My Lovely CEO

My Lovely CEO
Klien Penting



Keesokan harinya


Hari senin, David bangun dan melihat jam dinding yang menujukkan pukul 07.00, David pun bergegas ke kamar mandi untuk bersiap ke kantor.


Hari ini Art yang di sewa David datang untuk membereskan apartement. Bi Siti melihat David menuruni tangga menuju ke dapur.


Bi Siti pun menghampiri David yang sudah duduk di meja makan.


"Den, Mau Bibi buatin sarapan?" Tanya Bi Siti, karena biasanya David langsung ke arah kulkas saat turun dari tangga. Tapi sekarang, David langsung duduk di meja makan dan terlihat sedikit terburu-buru.


"Iya, Bi." Jawab David singkat.


Bi siti pun menunduk hormat lalu berbalik menuju kulkas untuk mengambil roti dan selai. Tak lupa pula susu, yang baik untuk kesehatan. Bi Siti sudah hafal apa yang majikannya sukai. David setiap pagi hanya akan makan roti selai dengan susu sebagai minumannya. David selalu menjaga porsi makannya dan rajin berolahraga. Itulah yang membuat tubuh David sangat ideal dengan perut Six pack nya.😅


Bi Siti pun meletakkan roti dan susu di atas meja depan David.


"Silahkan, Den." Sambil menunjuk hormat kearah makanan.


"Makasih, Bi." Jawab David.


Setelah sarapan, David buru-buru menuju ke kantor menggunakan mobil mewahnya. 30 menit kemudian, David memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam kantor. Di Lobby perusahaan, semua staff yang melihat David datang langsung menunduk hormat pada David, namun David terus berjalan tanpa membalas hormat karyawannya.


David masuk ke dalam lift dan menekan angka tombol menuju lantai 30.


Setelah beberapa saat, David sampai di lantai 30 dan melihat Ken yang sudah berdiri di depan ruangannya. David pun menghampiri Ken. Ken yang melihat David, langsung menyapa David dengan wajah lega.


"Hi, Dav. Untung Lo gak terlambat. Klien kita kali ini penting banget. Pak Wilson dari E.K Group katanya mau meeting masalah rencana kita yang mau ngembangin Hard Ware juga". Kata Ken menjelaskan.


Beberapa menit kemudian, Klien David pun tiba di kantor yang disambut dengan Ken. Ken pun mempersilahkan Pak Wilson untuk duduk di Sofa di depan meja kerja David. Pak Wilson pun duduk di Sofa, lalu David berjalan ke arah Pak Wilson dan menjabat tangannya yang di ikuti senyum profesionalnya.


"Apa kabar, Pak Wilson?" Ucap David ramah dan beranjak duduk.


"Baik, Pak David. Bagaimana dengan Anda?" Ramah Pak Wilson.


"Baik." Ucap David.


Meeting pun dimulai. Dengan dihadiri, Pihak Klien dan asistennya, serta Pihak David yang bersama Ken.


David pun menjelaskan rencana umumnya, dan Ken menjelaskan tentang kerincian produknya. Karena ia merupakan perencana dan juga perancang produk tersebut.


1 jam berlalu, meeting pun berjalan dengan lancar. Pak Wilson sudah meninggalkan ruangan David, dan diantar oleh Ken sampai di depan pintu ruangan David.


David kemudian kembali masuk ke ruangan David dan melihat David yang sudah kembali ke mejanya dan fokus menatap laptopnya kembali. Ken duduk di sofa, lalu menatap David yang terlihat sibuk.


"Dav." Panggil Ken.


"Hmm." Jawab David tanpa menoleh.


"Kayaknya Lo butuh Sekretaris deh." Ucap Ken yang membuat David langsung mengalihkan pandangannya ke Ken.


Bersambung...