
Sekitar beberapa jam mereka bersama, akhirnya Clary dan Reyhan memutuskan untuk pulang. Reyhan mengantar Clary pulang ke kontrakannya. Clary turun dari mobil setelah Reyhan membukakan pintu untukny.
"Terima kasih sudah mengantarku. Padahal kau tak perlu repot-repot." Ucap Clary tersenyum.
"Tak masalah. Masuklah, sudah malam." Imbuh Reyhan mengangkat dagunya sekilas.
"Baiklah. Kau juga hati-hati." Clary tersenyum lalu berbalik.
Reyhan mematung di tempat sembari melihat Clary dari belakang.
"Clary." Panggil Reyhan tiba-tiba.
Clary pun berbalik menatap Reyhan dengan mengangkat kedua alisnya.
"Selamat malam" Ucap Reyhan tersenyum melambaikan tangannya ke arah Clary. Clary pun membalas lambaian tangan Reyhan lalu masuk ke kontrakannya.
Setelah melihat Clary masuk ke dalam, Reyham pun melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.
Di kamar Clary
"Hah.. Akhirnya pulang juga. Lelah sekali. Memang benar, kasur adalah tempat ternyaman." Ucap Clary yang langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi telentang dan tangan yang direntangkan.
"Ah, Aku harus mandi. Rasanya lengket sekali." Batin Clary.
Clary langsung bangun dan mengambil handuk lalu menuju ke kamar mandi. Clary mandi sambil menyanyikan lagu favoritenya.
Setelah 15 menit, Clary keluar hanya memakai handuk yang dililitkan sebatas dadanya.
Setelah selesai memakai pakaiannya, Clary duduk di depan meja rias untuk memakai scincare malamnya. Kemudian beranjak ke tempat tidur untuk.
Baru saja Clary menarik selimutnya, tiba-tiba ponselnya bergetar.
Drrtt..
Drrtt..
"Siapa sih yang mengganggu malam-malam begini?" Clary berdecak kesal.
Dengan malas Clary meraih ponselnya di nakas dan menjawabnya.
"Halo." Jawab Clary malas.
"Cepat kemari!" perintah orang tersebut dari telepon.
Clary mengernyitkan dahinya lalu melihat layar ponselnya, ternyata yang melepon adalah boss yang super dingin. Clary menghela napas kasar.
"Ada apa, Pak? Ini sudah bukan jam kerja." Jawab Clary.
"Hey, sebenarnya siapa yang Boss? Kau atau Aku?" Katus David.
Lagi-lagi Clary menghela napasnya kasar.
"Baik, Pak. Saya akan ke sana." Ucap Clary dengan nada terpaksa.
Tut...Tut... David memutuskan sambungan.
"Selalu saja begini. Dia selalu memerintah seenaknya. Memangnya menapa kalau dia Boss? Cih... Dasar Es balok." Kesal Clary beranjak dari tempat tidurnya kemudian mengganti pakaiannya.
Clary mengenakan jeans panjang dengan baju kaos putih lengan pendek, kemudian dibalut dengan blezer abu-abu.
Clary memesan taksi online untuk menuju ke apartement David.
Clary masuk ke apartement David. Ia melihat sekeliling tapi ruangan tersebut tanpak sepi. Clary memeriksa kamar, ruang ganti, dan ruang baca namun tak menemukan sosok David. Ia pun mencoba memanggil bossnya tersebut.
"Di sini." terdengar suara dari arah Dapur.
Clary pun berjalan menuju dapur. Saat tiba di ambang pintu Clary membulatkan matanya melihat David terduduk di lantai memegang betis sebelah kanannya. Clary pun berjalan cepat menghampiri David lalu berjongkok di sampingnya.
"Astaga.. Bapak kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa sampai begini?" Tanya Clary beruntun melihat Betis bgian tulang kering David terdapat lebam yang cukup besar dan membiru.
*Flashback beberapa menit yang lalu
David menuruni tangga dan berjalan menuju dapur karena merasa haus. Saat di dapur, David membuka kulkasdan mengambil sekaleng soda untuk diminum. Namun saat sedang asik meneguk minumannya, tiba-tiba David membulatkan matanya melihat serangga bersayal berwarna coklat yang tak lain adalah keca sedang bergerak di samping kakinya.
"Arrrghhh... Kecoa...." Teriak David histeris berlari hendak keluar dari dapur. Namun tiba-tiba..
Bugh..
Betis kirinya tersandung oleh kursi meja makan hingga mengakibatkannya lebam dan susah untuk berdiri. Entah mengapa yang ada di pikirannya kini hanya Clary, jadi David mengambil ponsel di saku celananya dan menghubungi Clary.
*Flashback end
Clary terbahak-bahak mendengar penjelasan David.
Kini David duduk di sofa dengan kaki kiri diletakkan di atas meja dengan bantuan Clary yang memapahnya dari dapur.
Clary datang membawa es batu yang sudah dibungkus kain, kemudian duduk di samping David dan meletakkan es batu tersebut tepat di atas betis David yang lebam.
"Lain kali Bapak hati-hati. Jangan sampai tersandung lagi seperti tadi. Lagian itu kan cuma kecoa." Ejek Clary menahan tawanya.
"Keco katamu?" Kesal David menaikkan kedua alisnya.
"Hei... Itu serangga menjijikkan, dan kamu bilang itu "CUMA KECOA?" David menekankan kalimat terakhirnya lalu memalingkan wajahnya karena kesal.
Clary yang melihat tingkah bossnya tersebut hanya bisa menahan tawanya dengan menutup mulutnya.
"Astaga... Jika dilihat, Ia bahkan bisa membuat seseoarang ketakutan hanyadengan tatapannya. Tapi, Ia malah bertingkah seperti ini saat melihat kecoa? Hahahaha" Batin Clary lalu cekikikan.
"Apa yang kau tertawakan?" Tanya David dengan tatapan sinisnya.
"Ah, tidak. Saya tidak tertawa." Sangkal Clary yang masih bersusah payah menahan tawanya.
"Hooaammm... Ngantuk sekali" ucap Clary.
"Pak, Saya tidur disini saja Ya. Ini sudah sangat malam dan pasti tidak ada taksi lagi." Ucap Clary sedikit memohon.
"Hmm.. Kamar tamu disebelah sana" Ucap David melirik Clary lalu menunjuk kamar tamu dengan dagunya.
Clary pun tersenyum lalu berdiri dan memegang lengan David.
"Apa yang kau lakukan" Tanya David heran melihat lengannya di pegang oleh Clary.
"Membantu bapak kembali ke kamar." Jawab Clary santai.
"Tidak perlu. Aku sudah bisa jalan sendiri. Minggir!" Ketus David lalu berjalan dengan pincang menuju kamarnya.
Clary pun tak menghiraukan David dan masuk ke kamar tamu untuk istirahat karena Ia sudah saangat lelah dan tak bisa menahan kantuknya.
Bersambung...
Hi, Guys. Jangan lupa like, komen, dan Vote nya.
Karena Vote kalian sangat berarti buat author.
Terima kasih😊😊