
Pagi ini Clary bangun pukul 05.30. Ia bangun sangat pagi (menurut clary😂) karena biasanya ia bangun jam 7. Ia membereskan tempat tidurnya yang berantakan dan seluruh sudut rumahnya yang sempit itu. Yah, Clary tinggal di sebuah kontrakan susun kecil dengan sewa bulanan yang menurutnya cukup untuk ia bayar dengan gajinya yang ia dapatkan dari pekerjaannya sekarang yakni karyawan di salah satu toko bunga.
Hari ini Clary bangun sangat pagi karena Ia berencana untuk mencari lowongan pekerjaan. Ia memang sudah memiliki pekerjaan, tapi gajinya hanya cukup untuk membayar sewa kontrakan dan makan saja. Sedangkan Clary juga harus membeli pakaian baru karena pakainnya yang sekarang sudah banyak yang tidak muat di badannya. Ia memang memiliki tubuh yang langsing (pokoknya body goals deh), tapi ia jarang membeli pakaian karena kekurangan uang dan juga kesibukannya di toko bunga.
Jam menunjukkan pukul 07.00, dan Clary pun sudah bersiap-siap untuk keluar. Clary memang berniat untuk mencari lowongan pekerjaan, tapi sebelum itu Clary pergi ke Swalayan untuk membeli bahan makanan karena stok makanan di rumahnya habis.
***
David tinggal di salah satu apartement mewah yang memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Ia tinggal sendiri karena Ia ingin hidup mandiri tanpa membebani orang lain, termasuk orang tuanya. Ia menyewa asisten rumah tangga untuk membersihkan tempat tinggalnya, namun jadwalnya hanya 2 hari sekali. Hari ini Ia bangun pukul 06.30.
Ia melihat jam, dan kemudian berjalan ke kamar mandi. Setelah 15 menit berlalu, David pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk mandi berwarna abu-abu. Ia kemudian berjalan ke arah lemari untuk memakai pakaiannya. Di dalam lemarinya terpampang jelas beberapa setelan jas dan pakaian brandid.
David hanya memakai pakaian casual karena hari ini adalah akhir pekan. Tapi sebenarnya Ia memang sangat jarang pergi ke kantor. Jadwalnya hanya 3 kali dalam sepekan karena kebanyakan pekerjaannya Ia kerjakan di rumah. Sedangkan urusan di kantor, Ia menyerahkannya kepada Ken, manager perencanaan dan pengembangan di JDA Group sekaligus sahabatnya. David hanya ke kantor jika ada meeting dengan klien.
David kemudian menuruni tangga dan berjalan ke lantai 1 menuju dapur karena Ia merasa haus dan lapar. Ia kemudian membuka Kulkas untuk mengambil susu serta roti untuk sarapan. Ia sangat suka makan roti dengan selai kacang. Ia pun mengambil selai kacang yang ada di kulkas. Tapi saat Ia membuka penutup selai kacang tersebut, ternyata selainya telah habis. Jadi Ia hanya memakan roti dengan selai coklat.
Setelah sarapan, David bergegas mengambil Handphone dan kunci mobilnya di kamar karena Ia ingin pergi ke Swalayan untuk membeli selai kacang kesukaannya. Yah, David memang lebih suka mengurus urusan pribadinya sendiri dari pada diurus orang lain. David berjalan keluar menuju ke garasi untuk mengambil mobil. Di garasi hanya ada 1 mobil mewah, 1 motor sport, dan 1 motor matic. David memang tidak tertarik mengoleksi banyak transportasi. Cukup masing-masing satu, karena Ia juga hanya tinggal sendiri.
bersambung:)