
Kantor disibukkan dengan persiapan launching produk baru yang akan di laksanakan 2 hari lagi.
Semua hal yang dibutuhkan sudah tersedia dengan rapih. Tempat yang akan di pakai pun sudah diatur sedemikian rupa agar pelaunchingan produk berjalan dengan mulus.
Clary dan Ken serta asisten pribadi Ken terlihat sangat sibuk mengurus dokumen-dokumen di atas meja mereka masing-masing.
Sedangkan David, kini tengah berbincang dengan perwakilan E.K Group.
Jam menunjukkan pukul 17.15, namun pekerjaan di kantor masih tersisa sangat banyak. Akhirnya Clary memutuskan untuk lembur agar pekerjaannya dapat Ia selesaikan.
David yang tiba-tiba masuk ke ruangannya membuat Clary mengalihkan fokusnya.
"Ada yang bisa Saya bantu, Pak?" Tanya Clary langsung berdiri menunduk hormat ke David.
"Tidak ada orang lain lagi disini. Kau tidak perlu bicara formal." Ucap David memasukkan tangannya ke saku celananya.
"Baiklah." Jawab Clary lalu duduk kembali melanjutkan kesibukannya.
"Kenapa Kau belum pulang?" Tanya David berjalan mengitari David lau membungkukkan sedikit badannya melihat laptop yang ada di depan Clary.
"Masih banyak yang harus aku kerjakan. Mas pulang saja dulu." imbuh Clary tanpa mengalihkan pandangannya.
David mendorong tubuh Clary agar Clary berpindah dari kursinya dan langsung di ambil alih oleh David. Kini David mulai memperhatikan pekerjaan Clary.
"Kau sungguh lambat dalam bekerja. Apa kau ingin gajimu dipotong?" Sindir David.
"Apa yang Mas lakukan?" Tanya Clary mencova mengambil alih laptopnya pada David.
"Biar aku yang mengerjakannya." Ucap David.
"Tidak perlu. Aku masih bisa mengerjakannya sendiri. Lagipula itu tugasku sebagai sekretaris. Jika Mas yang mengerjakannya juga, lalu apa gunanya aku bekerja?" Cerewet Clary.
"Kau berisik sekali." Ucap David langsung menarik Clary ke pangkuannya.
Clary melototkan matanya saat berada di pangkuan David seolah meminta penjelas atas perlakuan David.
"Kau hanya perlu seperti ini." Tegas David lalu kembali melanjutkan pekerjaannya denga Clary yang berada di pangkuannya.
David mengerjakan tugas Clary dengan sangat teliti dan memberikan beberapa penjelas pada Clary membuat Clary yang memperhatikannya dari tadi hanya mengangguk paham dan berdecak kagum padanya.
"Mengapa disaat seperti ini dia malah makin terlihat tampan?" Bathin Clary tak sadar memperhatikan wajah David ysng hanya berkisar beberapa Centi dari wajahnya.
"Suamimu ini memang sangat mengagumkan. Apa sekarang kau semakin mencintaiku?" Goda David dengan senyum seringainya tanpa mengalihkan pandangan.
"Ti-ti-dak." Elak Clary memalingkan wajahnya yang mulai bersemu merah karena malu.
David menarik sudut bibirnya mendengar elakan istrinya tersebut.
Suasana kembali.menjadi hening. Clary tetap memperhatikan tangan lincah David mengetik Keyboard di depannya membuat matanya tak terbendung lagi akibat kantuk. Ia pun tanpa sadar tertidur di pangkuan David dan menjadikan dada bidang David sandarannya.
David telah menyelesaikan pekerjaannya.
Ia menutup Laptop dihadapannya lalu beralih menatap istrinya yang tengah tertidur di pangkuannya.
David mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam ruangannya yang terdapat kamar di dalamnya.
David meletakkan tubuh Clary perlahan di atas ranjang lalu menutupinya dengan selimut sampai dada lalu ikut berbaring di sebelahnya.
Malan ini David sengaja tidur di kantor yang sudah seperti rumah baginya. Ia tak tega jika harus membangunkan istrinya dan kembali ke apartement.
***
"Kakak.. Ku mohon jangan lakukan itu. Kak, ini tidak benar. Tolong jangan lakukan ini Kak. Ingat, ada Aku, Mami, dan Papi yang selalu menyayangi Kakak. Tolong jangan lakukan ini Kak." Tangis David terseguk-seguk memegang erat tubuh Ardian.
"Dav, tolong jaga Mami dan Papi. Aku mengandalkanmu." Ardian melepaskan pegangan David dari tubuhnya.
"Kakak... Jangan." Teriak David dengan suara yang hampir habis dan air mata yang tak tertahan.
"Kakak.. Jangan.. Kakak.."
Suara samar mampu membangunkan Clary dari tidurnya.
Clary mengerjapkan matanya dan melihat sampingnya mendapati David mulai keringat dingin menggelinjang kesana kemari bergumam sesuatu.
"Jangan..." Lagi-lagi David bergumam membuat Clary kebingungan.
"Apa dia mimpi buruk lagi?" Gumam Clary mengernyitkan dahinya.
Clary menepuk nepuk lengan David berusaha membangunkannya.
"Mas bangun, Mas." Ucap Clary.
"Jangan..."
"Mas, bangun." Ucap Clary sedikit berteriak dan semakin menepuk lengan David.
"Kakak jangan!" David terlonjak dari tidurnya dengan keringat di sekujur tubuhnya mebuat Clary sedikit khawatir.
Bersambung...
***Typo? Maaf.
Jangaj lupa like, komen, vote, & share ke teman-teman kalian ya Guys😊
Terima Kasih***")