My Lovely CEO

My Lovely CEO
First Kiss



Clary membulatkan matanya menatap sosok lelaki tampan menggunakan baju kasual duduk di sofa ruang tamunya. Siapa lagi kalau bukan David.


"Se-sedang apa Bapak disini?" Tanya Clary gugup karena masih terkejut dengan keberadaan David di kontrakannya. Apalagi ini sudah menjelang malam, karena jam ditangannya menunjukkan pukul 18.25.


"Dari mana kau?" Tanya David tanpa menghiraukan pertanyaan Clary.


"Sa-Saya punya urusan di luar tadi. Bapak belum menjawa pertanyaan Saya. Sedang apa Bapak di kontrakan Saya? Sejak kapan Bapak datang? Dan bagaimana cara Bapak bisa masuk?" Tanya Clary karena setaunya dia selalu mengunci pintu kontrakannya jika sedang keluar.


David merentangkan tangannya dan meletakkannya di sandaran sofa.


"Aku lapar, buatkan aku makanan seperti tempo hari." Ucap David santai tanpa merasa bersalah dengan.


"Bapak kan bisa meminta Art yang ada di apartement Bapak untuk membuatkan makanan." Ucap Clary mengernyitkan dahinya melirik David dan berjalan menuju kamar untuk menyimpan goodie bag yang ia tenteng dari tadi.


David yang melihat Clary masuk ke dalam kamar juga ikut masuk ke kamar Clary.


Clary yang sadar diikuti oleh David langsung membalik badannya menghadap David dan menatap tajam pria tampan di hadapannya.


"Kenapa Bapak ikut masuk ke kamar Saya? Apa begini etika Bapak saat bertamu di rumah seorang wanita? Malam-malam pula." Tanya Clary ketus karena kesal dengan kelakuan David yang seenaknya.


David hanya diam mendapat pertanyaan dari Clary. Ia bungkam sesaat seakan sedang memikirkan sesuatu dan menatap Clary.


"Apa Bapak tidak punya mul-" Ucapan Clary terhenti saat David tiba-tiba mendekat danembungkam mulut Clary dengan bibirnya secepat kilat.


Cup


"Aku lelah, aku ingin istirahat. Cepat buatkan aku makanan. Aku ingin tidur sebentar. Bangunkan aku jika makanannya sudah siap!" Ucap David melangkah ke arah kasur dan merebahkan tubuhnya di san dengan satu lengan ia letakkan di atas keningnya.


"Apa yang Bapak lakukan?" Ucap Clary kes membalik badannya ke arah David yang sudah terlelap.


Clary yang melihat David sudah terlelap, mengurungkan niatnya untukengomeli David dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Ia mengunci pintu kamar mandi lalu berdiri di depab cermin sambil memegang bibirnya.


"Apa tadi itu ciuman pertamaku?" Batin David melihat pantulan diriny di cermin.


"Aargghh... Kenapa ini bisa terjadi? Bibirku sudah tidak suci lagi." Teriak Clary dalam hati memegang pipinya frustasi.


"Dan kenapa jantungku berdetak sangat kencang? Ada apa ini?" Clary terus menggerutu dalam hati sambil menepuk nepuk pipinya dengan kedua tangannya.


Beberapa menit di dalam kamar mandi, Clary kemudian keluar dengan menggunakan baju sehari-harinya. Saat membuka pintu kamar mandi, dilihatnya David masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Terlihat raut wajah David yang lelah. Clary mengurungkan niatnya untuk mengusir David, dan Ia pun bergegas ke dapur untuk memasak makan malam.


Clary memasak seadanya karena bahan makanan di rumahnya mulai menipis dan Ia lupa memeriksanya tadi pagi. Setelah selesai memasak, Clary menyiapkan masakannya di ataseja makan kemudian bergegas menuju kamar untuk memanggil David.


David dan Clary makan malam bersama. Mereka menyantap makanan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Clary terlihat begitu canggung menundukkan kepalanya saat mata tajam David memperhatikannya makan.


"Clary" Ucap David setelah meletakkan sendok di tangannya dan meneguk air mineral di depannya.


Clary langsung menengadahkan wajahnya ke arah David sambil tetap mengunyah makanannya.


"Hmm?" Jawab Clary cepat menaikkan kedua alisnya. Karena jujur saja, saat ini Clary tak tau apa yang harus Ia lakukan karena terlalu gugup.


Bersambung...