
David mengingat omongan Papinya. Ia pun menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, lalu menatap langit-langit kamarnya.
Ia tidak menginap di rumah orang tuanya karena alasan harus berangkat pagi ke kantor, Sedangkan jarak rumah orang tuanya menuju kantor memakan waktu 2 jam. Padahal besok tidak ada jadwal meeting di kantor. Alasan itu hanya untuk menghindari pertanyaan dan desakan Papi dan Maminya saja untuk menikah.
Di tengah lamunannya, David tiba-tiba teringat dengan perkataan Ken tentang Clary.
"Loh, kenapa gue jadi keinget sama omong kosong Ken?!" Batin David lalu menghela nafas kasar.
***
Hatchihh...
"Kenapa aku tiba-tiba bersin? Apa mungkin ada orang yang sedang mengingatku?!" Gerutu Clary yang hendak tidur.
Keesokan harinya...
Alarm Clary berbunyi menunjukkan pukul 06.45.
Clary bangun untuk bersiap-siap menuju ke kantor. Tak lupa pula Clary membereskan tempat tinggalnya. Walaupun kecil, namun kontrakan Clary memang sangat rapih dan bersih, karena Clary selalu menyempatkan waktu untuk membersihkannya. jika bukan pagi, Clary akan membersihkannya saat dia pulang dari kantor.
Di tengah perjalanan menuju kantor, Clary tak sengaja berpapasan dengan Windy, sahabatnya.
"Clary." Teriak Windy lalu berlari ke arah Clary dengan senyum sumringahnya.
"Windy?" Clary pun kaget lalu menyambut Windy dengan pelukan.
"Ry, Kamu apa kabar? udah seminggu lebih kamu gak ngabarin aku. Gimana kerjaan kamu?" Ucap Windy.
"Baik. Maaf ya Win, Akhir-akhir ini aku sibuk ngurusin kerjaan di kantor. Apalagi kan Boss aku cuma datang 3 kali seminggu ke kantor. Jadi aku harus ngurus beberapa berkas yang gak sempat dikerjain Boss aku." Jelas Clary.
"Wah.. Gini ya tetnyata rasanya jadi sekretaris?! Yaudah, kalau gitu kamu semangat ya, Ry. Tapi jangan lupa, jaga kesehatan." Ucap Windy perhatian.
"Iya. Pasti, Win. Makasih yah. Kalau gitu aku pamit yah, takut telah soalnya. Bye." Ucap Clary sambil tersenyum.
"Iya, Bye." Windy yang melambaikan tangannga ke arah Clary.
Di kantor...
Clary yang baru datang menatap heran ke ruangan David lewat kaca jendela. Setau Clary, hari ini David tidak memiliki jadwal meeting.
Clary pun meneruskan langkahnya masuk ke ruangannya kemudian meletakkan tas di atas meja. Clary lalu berjalan keluar untuk menyeduhkan David kopi.
Doni (Manager divisi marketing) yang melihat Clary sedang menyeduh kopi, berjalan menghampiri Clary.
"Pagi, Sekretaris Clary". Sapa Doni sambil tersenyum.
Clary pun menoleh ke sumber suara.
"Ah.. tidak perlu sungkan. Panggil saja saya Doni." Pinta Doni.
"Oh, baik, Doni." Jawab Clary yang masih sibuk menyeduh kopi.
"Eh, sudah selesai. Kalau begitu Saya ke atas dulu. Permisi." Pamit Clary tersenyum mengangguk hormat lalu berjalan meninggalkan Doni.
Doni hanya tersenyum melihat Clary pergi.
"Pantas saja banyak yang tergila-gila padanya. Selain cantik, dia juga sangat ramah dan sopan. Hm.. Menarik." Batin Doni lalu tersenyum.
***
David yang tidak bisa fokus dari tadi karena memikirkan perkataan orang tuanya melamun berpangku dagu di atas mejanya.
tok
tok
tok
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan David.
"Masuk!". Titah David.
David menatap Clary yang masuk ke ruangannya.
"Ini kopinya, Pak." Hormat Clary lalu meletakkan kopi di atas meja.
"Hmm.." sahut David.
Clary pun mengangguk hormat lalu berbalik hendak kembali ke ruangannya.
"Sekretaris Clary." Panggil David.
"Iya, Pak?" tanya Clary yang langsung berbalik menghadap David.
"Apa jadwal hari ini?" Tanya David datar.
"Hari ini ada pengecekan produk baru yang akan launching bulan depan, Pak. Tapi Pak Ken sudah menyelesaikannya. Selain itu, hanya perevisian beberapa dokumen. Tapi Besok malam, ada undangan untuk pesta perjamuan di Golden Hotel XX yang diadakan oleh E.K Group. Dan Bapak, harus membawa pasangan." Jawan Clary menjelaskan.
"Baiklah. Kau boleh keluar." Jawab David lalu memalingkan wajah ke arah luar jendela menatap langit.
Bersambung....