng dan beralih menatap sang istri yang nampak memejamkan mata .


alex menghampiri clea dan membenarkan bantal yang di rebahkan kepala clea ia pun ikut serta merebahkan tubuhnya dengan posisi miring dan menumpukan tangan nya sebagai bantal tinggi , ia menatap intens wajah sang istri entah kenapa ia merasa momen seperti ini seperti tak akan pernah terjadi lagi dalam waktu lama namun ia berusaha menepisnya .


" jangan menatap ku seperti itu sayang" ucap clea tanpa membuka matanya membuat alex tersenyum kecil mendengarnya.


" apa kah tidak boleh ? " tanya alex sambil memainkan ujung rambut sang istri .


" emm tatapan mu kali ini berbeda membuatku tak nyaman " ucap clea membuat alex mengernyit bingung karena istrinya menyadari hal tersebut .


" kau bahkan tak membuka mata , jadi jangan sok tau " kilah alex sambil mencubit gemas hidung sang istri .


" tanpa membuka mata pun aku tau kau menatap ku dengan tatapan berbeda karena hatiku bisa merasakannya " ucap clea namun kali ini ia membuka mata nya dan menatap sang suami dengan tatapan teduh nan sayu miliknya membuat alex menghela nafas .


" bisa kah kau berjanji tak akan pernah meninggalkan ku apa pun kondisi mu ? "


sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤


selamat membaca semoga suka 🖤