
"Clary."
Clary membalikkan badan saat seorang memanggilnya.
"Pagi Nyonya." Sapa Clary menunduk hormat dan memperlihatkan senyum manisnya.
"Hey, apa ini? Sampai kapan kau akan memanggilku seperti itu? Aku bukan majikanmu!" Tandas Elena menunjukkan raut wajah marah sambil berjalan mendekati Clary.
"Astaga.. Aku lupa bahwa nyonya sekarang adalah mertuaku. Tapi.. Aku harus memanggilnya apa? Mami?" Gumam Clary menunduk karena tak berani menatap Elena yang marah.
"Apakah Nona Muda akan diomeli oleh Nyonya besar seperti Pak David dulu?" Batin Fang melihat kedua orang yang ada di depannya.
"Clary.. Kau sekarang sudah menjadi menantu keluarga ini. Jadi kau harus memanggil orang tua David Mami dan Papi juga😑" Perintah Elena.
"Maafkan Clary, Nyo- Eh, Mami." Ucap Clary masih menunduk karena gugup.
Elena yang melihat tingkah menantunya tak bisa menahan tawa hingga terbahak-bahak.
"Hahahahah... Kau sungguh manis sekali. Aku memang tidak salah memilih menantu." Ucap Elena lalu mengelus-elus kepala Clary.
"Bukan begitu, Fang?" tambah Elena meminta pendapat Fang.
"Iya Nyonya." Jawab Fang mengangguk hormat.
"Haih..Untunglah Nona Muda tidak diomeli. Jika Iya, bisa-bisa waktu sarapan akan habis dengan ceramah Nyonya besar." Batin Fang lega.
"Hmm? Apa ini? Bukannya tadi Nyonya marah? Kenapa sekarang malah memujiku?" Gerutu Clary dalam hati menengadahkan wajahnya ke Elena.
Elena berjalan ke meja makan dan diikuti Clary. Sedangkan David dan Jason baru saja masuk ke ruang makan. Dasar mereka bapak dan anak kompak sekali.
Mereka pun duduj dan menikmati makanan mereka masing-masing tanpa mengeluarkan suara.
***
Seperti biasa, kantor selalu disibukkan dengan dokumen-dokumen yang menumpuk.
David sibuk berkutik dengan laptopnya sampai ketukan pintu tsk mengalihkan fokusnya sama sekali.
Clary masuk membawa iPad di tangannya.
"Permisi, Pak. Nanti jam 12.00 Bapak ada janji makan siang dengan dengan perwakilan E.K Group di Caffe ***." Clary mengingatkan.
David hanya meresponnya dengan anggukan.
"Tadi saya juga mendapat Email bahwa perwakilan dari London telah tiba di bandara 1 jam yang lalu. Jadi Saya mengatur jadwal untuk penandatanganan kontrak yang akan diambil oleh oleh Manager Ken." Jelas Clary lagi.
Mendengar hal tersebut, David langsung mengalihkan fokusnya menatap Clary seperti memikirkan sesuatu.
"Apa dia seorang wanita?" Tanya David.
Davidpun kembakli fokus dengan pekerjaannya, dan Clary pamit untuk kembali ke ruangannya. Di kantor, mereka memang sepakat untuk menyembunyikan pernikahan mereka. Jadi, bersikap profesional hanya sebagai Sekretaris dan Boss memang sudah sewajarnya.
Jam makan siang tiba, beberapa karyawan kantor terlihat keluar untuk makan siang teruratama Clary.
Clary masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai tujuannya. Namun saat lift hampir tertutup sempurna, tiba-tiba ada tangan yang menghalangi pintu tersebut. Pemilik tangan tersebut langsung masuk ke lift lalu mensejajarkan tubuhnya dengan Clary.
"Hi, Clary." Sapa Ken yang sedikit ngos-ngosan namun masih mempetlihatkan senyum manisnya dihiasi lesung pipi di kedua pipinya. Aaa, sungguh manis kau Ken. Jika saja Clary belum menikah, mungkin kau ada kesempatan untuk masuk ke dalam hatinya.
"Hai, Manager Ken." Balas Clary mengangguk pelan dan jugs memperlihatkan senyum manisnya.
"Mau makan siang?" Tanya Ken.
"Ya." Jawab Clary.
"Bagaimana jika makan bersama? Hari ini Boss tak ingin di ganggu, jadi aku tidak punya teman makan lagi😢" Ajak Ken memperlihatkan wajah cemberutnya.
"Haha... Dengan senang hati" Ucap Clary tersenyum melihat tingkah Ken.
Clary dan Ken memang sudah akrab sejak Clary menjadi sekretaris. Apalagi sekarang Clary bukan hanya sekretaris lagi, melainkan Nyonya CEO dari J.D.A Group meskipun di kantor hanya Ken ysng mengetahui pernikahan Clary dan David.
Pintu lift terbuka, Ken dan Clary pun keluar bersama membuat semua mata yang ada di lobby tertuju melihat mereka.
"Wah.. Pak Manager dan Sekretaris Clary sepertinya sangat cocok Ya." Bisik penggosip A.
"Aaaa.. Pak Manager sangat manis" Ucap penggosip B yang melihat Ken tersenyum pada setiap karyawan yang menyapanya.
"Kalian dipekerjakan disini bukan untuk bergosip." Ucap Viola, Manager keuangan di J.D.A Group yang terkenal sudah lama mengidamkan manager Ken namun belum pernah kesampaian juga.
"Cih. Cocok dari mananya? Hanya kelas rendahan saja. Lebih cocokan juga Aku." Batin Viola menatap sinis ada para penggosip yang merupakan karyawan biasa.
Sontak para penggosip tadi berbalik menatap Viola dengan takut.
"Siang Bu Manager." Ucap Mereka bersamaan dengan canggung.
Viola hanya menatap sinis mereka dan berlalu pergi keluar dari kantor menjinjing tasnya. Berjalan Bak model dengan tubuh ramping nan seksinya.
Bersambung...
***Typo? Maaf🙏
Jangan pelit like sama vote nya dong, Guys😢😢
Supaya author makin semangat ngembangin Novel ini biar makin seru.
Kalau ada kekurangan, bisa diberikan kritik dan juga saran. Juga, jangan sungkan untuk share ke teman-teman kalian Ya.
Terima kasih😊😊😊***