
Jam menunjukkan pukul 19.20. David, Clary dan Elena terlihat sudah menyelesaikan makan malam mereka yang disiapkan oleh Clary yang dibantu Elena.
"Masakan menantu Mami memang yang terbaik." Puji Elena membuat Clary tersenyum malu.
"Itu nilai plus dari istri David yang buat David tidak bisa lama-lama di luar, Mi." Imbuh David menatap Clary dengan senyuman sayangnya.
"Sudah-sudah. Clary akan membereskan semuanya. Mami duduk di sana saja. Kamu juga, Mas." Ucap Clary menunjuk sofa yang ada di ruang keluarga, lalu membereskan alat makan mereka lalu mencucinya.
Setelah selesai, Clary menghampiri mertua dan juga suaminya yang tengaj asik menonton TV.
Clary duduk di sebelah Elena membuat Elena mengusap rambut Clary dengan lembut.
"Kamu Cantik banget, Nak. Bukan cuma di luar, tapi di dalam juga. Mami ngga salah memilih menantu." Elena tak henti-hentinya memuji Clary.
"Terima kasih, Mi. Mami juga sangat cantik. Bahkan terlihat lebih muda." Clary memuji balik mertuanya membuat Elena tertawa. Memang benar, nyonya besar Agatha ini biarpun usianya hampir menginjak kepala 5, namun masih terlihat sangat cantik.
"Kenapa aku seperti nyamuk di sini?" Ketus David membuat kedua wanita itu menatap David bersamaan.
Elena dan Clary tersenyum melihat wajah David dengan ekpresi cemburu yang dibuat-buat.
"Kamu ini. Yaudah. Mami mau pulang dulu." Pamit Elena mengambil tasnya yang ada di sampingnya.
"Loh, bukannya Mami mau nginap di sini?" Tanya David diikuti anggukan Clary.
"Mami juga punya suami. Mana tega Mami meninggalkan suami Mami sendirian di rumah. Lagian Mami ngga mau ganggu orang mesra-mesraan."
Elena pun meninggalkan Apartement David dengan dijemput supir pribadinya.
***
di kamar
Ragiva duduk di depan cermin dan memakai skincare malamnya. Tentu saja, meski Ia sangat cantik, itu berkat kerutinannya memakai skincare, walaupun Ia memang terlahir cantik.
David duduk di bibir ranjang tanpa mengalihkan perhatian menatapi istrinya.
"Mas, kenapa kau selalu menatapku dari tadi?" Clary berbalik menatap suaminya.
"Aku tak bisa memalingkan mataku dari pemandangan indah di depanku." Goda David membuat Clary beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kasur.
Ia berdiri di depan David hendak naik ke ranjang, namun tangan David dengan cepat manarik tubuh Clary hingga duduk di pangkuannya.
"Kau sangat cantik." Ucap David menatap mata Clary dalam-dalam dan memeluk pinggang istrinya itu.
"Kau sekretaris licik. Kau membuat aku tak bisa sedetikpun tak memikirkanmu." Ucap David lalu mencium bibir Clary dengan lembut. Clary menerima ciuman David. Ia semakin erat memeluk David, bahkan membuka mulutnya membuat David lebih leluasa menjelajahinya.
David melepas ciumannya memberi Clary ruang untuk bernafas. Beberapa detik kemudian, Ia kembali mel*mat bibir istrinya, bahkan semakin ganas. Clary tak menolaknya sama sekali, bahkan menikmati setiap sentuhan suaminya yang mulai menggerakkan tangannya menyentuh gunung kembar Clary.
David dengan perlahan membaringkan tubuh istrinya lalu menindihnya tanpa melepaskan ciumannya.
David melepas ciumannya sejenak, menatap Clary dengan dalam yang dibalas senyuman oleh Clary.
David membuka kancing piyama Clary satu persatu hingga memperlihatkan gunung kembar Clary tanpa bra.
"Kau sengaja menggodaku sayang." David tersenyum, mangalihkan ciumannya dari dahi, kedua mata Clary, hidung, pipi, dan bibir Clary.
Tak sampai disitu, David menurunkan ciumannya ke leher Clary, membuat Clary memejamkan matanya.
David tak mengalihkan tangannya dari dada Clary dan sesekali menciumi dada Clary dan menghujaninya dengan jejak kepemilikan.
David kembali menggerakkan bibirnya menurun ke parut Clary, namun tangan Clary langsung menghentikan aksi suaminya yang sudah diselimuti nafsu.
"Sayang, Aku datang bulan." Ucap Clary tersenyum membuat David beranjak dari tempatnya untuk duduk.
"Sejak kapan?" Tanya David.
"Ini hari pertama." Ucap Clary dengan senyum kecutnya.
"Biasanya berapa lama?"
"Seminggu." Jawab Clary.
"Aku harus menunggu selama itu?" Ketus David membuat Clary menganggukkan kepalanya.
David menghela nafasnya. Dengan terpaksa Ia harus menahan hasratnya malam ini dan seminggu ke depan.
"Baiklah, ayo kita tidur." Ajak David menarik Clary ke pelukannya.
Clary tersenyum dan membalas pelukan David.
"Tsk..Padahal sedikit lagi." kesal David dalam hati.
Tbc..