
Clary merebahkan tubuhnya di atas kasur kesayangannya. Ia lelah setelah berjam-jam menemani boss nya di perjamuan. Ia teringat akan perkataannya boss nya tadi saat sedang perjalanan pulang.
*Flashback On
di dalam mobil
"Mulai sekarang aku akan mengubah jadwalku." Ucap tiba-tiba David tanpa menoleh dan memegang dagunya dengan siku yang menumpu di pintu mobil.
Clary yang mendengar ucapan bossnya lngsung tersentak kaget dan berpikir sejenak lalu menoleh ke arah David.
"Maksud Bapak, ingin mengubah jadwal bapak seperti apa?" Tanya Clary yang menghadap ke arah David.
"Mengubah jadwal ku untuk ke kantor. Aku akan datang setiap hari ke kantor." Ucap David melirik sekilas ke arah Clary lalu kembali fokus menatap keluar kaca mobil.
Ken hanya diam seribu bahasa mendengar perkataan Boss sekaligus sahabatnya tesebut, meskipun dalam hatinya terbesit beberapa pertanyaan dengan kelakuan David yang tiba-tiba berubah.
"Oh, baiklah pak." Jawab Clary mengangguk.
"Dan satu lagi..." David membalikkan kepalanya dan kini menatap Clary.
Clary mengangkat kedua alisnya dan juga menatap David dengan tatapan seakan meminta lanjutan akan ucapan David.
"Mulai besok, kamu juga harus mengurus segala kebutuhan pribadiku." Ucap David santai.
Clary terkejut memdengar perkataan bossnya.
"Maksud Bapak, kebutuhan pribadi yang bagaimana?" Tanya Clary keheranan dan mengangkat sebelah alisnya.
"Kau harus datang ke rumahku sebelum jam 06.30 pagi untuk mempersiapkan semua kebutuhanku sebelum ke kantor." Jawab David, lalu kembali fokus menatap jalan.
"Ma-maksud Bapak bagaimana? Saya harus memepersiapkan segala kebutuhan Bapak?" Tanya Clary meminta penjelasan.
"Apa termasuk menyiapkan sarapan, pakaian, Dasi, sepatu, dan lain-lain?" Tanya Clary memastikan dan memiringkan kepalanya menatap David.
"Yah, kau cukup pintar. Jadi, kau harus bekerja dengan baik, dan jangan terlambat. Kau tau aku tidak suka orang yang tidak disiplin." Tegas David tak ingin dibantah.
Clary yang mendengar perkataan bossnya hanya bisa menghela nafas memejamkan matanya tanpa bisa membantah ataupun bertanya sebabnya.
"Baiklah, Pak."
*Flashback Off
"Kenapa aku merasa ingin dijadikan pembantu? Aku baru tau sekretaris juga bisa melakukan hal seperti ini. Apalagi dengan pria sedingin ini? Apa aku sanggup? Aku berharap ini hanya mimpi. Huwaa...." Ocehan Clary sambil mencak-mencak diatas tempat tidurnya.
Keesokan harinya....
Alarm berbunyi menunjukkan pukul 05.00. Clary yang masih mengantuk mencoba untuk mematikan alarm tersebut kemudian berniat ingin tidur kembali. Namun, Ia tiba-tiba mengingat perkataan bossnya bahwa Ia tidak suka orang yang tidak disiplin. Clary pun berusaha untuk membuka matanya dan bangun dengan terpaksa. Clary mengambil handuk kemudian berjalan ke kamar mandi.
Clary sudah selesai bersiap-siap untuk pergi. Tapi sebelum itu, Ia terlebih dahulu mengecek isi tasnya untuk melihat apakah ada barang yang ketinggalan atau tidak. Setelah merasa semua sudah lengkap, Clary memesan taksi online dan segera menuju ke aprtement David.
Clary turun dari taxi di depan apartement yang terlihat cukup mewah. Clary sudah tidak asing dengan tempat ini. Karena Ia sudah biasa menginjakkan kaki disini untuk membawa beberapa dokumen penting. Namun yang tidak biasa adalah kali ini Ia tidak datang membawa dokumen melainkan datang untuk mengurus bossnya tersebut yang menurutnya sangat tidak ramah.
Clary melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 06.20.
"Haih.. Syukurlah aku tidak telat. Meskipun ini masih membingungkan, Aku harus tetap semangat untuk bekerja." Ucap Clary menyemangati dirinya sendiri.
Ia pun langsung masuk ke Apartement tersebut menggunakan kunci akses yang diberikan oleh David sebelumnya.
Bersambung....
Maaf Ya Guys klo aku up nya gak teratur. Soalnya masih dalam proses pembelajaran. hehe😅