My Lovely CEO

My Lovely CEO
3 Kali Seminggu



Sesampainya David di kantor, ia langsung masuk ke ruangan Clary tanpa mengetuk pintu.


Clary terlihat sedang fokus berkutik dengan komputer hingga tak sadar kini Ia tidak sendiri di ruangannya.


"Ekhem." David berdehem menyadarkan Clary.


"Siang, Pak." Clary langsung beranjak dari duduknya dan memberi hormat pada David.


"Sedang apa?" Tanya David basa-basi. Entah mengapa Mood David hari ini terlihat sangat baik. Apa ada yang merasukimu, David?


"Saya mengatur jadwal, Pak." Jawab Clary tersenyum.


"Sudah selesai?" Tanya David lagi.


"Iya, barusan, Pak." Jawab Clary.


"Ayo." Ajak David lalu berbalik membelakangi Clary hendak melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.


Clary mengernyit heran mendengar perkataan David.


"Ayo? Kemana Pak?" Tanya Clary bingung.


"Ikut Saja!" Perintah David tetap melangkahkan kakinya keluar.


Clary pun hanya nurut dan mengikuti David.


Mereka berdua tengah di dalam mobil yang dilajukan oleh David dengan kecepatan sedang.


"Kita mau kemana, Pak?" Tanya Clary memecah keheningan diantara mereka.


"Ke mall." jawab David.


"Untuk apa kita ke mall, Pak? Bukannya jadwal bapak hari ini sudah selesai. Dan juga hari ini tidak ada pengecekan di mall." Ucap Clary.


David hanya mendengar pertanyaan Ckary tanpa menggubrisnya.


"Turun!" perintah David.


Ya, mereka sudah berada tepat di depan mall di pusat kota.


David berjalan masuk diikuti dengan Clary.


Sesampainya di sebuah toko pakaian...


"Pilih beberapa baju dan juga sepatu!" Perintah David.


"Kenapa Saya harus membeli baju? Apa hari ini kita akan ke perjamuan lagi?" Tanya Clary kebingungan.


"Aku menyuruhmu membeli kemeja kerja, bukan gaun." Ucap David memasukkan kedua tangannya di saku celananya.


" Ya untuk kerja. Memangnya untuk apa lagi? Kau lihat bajumu ini. Kau memakainya 3 kali dalam seminggu. Jika orang lain melihat, bisa saja mereka mengira bahwa ini adalah seragam kantor." Ucap David dengan nada meledek menunjuk pakaian Clary.


Clary menunduk melihat pakaian yang dikenakannya.


"Benar juga. Aku memang memakainya 3 kali seminggu." Pikir Clary.


Clary pun masuk dan memilih beberapa pakaian dan juga sepatu yang cocok dengannya.


***


Di dalam mobil menuju kediaman Agatha


"Hari ini kita akan pindah ke apartement. Barang-barang mu sudah disiapkan oleh Fang. Kita ke rumah hanya akan pamit kepada Mami dan Papi serta mengambil barang-barang." Jelas David fokus menyetir tanpa melirik Clary.


Clary hanya mendengar dan mengangguk mengerti.


Kini mereka sudah berada di kediaman Agatha.


"Mi, Pi, kami akan pulang." Pamit David kepada orang tuanya di berdiri di depan pintu.


"Iya, kalian jaga diri baik-baik ya.. Jangan lupa untuk sering berkunjung kemari." Ucap Elena tersenyum pada Clary dan David.


"Clary, Mami pasti akan sangat merindukanmu." Ucap Elena memeluk Clary dengan sayang.


"Kita akan sering bertemu, Mi." Jawab Clary tersenyum mebalas pelukan Elena.


"Dan jangan lupa, Mami sangat bahagia jika bisa segera bertemu dengan cucu Mami." Bisik Elena pada Clary lalu melepas pelukannya membuat wajah Clary bersemu merah.


"David, jaga istrimu baik-baik." Titah Jason pada putranya tersebut.


"Iya, Pi. Kalau begitu kami pamit." Davi memeluk Mami dan Papinya, begitu juga dengan Clary.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan melenggang pergi dari rumah Agatha setelah saling melambaikan tangan.


Apartement..


Jam menunjukkan pukul 18.45, Clary masuk ke kamar untuk memindahkan pakaiannya dan juga pakaian David ke lemari. Ia sempat singgaj di kontrakannya untuk mengambil semua barang-barangnya dan dipindahkan ke apartement David.


David keluar dari kamar mandi bertepatan dengan Clary yang telah selesai dengan pekerjaannya.


Clary pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yanh terasa lengket.


15 menit kemudian


Bersambung...