
" sudah ku katakan tak perlu menjawab sekarang kau bisa memikirkan nya nanti , dari pada kau memikirkan hal yang tak penting lebih baik cepatlah membersihkan diri kita ke rumah sakit sekarang nyonya clea sedang di rawat " ucap mark membuat isabel terkejut dan ingin bertanya namun belum juga sempat ia bicara mark sudah lebih dulu mengendong dirinya ala bridal style .
********
suara langkah kaki terdengar begitu jelas memecah keheningan padahal di depan sana nampak sekali banyaknya orang-orang yang menyorot seseorang yang mendekat ke arah berkumpul nya orang-orang.
sosok yang memecah gelapnya malam kini berdiri di hadapan semua orang dengan memegang sebuah kapak besar di tangan kanan nya , wajah dingin dan mata yang menatap tajam pada banyak nya sosok yang tengah berlutut ke arahnya membuat beberapa orang yang menahan nafas .
namun tatapan mata tersebut lebih menyorot tajam kearah satu titik yang membuat dunia nya hancur , sosok pria yang tengah berlutut dengan wajah yang mengadah angkuh ke arahnya itu adalah sosok yang menjadi alasan terbesar dirinya berdiri disini .
Alberto Luciano
nama itu adalah nama yang merenggut separuh jiwanya , nama yang merebut cahaya di gelap hidupnya , nama yang sama dan orang yang sama yang menghancurkan dunia nya membuat alex muak .
ya pria yang tengah berdiri tenang di hadapan banyak nya orang bersujud adalah alex , pria itu datang untuk membayar semua nya , menuntaskan permasalahan yang pernah ada di antara mereka !!! malam ini dirinya akan menyelesaikan semua dendam , rahasia, permasalahan dan luka semua akan alex selesai di malam ini dan .....
mengakhirinya semuanya !!!
" hohoho liat lah pemimpin kalian sudah datang hah" kalimat yang begitu kentara dengan makna ejekan tersebut keluar begitu saja dari mulut alberto yang tengah dalam posisi berlutut .
seakan tuli alex mengalihkan pandangan nya menatap tajam ke arah objek seorang wanita yang sangat dirinya kenali , wanita pertama yang menyiksa istri nya dia orang selanjutnya setelah alberto ia siksa .....
Bianca Annabel
wanita yang begitu terobsesi memilikinya sejak wanita itu kecil , dan karena obsesi itu lah wanita itu akan berakhir mengenaskan di tangan pria yang begitu ia cintai .
alex berdiri diam sejenak seraya mengambil sebuah cerutu dari dalam saku jas nya dan menghidupkan nya membuat asap tebal langsung mengepul bebas di hadapan wajah alex , pria itu masih diam dalam berapa kali hisap cerutu namun jika di perhatikan lebih jelas pria itu kadang mengernyit dan kadang menggeleng pelan entah apa yang pria tersebut pikirkan hingga hisapan cerutu yang ke 10 kalinya pria itu akhirnya berjalan membawa kapak besar yang memang sejak awal ia bawa.
alex berjongkok tepat di depan alberto seraya menghembuskan asap cerutu tepat di wajah pria tersebut hingga membuat alberto terbatuk pelan akibat asap cerutu itu , alex mengalihkan pandangan nya ke salah satu anak buah .
seakan paham apa maksud tatapan sang tuan anak buah tersebut berjalan mengambil sesuatu yang ternyata sebuah kursi kayu tempat alex biasa duduk sambil menyiksa musuh nya , tanpa basa - basi alex melepaskan jas hitam nya hingga menyisakan kemeja yang warna serupa .
ia berdiri sambil menatap alberto dengan tatapan tajam seraya menggulung lengan kemeja nya , wajah dingin pria yang tengah menghisap cerutu itu membuat semua orang di sana bertanya-tanya siksaan apa yang akan di berikan pria itu .
SRAK .......
dengan bengis nya alex menarik wajah alberto yang di hiasi senyum sinis tersebut namun alex tak memperdulikan nya ia pun mengambil kapak besar yang ia bawa dan mendekatkan nya ke wajah alberto , menekan benda tajam itu dan menggoresnya dengan pelan seakan menikmati hal tersebut.
" Emmmm arghhh " suara geraman alberto berusaha meredam jeritan nya alberto tak merasa sakit jika luka di wajahnya di lakukan secara cepat namun alex melakukan nya dengan pelan hingga membuat alberto merasakan hal yang sangat sakit di wajahnya.
" alberto luciano "
alex menatap mata alberto dengan dalam setelah mengucapkan nama panjang pria tersebut dengan suara rendahnya , gerakan tangan nya yang menggores wajah alberto terhenti namun benda tajam dan besar itu masih menekan kuat di pipi alberto yang sudah terluka dan mengangga lebar .
" kemarin malam tepat di tempat ini kau waktu itu berteriak lantang kepadaku bahwa aku membunuh ayah mu bukan ? " alex melanjutkan goresan nya di pipi alberto bahkan kali ini menekan kuat kapak di tangan nya membuat goresan di pipi alberto semakin mengangga lebar dan darah yang semakin merembes keluar .
" ck aku tak tau bahwa pemimpin mafia black wolf begitu bodoh selama ini entah bagaimana orang bodoh seperti ini bisa menjadi seorang pemimpin mafia bahkan ingin merebut posisi pemimpin mafia paling di takuti nomor satu di dunia bawah yang bahkan tak sadar dirinya begitu bodoh "
SRAK .........
SLING .........
"AAARRRGGGGHHHHH!!! "
alex menatap datang ke arah alberto yang berteriak kesakitan akibat pipi pria itu yang sudah robek hingga ke bagian rahang bawah membuat darah mengucur bebas keluar dari sana , namun alex tetao santai seraya menghisap cerutunya dan menghembuskan pelan asap nya .
"SIALAN KAU BANG*AT ARGHHH !!! " alberto mengamuk rasanya begitu sakit , ia memberontak berusaha melepaskan ikatan tangan dan kakinya namun tak bisa hingga ia akhirnya hanya bisa bersimpuh seraya mengerang tertahan namun bukan hanya itu saja yang akan alberto dapatkan , ini masih permulaan .
" kau begitu bodoh selama ini hingga kau tak menyadari siapa yang selama ini bersalah , dirimu terlalu percaya pada apa yang ada di depan mata tanpa kau sadar bahwa itu hanya sepenggal dari apa yang terjadi dan kau adalah pria b-o-d-o-h yang mempercayai hal tersebut " alex berjongkok di depan alberto dan menarik kaki pria tersebut .
"AKHHHHHH HEN- ARGHHHHH HENTI-KAN "
tanpa aba-aba alex langsung melayangkan kapak ke kaki alberto dan berusaha memotong kaki pria tersebut dengan kapak nya , bahkan alex sengaja tak memberi begitu banyak tenaga saat berusaha memotong kaki alberto seolah ia sengaja melakukan itu agar alberto tersiksa .
darah muncrat mengenai wajah dan kemeja alex namun pria itu tak peduli ia begitu asik menikmati kegiatan nya yang berusaha memotong pergelangan kaki alberto hingga .....
Slang .......
pergelangan kaki alberto terputus membuat senyum iblis alex terlukis bahkan mata pria itu berbinar menatap pergelangan kaki alberto yang sudah terlepas dari tempatnya . " HEN-TIKAN ARRGHHHH KUMOHON HEN-HENTIKAN EMMMMN "
seakan tuli pria itu kini melanjutkan memotong pergelangan kaki alberto yang satunya , alunan bunyi kepak alex yang berusaha memotong pergelangan kaki alberto begitu menggema di tengah gelapnya malam seolah menjadi alunan pengantar yang menemani sunyi nya malam .
baik anak buah alex dan juga alberto mereka semua meneguk siliva mereka susah payah itu terlalu mengerikan di mata mereka bahkan ada yang sampai memejamkan matanya berusaha untuk tak melihat kejadian tersebut , tak jauh beda bianca yang berada di samping alberto di buat syok akibat ketakutan yang luar biasa tubuhnya bahkan kini sudah bergetar hebat dengan air mata yang mengalir deras melihat adegan tersebut .
wanita itu sangat ketakutan bahkan berusaha berontak berupaya melepas ikatan tali yang ada di tubuhnya , wanita itu ingin pergi melarikan diri sejauh mungkin jika busa sejauh-jauh nya bahkan mungkin alex tak bisa menemukan nya namun ikatan pada tubuhnya begitu erat membuat bianca menangis frustasi ia tak ingin berakhir menyedihkan sepertu ini .
tapi ini semua pilihan nya bukan ? dirinya sendiri yang memilih jalan ini jadi resikonya akan ia dapatkan nanti setelah alex selesai menyiksa alberto .
SLASH
BUGH
setelah beberapa kali layangan kapak akhirnya pergelangan kaki alberto yang tersisa sudah terputus dari tempatnya dan menyisakan teriakan alberto yang menggema , senyum alex semakin jelas tercetak indah di bibir nya menunjukan bahwa pria itu begitu puas akan hasil nya.
" ARGHHHHH TI-TIDAK !!! " alberto menjerit histeris kala mata nya menatap ke arah kedua pergelangan kakinya yang sudah terlepas dari anggota tubuhnya , pria tersebut meraung antara marah , sakit dan juga menyesal .
alex yang melihat itu menatap tenang sambil berdecak senang apalagi darah alberto yang merembes keluar terus menerus membuat hati alex melambung senang .
" sudah lama sekali tak merasakan perasaan ini .... " gumam alex seraya menghisap cerutunya .
ia menatap kapak yang ada di genggaman nya , nampak darah alberto menetes deras di mata tajam kapak , alex pun mencolek tetesan darah itu menggunakan telunjuknya dan menghisapnya membuat orang-orang di sana memandang alex dengan pandangan ngeri .
kini pria tersebut sudah nampak seperti jelmaan iblis apa lagi pria itu nampak mencecap rasa darah yang ada di kapak nya yang sudah du pastikan darah tersebut adalah darah alberto .
"cuih ..... "
" darah mu rasanya begitu tak enak apa karena berasal dari pria bodoh seperti mu atau apa? "tanya alex polos dengan wajah dingin nya kepada alberto yang kini memandangnya dengan tatapan benci dan marah .
" DIAM KA-KAU BANG*AT !!! , KAU IB-LIS ALEX HAHAHA AH TIDAK KAU JUGA SEORANG PEMBUNUH !!! YAH KAU IBLIS HAHAHAH"teriak alberto seperti orang gila , bukan seperti lagi memang pria itu sudah gila sejak awal .
" no bad " gumam alex ,ia pun mengambil kapak nya dan mengarahkan nya lagi ke wajah bagian alberto yang belum terluka ia pun kembali mengoresnya .
" aku pembunuh ? ahh tidak maksud ku tadi aku iblis ? alberto !? " ucap alex dengan suara rendahnya ia menatap tajam ke arah mata alberto yang menatapnya dengan tatapan benci .
" biar ku beri tau ........ "
" tak ada seorang mafia pun yang dirinya suci dan bersih dari d-a-r-a-h "
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya dan semoga bab ini bisa lulus review soalnya udah nggak tau lagi harus revisi nya gimana udah capek ganti-ganti ceritanya dan sebenarnya udah lama ya author ngeupdate tapi selalu di tolak karena bab ini adegan nya sadis banget😭🖤
selamat membaca semoga suka 🖤