
Clary terkejut saat mendapati Doni tengah berdiri di hadapannya.
"Sedang apa dia di toilet wanita?" Batin Clary namun Ia tetap melanjutkan langkahnya tanpa berniat menegur Doni.
Namun saat ingin melewati Doni, Clary merasa ada yang menarik tangannya.
"Aaa.." Teriak Clary.
Ya, Doni menarik tangannya masuk ke dalam toilet wanita.
Clary mulai panik karena sekarang Ia berada di dalam toilet hanya berdua dengan Doni.
"Apa yang Anda lakukan?" Tanya Clary melototkan matanya.
"Hh.. Menurutmu apa yang kulakukan sayang?" Goda Doni perlahan mendekat membuat Clary spontan berjalan mundur hingga punggungnya membentur tembok.
"Sayang?" Clary masih bertikai dengan pikirannya.
"Jangan mendekat!" Perintah Clary mengangkat kedua tangannya untuk menghalangi Doni.
Namun tangan kekar Doni tiba-tiba memegang dan mengunci tangan Clary di atas kepalanya membuat Clary tak bisa bergerak.
"Lepaskan. Aku akan berteriak jika Kau berani macam-macam." Ancam Clary meronta-meronta saat Doni mendekatkan wajah ke arahnya.
"Coba saja. Tidak akan ada yang mendengarmu disini." Doni menyeringai penuh arti.
"Ya Tuhan. Tolong Aku. David.." Batin Clary tak dapat lagi mbendung air matanya.
***
David mengamati setiap sudut ruangan namun tak menemukan sosok Clary di sana.
Pikirannya pun mulai tak karuan, namun Ia masih berusaha untuk menunjukkan ketenangannya.
Ia menghampiri Ken yang tengah berbincang dengan seorang Artis papan atas yang juga berada di perjamuan. David meminta Ken untuk berbicara sebentar.
"Ada apa?" Tanya Ken saat David memegang pundaknya.
David pun memberikan isyarat pada Ken untuk berbicara sebentar di tempat lain.
"Apa kau melihat Clary?" Tanya David to the point.
"Aku tadi melihatnya berjalan ke arah toilet. Kenapa memangnya?" Ucap Ken santai.
"Sejak kapan?" Tanya David tidak sabaran.
"Sekitar 20 menit lalu." Ken hanya menjawab pertanyaan David.
"Kenapa dia lama sekali di toilet?" Gerutu David.
"Kau bicara sesuatu?" Tanya Ken.
"Tidak. Tidak apa-apa." Jawab David melambaikan tangannya dan meminta Ken untuk melanjutkan perjamuannya.
David masih mencoba untuk menunggu Clary, namun Clary belum juga tetlihat membuat pikiran David mulai tak tenang.
***
"Kau mau apa? Lepaskan!" Clary masih berusah melepaskan diri dari Doni yang semakin berusaha mendekatinya.
"Teriak saja sesukamu sayang. Tak akan ada yang mendengarmu. Lebih baik kita nikmati waktu kita saja." Seringai Doni dengan wajah penuh n*fsu.
"Tidak. Pergi kau!" Teriak Clary.
Doni semakin mempererat cengkraman tangannya di pergelangan Clary membuat Clary meringis kesakitan.
"Clary... Apa kau di dalam." Teriak seseorang dari luar membuat Clary ingin membuka mulutnya namun dengan cepat telapak tangan Doni membungkam mulutnya membuat Clary tak bisa berteriak.
"Mmphh.. Mmphh.." Clary mencoba mengeluarkan suara.
"Jika kau berteriak, kau akan tau akibatnya." Ancam Doni berbisik di telinga Clary.
David yang kini berada di toilet wanita pun mencoba mengecek setiap pintu hingga akhirnya David berhenti di depan pintu yang terkunci dari dalam.
"Clary apa kau di dalam?" David memastikan.
Namun tetap tak ada jawaban meski David sudah beberapa kali mengetuk pintu.
Sementara di dalam, Doni mulai melonggarkan dasinya lalu menutup mulut Clary dengan dasi tersebut. Kemudian melepas ikat pinggangnya dan mengikat kedua tangan Clary yang dafi tadi mencoba untukepas.
Clary hanya bisa terisak tanpa suara karena mulutnya kini ditutup oleh dasi milik doni.
Doni mulai membuka satu persatu kancing kemejanya membuat Clary semakin terisak menggelangkan kepalanya.
"David, tolong aku." Hanya itu yang ada di pikiran Clary saat ini.
David yang mulai panik mencoba untuk mencoba untuk mendobrak pintu tersebut.
Dan dengan sekali tendangan dan
Brakkk
Pintu berhasil di dobrak oleh David. Namun alangkah terkejutnya David dengan apa yang dilihatnya.
"Clary."
Bersambung....
***Halo Guys...
Maaf banget yahhh...
Aku super terlambat up eps barunyaπππ
Jangan lupa like, komen (Kritik maupun sarannya), dan juga votenya ya Guysπππ
Terima Kasih***:)