
" oh " ucap alex singkat kemudian berbalik dua langkah menjauh dari pria tersebut alex berbalik secara tiba-tiba dan
𝘿𝙊𝙍......
𝙚𝙥𝙞𝙨𝙤𝙙𝙚 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖.....
𝘿𝙊𝙍....
satu tembakan terlepas dan melesat tepat mengenai kepada seorang pria , ets buat pria yang baru saja di tanyai oleh alex melainkan pria yang berada di belakang pria yang di tanyai oleh alex tadi.
𝘽𝙐𝙂𝙃...
bunyi tubuh seseorang terjatuh setelah menerima tembakan tepat di kepala nya bahkan darah nya mengenai anak buah alex yang berada di samping orang yang di tembak alex tadi .
tak ada satu pun anak buah alex yang mendekat untuk memeriksa jangankan untuk sekedar mengecek bahkan hanya untuk menoleh melihat saja pun tidak berani , mereka semua seakan tidak melihat atau mendengar apa pun seolah-olah tak terjadi apa-apa.
" tidak semudah itu untuk membohongiku" ucap alex kemudian berbalik dan berjalan kembali ke kursinya .
mengapa alex membunuh pria tersebut , seperti itulah kira-kira isi pikiran anak buah alex .
mereka tidak mengetahui jika sebenarnya alex yang berjalan keluar masuk barisan sebenarnya hanya untuk mengecoh lawan nya dan pria yang di tanyai oleh alex tadi sebenarnya alex hanya sengaja saja karena ia sudah mengetahui siapa musuhnya yang menelusup di markasnya bukan hanya di sini tapi hampir di seluruh markas nya di berbagai negara di masuki oleh penyusup oleh itu lah alex kali ini memutuskan turun tangan langsung.
" berikan jenazah nya untuk makanan peliharaan ku" ucap alex kemudian melangkah pergi menuju ruangan nya , sedangkan anak buah nya dengan sigap membopong tubuh mayar penyusup tersebut dan memberikan nya kepada hewan peliharaan alex yang berupa buaya .
di ruangan nya alex di temani oleh asisten nya dan salah satu anak buah yang memimpin markas di sini saat ini mereka tengah berbicara hal penting.
" apakah semua nya aman tak hilang satu pun " ucap alex dingin .
" semuanya aman tuan " ucap anak buah alex.
" bawa aku untuk melihatnya " ucap alex kemudian mereka pun berjalan menuju salah satu gudang markas kemudian anak buah tersebut menginjak sesuatu dan terbuka lah sebuah pintu bawah tanah .
" silahkan tuan" ucap anak buah alex kemudian mereka pun bersama-sama turun menuju ruang bawah tanah tersebut .
sampainya di sana hal yang pertama alex lihat adalah jajaran macam-macam senjata rakitan miliknya tersusun rapi dinding alex yang melihat itu pun langsung mengangguk puas karena senjatanya tak ada satu pun yang hilang.
sedangkan di tempat lain seorang pria tengah duduk di kursi kebesaran nya yang berada di markas dan tengah di suguhi tumpukan senjata .
"bawakan satu senjata tersebut kemari " ucap pria tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Alberto luciano .
" ini tuan " ucap anak buah nya , dengan penuh percaya diri Alberto mengisi senjata tersebut dengan satu buah peluru , kemudian ia arahkan menuju tempat membidik ketika menarik pelatuk bukan nya tertembak malah senjata tersebut langsung berhamburan , baut-baut berjatuhan membuat alberto akhirnya menyadari sesuatu.
" alexandro kenzio mondro!!! " teriak alberto karena ia baru menyadari bahwa ia telah di tipu oleh alex , bukan nya ia yang bodoh karena begitu mudah di bodohi hanya saja alex yang terlalu cerdik mengelabui musuhnya.
sedangkan di tempat alex saat ini ia tengah tersenyum sinis sambil memegang senjatanya .
" dia pasti saat ini baru menyadarinya " ucap alex kemudian meletakkan senjata tersebut .
di tempat lain tepatnya di mansion mondro saat ini clea tengah uring-uringan di atas kasur mewah miliknya sambil melihat foto sang suami dengan dirinya bahkan matanya sudah mengeluarkan air mata rindunya.
" kau sangat jahat" ucap clea kemudian ia tidur terlentang sambil memeluk jas suaminya kemudian memejamkan mata walaupun hari masih pagi.
******
2 minggu telah berlalu hari ini merupakan hari terakhir kunjungan alex ke markasnya dan saat ini ia tengah berada di markas nya yang berada di negara T .
1 hari lagi ia akan bertemu dengan istri dan calon anak nya , entah bagaimana keadaan istrinya tersebut bahkan istrinya tersebut tak mau menelpon nya meskipun alex sering mengecek di CCTV kamarnya istrinya tersebut nampak sangat merindukan nya .
di markas nya alex saat ini tengah melihat-lihat kondisi markas nya di negara T ini , setelah sebelumnya ia mengecek lebih dulu tentang senjatanya yang ternyata masih aman.
ketika asik melihat-lihat kondisi markasnya tanpa di sadari oleh siapa pun seorang pria tengah berjalan mengendap-endap beberapa meter di belakang alex dan mark yang tengah di sibukkan dengan melihat-lihat markas .
alex yang merasakan insting nya mengatakan seperti ada orang yang berjalan kearahnya pun lantas langsung berbalik badan secara tiba-tiba .
" mati kau ban*s*t" ucap seseorang , dengan gerakan seperti membela diri alex sangat beruntung karena ia sempat menangkis pisau yang akan di tikam menuju jantungnya , meskipun lengan nya terluka cukup dalam .
mark yang melihat itu dengan sigap menembakkan satu peluru dan langsung bersarang di kaki pria yabg ingin menusuk alex tersebut.
" tuan !! " ucap mark menggelegar hingga membuat anak buah yang lain langsung mendekati kearah alex dan mark .
" cepat panggilkan dokter " ucap mark dan dengan sigap salah satu anak buah alex memanggil dokter yang khusus mereka punya di markas.
clea yang berada di mansion juga ikut merasakan sakit di dadanya entah apa yang membuat ia tiba-tiba merasakan denyutan sakit di dadanya.
tempat lain alex saat ini tengah berada di ruang perawatan dan tengah di temani oleh seorang dokter pria .
" luka anda cukup lumayan dalam tuan saya harap anda jangan terlalu melakukan gerakan berat karena saya khawatir jahitan nya akan lepas" ucap dokter tersebut kemudian melangkah pergi .
" apa kah dia pikir aku akan mati hanya karena luka kecil ini , cih " ucap alex berdecak sebal kemudian ia pun bangkit dan berjalan keluar menuju ruang penyiksaan ingin melihat siapa orang yang berani melukai dirinya .
sampainya di sana alex langsung mendekat kearah pria yang berani melukainya tersebut sambil mengambil belati dari dalam sakunya .
" aku sangat salut padamu karena berhasil melukaiku " ucap alex dingin dan berjongkok di depan pria tersebut .
" tapi kau kurang beruntung karena tak bisa membunuh ku ck sangat sekalu" ucap alex sambil menampar kecil pipi orang tersebut dengan belati miliknya .
" kau tau......
" kau membuat ku harus menunda kepulangan ku ban*s*at " ucap alex dengan setengah berbisik kemudian .
𝙎𝙍𝙀𝙏𝙏𝙏......
belati alex langsung menggores dalam leher pria tersebut sampau- sampai darahnya muncrat ke wajah tampan alex .
sampai sini dulu ya guys mohon maaf sedikit karena author sibuk 🙏
tapi author janji nanti bakal up 2 bab sebagai gantinya ❤