
Mentari menyeruak masuk melalui selah selah fentilasi menyinari wajah Clary. Clary mengerjapkan kedua matanya saat merasa matanya terangsang oleh cahaya mentari pagi. Clary bangun dari tidurnya dan menggosok gosok matanya untuk memperjelas penglihatannya. Setelah semua penglihatannya jelas, Ia menatap sekeliling ruangan.
"Hah? ini dimana? Ini bukan di kontrakanku." Gumam Clary mencoba mengingat-ingat kejadian semalam.
"Oh iya, ini di tempat boss. Haih." Ucap Clary saat ingatannya kembali tentang kejadian semalam.
Ia masih duduk di atas spring bed dengan rambut sedikit acak-acakan. Ia menggaruk kepalanya dan melihat ke arah jam.
"Astaga! Ini sudah jam 07.00. Aku harus menyiapkan sarapan untuk si Es balok." Ucap Clary beranjak dari duduknya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan merapikan penampilannya.
Clary keluar dari kamar tamu dan berjalan cepat menuju dapur. Namun saat sampai di pintu masuk dapur, Clary membelalakkan matanya saat melihat David sudah duduk di depan meja makan dengan pakaian rapih. Clary berjalan menghampiri David sambil menunduk.
"Kau sudah bangun? Ternyata kau sangat pulas Ya tidur di tempatku". Ledek David melirik Clary dengan senyum mengejek.
"Hehe... Ini semua juga karena ulah Bapak yang meminta saya malam-malam kemari hanya karena seekor kecoa." Ucap Clary tersenyum kecut namun terkesan meledek balik.
David yang mendengar ucapan Clary mulai merasa geram.
"Duduk dan makan. Jangan banyak bicara? Kenapa semua wanita cerewet sekali?!" Tandas David lalu menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri.
Clary hanya cekikikan kecil mendengar ocehan David.
Mereka pun makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Beberapa saat kemudian, David mengambil sapu tangan dan mengelap sudut bibirnya untuk membersihkan sisa sisa makanan. David berdiri hendak keluar untuk ke kantor, dan Clary mengikutinya dari belakang.
"Pak, Saya nebeng Ya? Kan kontrakan Saya dan kantor juga searah. Hehe.." Ucap Clary di belakang David dan memiringkan sedikit kepalanya supaya bisa melihat wajah David.
David menghentikan langkahnya tiba-tiba membuat Clary tak sengaja menabrak punggungnya.
Bug..
"Aw." pekik Clary mengusap usap jidatnya yang menabrak punggung kekar di depannya.
David membalikkan badannya menghadap Clary. Berdiri tegak dengan kedua tangan di masukka ke dalam saku celana masing-masing.
"Apa kau bahkan tak punya ongkos untuk membayar taksi?" Tanya David dengan muka datarnya.
"Bukan begitu, Pak. Hitung-hitung kan buat hemat. Anggap saja ini sebagai tanda terima kasih karena saya telah membantu Bapak semalam. Hehe.." Jelas Clary mengunggingkan senyumnya.
Hari ini tak ada jadwal penting, dan Clary pun sudah meminta izin pada David untuk datang terlambat.
Setelah Clary turun dari mobil, David langsung melajukan mobilnya meninggalkan area tersebut.
***
David memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju lift khusus CEO. Saat hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift, tiba-tiba sepasang langkah kaki berjalan mendahuluinya dan ikut masuk ke dalam lift.
"Ikut." Ucap Ken menunjukkan tanda peace dan unjuk gigi pada David.
David hanya melirik ke arah Ken tanpa menggubrisnya.
Lift tertutup dan Ken menekan angka menuju ke lantai yang mereka tuju.
Hening beberapa saat sebelum Ken membuka suara.
"Gimana nih perkembangan hubungan Boss dan Sekretaris?" Goda Ken menyenggol bahu David yang tetap bungkam tanpa menyahut perkataan Ken.
"Dav, Lo denger nggak? Ceritain dong.. Akhir-akhir ini gue liat Lo bareng terus sama Clary. Jangan-jangan udah tahap PDKT nih?" Ucap Ken berniat memancing David untuk bicara.
"Saya Boss, dan dia skretaris. Jadi wajar kalau sering bareng." Jawab David singkat.
"Halah.. Sok Lu. Itu pasti cuma alasan kan. Mana ada sekretaris pake kerja di rumah boss segala? Pasti Lo mulai ada rasa kan sama dia? Ngaku aja deh. Gue dukung kok" Goda Ken tanpa kenal lelah sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Ting..
Pintu lift terbuka.
David melangkahkan kakinya keluar dari lift dan diikuti Ken yang masih menunggu jawabannya.
Bersambung...
Typo? Maaf Ya😁
Jangan lupa like, komen, dan vote nya guys😫