My Lovely CEO

My Lovely CEO
Maafkan Aku



"Clary." Teriak David saat melihat Clary tak berdaya.


David melangkah dengan wajah merah karena geram mendekati Doni yang masih belum sadar akan kedatangan David karena n*fsunya yang tak tertahankan.


"Br*ngs*k" Ucap David menghujam wajah Doni dengan pukulan tinjunya.


Bugh..


Doni terkapar dilantai hingga membuatnya sadar dan mulai ketakutan karena melihat sosok boss nya di hadapannya dengan wajah penuh amarah.


Tanpa basa-basi David melayangkan pukulan keduanya mengenai wajah Doni. Pukulan dan tendangan dari David membuat Doni susah memberi perlawanan.


"Beraninya kau menyentuh istriku." Teriak David di sela aktivitasnya membuat Doni membelalakkan matanya tak berdaya di bawah David.


David masih sibuk memberi pelajaran pada Doni hingga suara Clary menghentikan amukannya.


"Mas." Lirih Clary yang berhasil melepaskan dasi yang terikat menutupi mulutnya.


David berbalik menatap Clary yang terkulai lemas di lantai dengan penampilan acak-acakan.


David segera mendekat ke istrinya dan memeluknya dengan sangat erat.


"Sayang, kau tidak apa-apa? Maafkan aku. Maafkan aku." Ucap David gusar menghujani pucuk kepala istrinya dengan ciuman tanpa melepaskan pelukannya.


"Ayo kita pergi dari sini." Pinta Clary lirih sebelum Ia kehilangan kesadarannya.


David segera mengangkat tubuh istrinya dengan panik.


Ken yang baru tiba terlihat jelas wajahnya dipenuhi tanda tanya.


"Dav, ada apa ini?" Tanya Ken melihat penampilan Clary yanga acak-acakan dan tak sadarkan diri.


"Bereskan dia!" Perintah David tegas meniggalkan tempat tersebut dengan emosi yang belum surut.


Ken hanya melaksanakan perintah David. Ia tau jelas makna kata-kata dari sahabat sekaligus bossnya tersebut. Ini bukan pertama kalinya ia diminta melenyapkan seseorang. Entah bagaimana caranya, itu hanya akan menjadi urusan Ken.


***


David tiba di rumah sakit terbesar di kotanya. Dengan tergesa-gesa Ia membopong tubuh istrinya masuk ke dalam rumah sakit.


"Permisi Tuan." Ucap perawat mendekati David.


"Cepat periksa istriku." Perintah David masih dipenuhi kepanikan.


David hanya menunggu di luar dengan sejuta doa, berharap istrinya tidak kenapa-kenapa.


Beberapa menit kemudian, pintu ruangan terbuka dan dokter keluar. David beranjak dari duduknya menghampiri dokter dengan tergesa-gesa.


"Bagaimana istri Saya, Dok?" Tanya David tak sabar.


"Istri Bapak baik-baik saja.Tapi, Ia sepertinya baru saja mengalami hal yang membuatnya takut sehingga membuatnya kelelahan. Dia hanya butuh sedikit istirahat." Jelas Dokter.


"Syukurlah. Apa Saya boleh melihatnya?" Tanya David.


"Silahkan." Ucap Dokter.


"Terima kasih, Dok." Ucap David yang dibalas anggukan oleh dokter.


Ia pun segera masuk menemui istrinya yang masih tak sadarkan diri.


Ia menarik kursi mendekat dan duduk di samping bed hospital. Ia menggenggam tangan Clary dan menatao wajah istrinya tersebut dengan gusar.


"Maafkan Aku, Sayang. Maafkan Aku." Ucap David mencium punggung tangan istrinya yang masih digenggamannya.


Ceklek..


Suara pintu terbuka mengalihkan pandangan David.


"Lian..." Elena dan Jason berjalan mendekat ke arah David.


"Mami, Papi? bagaimana kalian bisa ada disini?" Tanya David memandang kedua orang tuanya."


"Ken yang menelepon Mami. Katanya ada sedikit insiden, dan kamu ada di rumah sakit. Jadi Mami dan Papi segera kesini." Jelas Elena memegang


"Apa yang sebenarnya terjadi pada istrimu, Nak? Kenapa sampai jadi begini?" Tanya Elena khawatir.


"Ceritanya panjang, Mi." Ucap David melepaskan genggamannya di tangan Clary.


Bersambung...


***Untuk Readers yang budiman, dimohon kebijaksanaannya Ya😊


Jangan lupa Like, Komen (Kritik maupun saran), Vote, dan kalau bisa share juga ya ke teman-teman yang lainπŸ™πŸ™πŸ™


Terima Kasih***:)