My Lovely CEO

My Lovely CEO
Shopping



Ken ikut keluar dan berlari kecil untuk mensejajarkan langkahnya dengan David yang ada di depannya.


"Dav, cerita dong." Pinta Ken sok manja.


David menghentikan langkahnya yang otomatis membuat Ken juga ikut berhenti.


"Sepertinya kita butuh OB ya?!" Ucap David menatap ke depan seperti sedang berpikir.


Ken mengangkat kedua alisnya menatap David lalu menatap ke arah yang sama dengan David.


"Kayaknya Dokumen yang kemarin masih harus di review deh. Gue ke ruangan dulu Gue dulu Ya." Pamit Ken mengalihkan pembicaraan lalu berjalan cepat ke ruangannya karena paham dengan ancaman yang dikatakan David jika Ia masih melanjutkan godaannya tentang Clary.


David masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursi singgasananya mulai berkutik dengan laptop di depannya.


***


Clary sedang memeriksa beberapa berkas di mejanya. Tiba-tiba getaran ponselnya mengalihkan fokusnya.


Drrtt..


Drrtt..


Clary melihat layar ponselnya. Clary mengernyitkan dahinya saat melihat siapa yang meneleponnya disaat jam kerja begini. Clary mengatur nafas dan buru-buru menjawab teleponnya.


"Halo, selamat siang, Nyonya." Sapa Clary ramah pada Elena. Ya, orang yang menelepon Clary saay jam kerja begini adalah Elena, Mami dari bossnya yang dingin.


"Clary, bagaimana kabarmu?" Ucap Elena antusias dari balik telepon.


"Baik, Nyonya. Bagaimana dengan Nyonya?" Tanya balik Clary.


"Sangat baik. Mm.. Clary, bisakah kita bertemu? Aku bosan di rumah. Bisakah kita makan siang bersama? kita sudah cukup lama tidak bertemu." Ajak Elena terdengar memohon.


"Hmm... Baiklah Nyonya. Nanti kita bertemu setelah jam makan siang tiba." Ucap Clary.


"Baguslah. Kita bertemu di restaurant dekat perusahaan saja ya!?" imbuh Elena lalu memutus sambungan.


Clary menaruh ponselnya di atas meja lalu bersandar di kursinya.


"Huft... Kenapa Nyonya Elena sangat ramah padaku? Tidak seperti anaknya yang super dingin itu. Atau jangan-jangan, dia bukan anaknya? Pfftt.." Ucap Clary melantur sambil tertawa cekikikan menutup mulutnya dengan tangannya.


Jam menunjukkan pukul 12.00, saatnya jam makan siang. Clary merapikan berkas di mejanya kemudian beranjak hendak ke ruangan David. Namun saat Clary membuka pintu ruangannya, Clary berpapasan dengan David.


"Siang, Pak. Apa Bapak ingin makan siang di luar?" Tanya Clary menunduk hormat.


"Ya. Kau tak perlu menyiapkan makan siang. Aku akan makan di luar dengan Ken." Jawab David datar dengan menaikkan sebelah alisnya melirik Clary.


"Baik, Pak." Ucap Clary hormat tanpa mendapat respond dari David yang sudah masuk ke ruangan Ken.


Clary pun berjalan dan masuk ke dalam lift.


Clary sampai di restaurant yang dekat dengan kantornya. Clary melihat sekeliling dan kemudian matanya tertuju pada wanita paruhbaya namun masih terlihat cantik di meja pojok melambaikan tangan ke arahnya yang tak lain adalah Elena.


Saat pesanan datang, mereka pun mulai menyantap makanannya sesekali diselingi dengan percakapan dan candaan mereka.


Elena mengambil tissue dan membersihkan sudut bibirnya dari sisa-sisa makanan kemudian meminum minumannya, begitu juga dengan Clary.


"Mm.. Clary. Aku ingin mengajakmu untuk menemaniku shopping. Aku sangat bosan jika harus pergi sendiri." Elena memanyunkan bibirnya.


"Saya senang bisa menemani Nyonya, tapi di kantor masih banyak pekerjaan yang harus saya bereskan Nyonya. Pak David akan kewalahan jika harus membereskannya sendiri." Jelas Clary tersenyum kecut.


"Tenang saja. Aku yang akan berbicara dengannya." Ucap Elena tersenyum menunjukkan giginya.


"Baiklah, Nyonya."


***


David menyantap makanannya di temani dengan Ken. Sebelum Clary menjadi sekretaris David, David memang selalu di temani makan siang dengan Ken, sahabatnya. Kadang, mereka ke restaurant atau Ken langsung membawakan makanan untuk David di ruangannya. Maklum, keduanya jomblo akut. Bukan karena tak laku, tapi belum menemukan yang cocok. Keduanya bisa dengan mudah mendapatkan wanita jika hanya butuh yang berparas cantik dengan tubuh indah, Terutama David. Namun entah kenapa, keduanya sama sekali tak tertarik dengan hal itu. Mereka hanya disibukkan dengan pekerjaan kantor. Kali ini David mengajak Ken makan siang di luar karena berencana ingin membicarakan produk baru yang akan launching beberapa minggu lagi.


Ken menyantap makanannya dengan sesekali melemparkan joke recehnya yang membuat David tak tertawa sedikitpun.


Drrtt..


Drrtt..


Bunyi ponsel David menghentikan gerak tangannya yang menyendok makanan, begitu juga dengan Ken.


"Siapa?" Tanya Ken penasaran.


"Mami." jawab David santai lalu mendekatkan ponsel di telinganya untuk menjawab telepon maminya.


"Halo, Mi. Ada apa?" Tanya David to the point.


"Lian, Hari ini Mami pinjam sekretaris kamu Ya. Soal pekerjaan, minta saja Ken untuk membantumu." imbuh Elena di telepon.


David mengangkat alisnya sebelah karena heran. Baru saja David ingin menjawab, namun Elena segera memutuskan sambungan teleponnya.


David meletakkan ponselnya di atas meja dan menyantap makanannya kembali.


"Kenapa?" tanya Ken sambil mengunyah makanannya.


Bersambung...


Typo? Maaf.


Jangan lupa like, komen, dan votenya ya, Guys!🙏🙏🙏


Karena dukungan dari kalian sangat berarti untuk Author.


Terima kasih:)