My Lovely CEO

My Lovely CEO
Ternyata Boss



Clary pun mengikuti Ken dari belakang menuju ke ruangan David.


Tanpa mengetuk pintu, Ken langsung masuk ke ruangan David dengan wajah senang.


Sedangkan Clary hanya menunduk di belakang Ken tanpa melihat lebih dulu wajah CEO nya.


"Permisi, Pak David. Ini calon sekretaris baru Anda". Ucap Ken dengan gaya formalnya.


"Hmm." Jawab David datar.


"Clary, silahkan duduk di sana!" Pinta Ken menunjuk sofa.


Clary pun mengangguk lalu duduk di sofa tanpa melihat wajah CEO nya. Clary yang ceria tiba-tiba nyalinya menciut saat memasuki ruangan ini. Bagaimana tidak? Dari balik pintu saja sudah Ia rasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya. Ditambah lagi dengan jawaban David pada Ken yang terkesan sangat sombong.


Ken berjalan ke arah David lalu berdiri di dekatnya.


"Bapak bisa melakukan interview sekarang!" Ucap Ken menunduk hormat. Oh Ya, Ken akan bersikap formal pada David jika ada orang baru dalam kantor. Tentu saja itu untuk menjaga image nya di depan orang baru.


"Baiklah." Ucap David menghela nafas lalu melangkah ke sofa depan Clary kemudian duduk dan diikuti Ken yang juga duduk di sebelahnya.


"Siapa namamu?" Tanya David datar.


"Clary Angelica, Pak." Jawab Clary yang masih menundukkan kepalanya.


"Berapa umurmu?"


"23 tahun, Pak."


"Apa begini caramu berbicara dengan atasanmu?" Tanya David dengan dingin.


"Tidak, Pak. Hmm...?" Clary menjawab dengan spontan dan menggelengkan kepalanya.


Ken yang melihat tingkah boss sekaligus sahabatnya hanya tersenyum.


"Angkat kepalamu. Muka Saya bukan di bawah kaki kamu." Ucap David ketus.


Clary pun memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan menatap wajah David, meskipun dengan sedikit ketakutan dan juga ragu-ragu.


Clary membelalakkan matanya karena kaget saat menatap wajah David. Bagaimana tidak? Pria itu adalah orang yang Ia temui beberapa hari lalu di swalayan.


"Ternyata dia calon Boss aku? Hadeuh.. Apes banget aku bisa ketemu pria dingin ini lagi." Batin Clary.


David yang melihat Clary kaget pun, menaikkan alisnya sebelah karena heran.


"Kenapa kamu kaget? Saya tau wajah Saya sangat tampan. Tapi kau juga tidak perlu sekaget itu." Ucap David tersenyum sinis.


"Narsis banget sih ni orang." Gerutu Clary dalam hati.


Ken yang mulai bosan dengan tingkah bossnya pun menyela ketegangan yang terjadi.


"Mm..Bagaimana, Pak?" Tanya Ken menatap David lalu melirik ke arah Clary.


"Kamu urus saja. Ingat untuk memberitahukan pekerjaan apa saja yang harus Ia kerjakan. Dan juga, Jelaskan hal-hal yang Saya suka dan yang Saya tidak sukai. Kalian boleh keluar!" Perintah David yang tiba-tiba berdiri lalu kembali ke meja kerjanya.


"Baik, Pak." Angguk Ken.


"Clary, Ikut Saya. Saya akan tunjukkan ruangan kamu. Dan ada beberapa hal yang harus kamu pelajari." Pinta Ken lalu berjalan keluar.


Clary pun hanya mengangguk lalu mengikuti Ken dari belakang.


Ken berhenti di depan sebuah ruangan yang berada di sebelah ruangan David.


"Ini ruangan kamu. Segala sesuatu yang harus kamu pelajari ada di dalam dokumen di atas meja. Saya harap kamu bisa bekerja dengan baik." Ucap Ken ramah.


"Baik, Pak. Saya akan berusaha sekuat tenaga. Mohon bimbingannya, Pak." Clary menunduk hormat.


"Tidak usah sungkan. Kalau butuh bimbingan, Kamu keruangan Saya saja." Ucap Ken menunjuk ruangan yang tak jauh dari ruangan Clary.


"Terima kasih, Pak."


Bersambung...


Jangan lupa like dan vote nya ya Guys😊😊