
Clary sampai di depan Swalayan setelah berjalan 500 meter dari rumahnya. Ketika hendak melangkahkan kaki masuk ke Swalayan, tiba-tiba...
Drrttt...
Drrttt...
Hpnya bergetar dan saat Ia melihat layar, tertulis nama Windy, rekan kerjanya di toko bunga sekaligus sahabat yang membantunya menjadi karyawan di toko bunga tersebut.
"Halo, Win. Kenapa?" Tanya Clary.
"Halo, Ry. Kamu gak masuk kerja hari ini?" Tanya Windy bingung.
"Iya, Aku udah izin sama Bu Tanti (pemilik toko bunga). 3 hari ini aku rencananya mau nyari lowongan kerja, Win." Jawab Clary.
"Oh, Aku pikir kenapa. Yaudah, semangat Ya Ry. Semoga kamu cepat dapat kerjaan barunya." Ucap Windy dengan nada lega.
"Makasih ya, Win. Kalo gitu, Aku tutup teleponnya yah? Bye." Ucap Clary yang langsung menutup teleponnya.
Toko bunga yang ditempati Clary merupakan toko bunga kecil. Jadi, biarpun akhir pekan, toko bunga tersebut tetap buka agar tidak ketinggalan pelanggan.
Clary pun berjalan untuk mengambil troli dan masuk ke swalayan untuk membeli beberapa bahan makanan.
***
David menjalankan mobilnya dengan santai sambil mendengarkan lagu "Perfect" dari Edd Sheeran.
Sesampainya di depan swalayan, David memarkirkan mobilnya di tempat parkir. Kemudian turun dari mobil dan berjalan mengambil troli lalu masuk ke swalayan. Ia ingin membeli beberapa toples selai kacang dan juga sekalian membeli bahan makanan.
Pertama, Ia menuju ke rak tempat daging dan memilih daging segar. Kemudian berjalan ke arah rak buah dan sayur. Setelah selesai memilih beberapa buah dan sayuran, David pun berjalan menuju rak selai.
***
Sesampainya di depan rak Roti dan selai yang berdempetan, Clary pun mengambil 3 toples selai strawberry dan berniat ingin mengambil selai kacang. Karena selain selai strawberry Ia juga sangat suka selai kacang. Namun,
deg
Saat ingin mengambil selai kacang yang ada di depannya, tiba-tiba Ia kaget karena ada tangan lain yang memegang tangannya yang sebenarnya Ia juga ingin mengambil selai kacang tersebut. Ya, siapa lagi kalau bukan David.
"Maaf, Tuan. Saya duluan yang memegang toples ini." Ucap Clary tersenyum tipis.
"Tapi Saya duluan yang melihatnya." Ucap David dengan muka datarnya.
"Baiklah, Jika Tuan ingin mengambil selai ini. Tapi sebelumnya, Lepaskan dulu tangan Saya!" Pinta Clary mengalah sambil menunjuk tangannya yang masih dipegang oleh David.
David pun melepaskan tangan Clary lalu mengambil selai kacang tersebut. Clary yang merasa agak risih langsung mengambil beberapa selai yang ada di sebelah dan berlalu pergi meninggalkan David yang masih sibuk memasukkan beberapa selai kacang ke trolinya.
Setelah beberapa langkah, Clary berbalik menatap David dengan tatapan sinis.
"Kenapa sikap pria itu dingin sekali? Dan juga, tidak mau mengalah pada wanita. Sangat tidak ramah." Batin Clary sambil memanyunkan bibirnya dan berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaannya. Setelah selesai, Clary kemudian pulang dengan menenteng beberapa kantung plastik ditangannya. Tentu saja Ia pulang dengan berjalan kaki juga.
***
David yang selesai memilih selai pun berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaannya. Kemudian keluar menuju mobilnya dan membuka bagasi mobil untuk menyimpan bawaannya. David pun masuk ke mobil dengan santai dan menjalankan mobilnya menuju ke apartement mewahnya.
Bersambung...
Semoga kalian suka yah, Guys😊
Dan jangan lupa, Like and votenya yah..
Supaya aku makin semangat Up nya😂😂😂