MY MAFIA CEO

MY MAFIA CEO
BAB 110



" maaf atas ketidak nyaman nya tuan dan nyonya mari kita lanjutkan acara nya" suara MC pembawa acara mengalihkan perhatian kembali banyak orang , kini mereka melanjutkan acara demi acara yang sudah di susun hingga sampai selesai .


acara meriah yang di gelar di gedung hotel bintang lima itu akhirnya selesai di tutup dengan sesi pemotretan keluarga besar mondro dan para sahabat , mereka berfoto keluarga besar atas permintaan clea karena merasa momen seperti ini jarang akan terjadi .


clea juga meminta kepada sang fotografer untuk memfoto keluarga kecil mereka dengan dengan clea dan alex yang berfose mesra sambil memegang perut besar clea dan tak lupa si kecil devano yang berdiri di depan dengan tampang datar nan manis miliknya .


selesai berfoto keluarga kecil nya clea di hampiri ibu mertua dan 2 orang yang nampak seumuran ibu mertua nya namun clea tak mengenalnya .


" kenalkan martha dan serena ini menantu ku clea" cassandra memperkenalkan clea dengan senyum manis nya kepada martha dan serena yang ternyata adalah mommy nya justin dan william yang baru bisa menyempatkan diri bertemu clea .


" hai sayang oh ya ampun kau cantik sekali ,


maafkan aku baru bisa menemui mu sayang , kenalkan aku martha xavier mommy nya justin " martha langsung memeluk clea ramah sambil mengelus pelan perut buncit clea .


" tak apa-apa tante " ucap clea sambil menampilkan senyum manisnya .


" ah ya kenalkan aku juga nak serena angela mommy william " tak mau kalah serena mommy nya william juga berkenalan sambil memeluk clea dengan lembut , mereka berdua nampak begitu baik dan juga begitu antusias berbincang dengan clea dan cassandra .


hingga tak terasa jam menunjukan pukul 1 malam membuat mereka akhirnya membubarkan diri menuju kamar hotel masing-masing karena alex menginginkan agar selesai acara tak perlu kembali ke mansion .


di dalam kamar hotel tempat alex , clea dan devano tempati kini mereka sudah siap dengan piyama tidur mereka masing-masing dan tengah berbaring di kasur hotel sambil terlibat perbincangan serius.


" sayang dengarkan mommy apapun yang terjadi nanti , baik tanpa ada mommy dan daddy di samping mu tetap lah percaya pada dirimu sendiri paham , mommy tidak ingin kau seperti anak laki-laki penakut seperti di acara pesta tadi sayang kau harus berani dan tak kenal takut apapun masalah maupun keadaan nya baik siapa pun lawan mu kau harus percaya dengan diri mu apa pun hasil akhirnya paham sayang " pesan clea dengan suara tegas nya membuat devano diam sambil menerawang menatap langit-langit kamar hotel.


pesan clea membuat nya terdiam dan berusaha mencerna setiap kata yang di ucap kan oleh clea yang sekarang menjadi bagian paling penting dalam hidup nya , ia akan meyakinkan hatinya untuk tetap kokoh menghadapi badai masalah dalam hidup nya .


" setiap orang punya fase dimana mereka berada di titik terendah bahkan untuk bangkit dari titik terendah itu harus menguras tenaga dan emosi setiap diri masing-masing , jika bukan diri mu yang memiliki tekad untuk bangkit lalu siapa lagi ? , jangan terlalu larut dalam keterpurukan masa lalu karena terkadang hanya akan membuat mu menutup mata akan semua jalan keluar yang ada di depan mata , kau paham sekarang !!! berapa pun usia mu mau seberapa mudanya dirimu kau harus bisa berpikir dewasa di keadaan seperti ini " kini giliran alex yang memberikan pesan bermakna untuk devano putra angkatnya .


bukan nya alex tak bisa menyelesaikan masalah devano dengan wanita yang ada di pesta tadi , tapi alex hanya ingin melihat bagaimana cara putra angkatnya itu menyelesaikan masalah nya sendiri dengan cara tetap ia yang mendukung di belakang devano .


bukan pula maksud alex dan clea membuat devano dewasa sebelum waktunya tapi mereka ingin devano tak selamanya selalu di hantui perasaan takut ketika berhadapan langsung dengan orang yang berperan besar dalam hal membuat luka dalam pada batin maupun fisik nya , karena devano pasti cepat atau lambat pasti akan berhadapan dengan 'mereka' yang selalu di ucapkan oleh devano kala ketakutan menyergap di hati kecilnya .


" aku paham dad , mom " ucap devano sambil menatap clea dan alex secara bergantian , ia merasa bersyukur masuk ke dalam keluarga yang mau menerima dirinya apa ada nya .


sepertinya devano memang harus mendewasakan dirinya sendiri ia harus bisa menyelesaikan masalah nya sendiri kali ini , baik sekarang maupun nanti akan sama saja lebih baik ia menyelesaikan masalah nya sekarang .


" daddy akan membawa wanita itu bersama putranya besok ke restoran tempat kita membicarakan masalah ini , jadi cepatlah tidur dan siapkan diri mu untuk besok " ucap alex sambil memejamkan matanya , namun sebuah pelukan hangat dari tangan kecil devano membuat alex memicing matanya , ia sedikit asing dengan pelukan tersebut karena ini pertama kalinya ia tidur di peluk devano namun rasa pelukan itu begitu hangat dan nyaman .


*******


keesokan harinya alex , clea dan devano tengah bersiap menuju restoran tempat mereka melakukan pertemuan dengan wanita yang kemarin sempat membuat keributan kecil di pesta , mereka berangkat dengan di temani oleh mark tanpa pulang ke mansion seperti keluarga yang lain .


sampainya di restoran yang di tuju mereka turun dan langsung masuk ke salah sagu ruang VVIP tempat mereka bertemu , namun sebelum masuk devano menghembuskan nafasnya berusaha menata hati menguatkan dirinya untuk menghadapi orang yang selama ini menjadi ketakutan terbesar nya .


pemandangan pertama yang di lihat oleh mereka bertiga adalah seorang wanita yang nampak sedikit tua dari clea tengah duduk anggun bersama seorang anak yang nampak seumuran dengan devano .


mereka tengah duduk santai sambil menatap sinis kearah pintu ruangan yang terbuka , tatapan dua orang itu semakin sinis dan tajam ketika pandangan mereka mengarah ke devano yang berdiri di samping alex dengan wajah datarnya .


kini mereka tengah duduk saling berhadapan hanya berhalangan dengan aneka makanan di depan mereka , mereka berlima duduk diam sambil memandang satu sama lain namun tatapan ibu satu anak di depan devano mengarah tajam kepadanya .


" ada apa tuan alex anda memanggil saya ke restoran ini ? " wanita yang ada di hadapan mereka tak tahan untuk saling diam hingga akhirnya memilih buka suara .


" singkat saja saya hanya ingin membuat anda mempertanggung jawabkan dosa anda di masa lalu kepada putra saya nyonya STELA VELISIA " ucap alex dingin dengan menekan nama wanita di depan nya itu .


" prutffff ekhmm up's sorry tuan alex , apa saya tak salah dengar mempertanggung jawab kan dosa saya ? , dosa yang mana tuan alex dan emmm kepada putra anda yang 'itu' ah anda mungkin bercanda hah " senyum mengejek terlukis manis di bibir wanita bernama stela tersebut terlebih ketika menunjuk devano dengan tatapan matanya .


alex yang mendengar hal itu hanya menatap datar namun stela tak tau jika alex menyeringai mendengar ucapan nya , ia sudah menebak wanita di depan nya ini pasti tidak akan semudah itu mau mempertanggung jawab kan kesalahan nya terlebih lagi jika wanita itu memiliki kekuasaan .


" nona stela velisia , aku tak menyangka dengan kedatangan mu ke negara kelahiran ku untuk mendatangi acara pesta tujuh bulanan yang baru saja di gelar ternyata membawa mu sampai kesini " ucap clea dengan tenangnya sambil memakan steak yang ia potong sambil memakannya menatap stela .


" terlebih ternyata kau terbawa arus takdir yang berkaitan dengan masa lalu putra ku devano ,ah ralat nona stela bukan hanya masa lalu namun penyebab luka masa lalu putra ku " sambung clea sambil mengelap bibirnya dengan tisu dan menatap stela dengan tatapan seorang ibu yang menjadi tameng untuk putra .


" hohoho aku tak menyangka putra angkat mu itu memiliki seorang ibu sebaik diri mu hah entah keberuntungan atau kesialan yang menimpa kalian ,......."


"TAPI AKU TIDAK PEDULI DENGAN HAL ITU YANG AKU INGIN KAN HANYA LAH MEMBUNUH ANAK SIALAN ITU YANG TELAH MERUSAK HIDUP KU DAN PUTRA KU !!!! " teriak stelan dengan marah sambil menatap benci dan amarah kepada devano .


" apa salah ku bibi ? " satu pertanyaan lirih keluar dari mulut devano yang sendari tadi diam , ia merasa penasaran sejak dulu sampai sekarang kenapa orang yang ia panggil bibi tersebut begitu membencinya.


" DIAM KAU BOCAH SIALAN !!! , TUTUP MULUT BUSUK MU ITU DAN JANGAN PERNAH PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN BIBI ITU MENJIJIKAN SIALAN!!!! " teriak stela dengan wajah yang sudah merah padam mendengar pertanyaan devano .


" apa kau tau hah kenapa aku membenci mu ?, KARENA KAU ADALAH ANAK DARI JAL*NG SIALAN ITU !!! "


" KARENA KAU DAN JAL*NG ITU HADIR DI KEHIDUPAN KELUARGA KAMI , MEMBUAT HIDUP KU DAN PUTRA KESAYANGAN KU HANCUR !!!! " stela mengeluarkan semua perasaan benci nya selama ini , ia seolah benar-benar muak dengan perasaan yang sudah lama ia simpan di hatinya .


" bahkan di saat ia sudah tiada malah menghadirkan makhluk sialan seperti mu di kehidupan kami !!! " ucap stela sambil menghembuskan nafasnya kasar , berusaha menetralkan emosinya sedangkan devano yang mendengar hal itu berusaha menahan air matanya dengan mengepalkan tangan dengan erat .


bohong jika devano selama ini tak tau alasan stelan membencinya terlebih lagi ia yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata membuatnya tau akan satu hal fakta mengapa ia begitu di benci oleh stelan dan putranya .


" lalu kenapa kau tak membunuhku saja ? "


sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤


selamat membaca , semoga suka 🖤