My Lovely CEO

My Lovely CEO
Bertemu Lagi



Clary dan Ken masuk ke sebuah Caffe yang tidak jauh dari kantor. Mereka berdua masuk lalu memilih tempat duduk yang berada di dekat jendela. Baru saja Clary mendudukkan badannya di kursi, sebuah panggilan masuk di ponselnya.


Drrtt..


Drrtt..


Clary melihat layar ponselnya dan tersenyum saat melihat siapa yang menghubunginya.


"Halo." Ucap Clary.


"Halo, Clary. Kau dimana? Makan siang bareng yuk😁" Ajak Windy di telepon.


"Oh, kebetulan sekali. Aku sedang berada di Caffe dekat kantor. Kau kesini saja." info Clary.


"Baiklah, aku akan segera kesana." Ucap Windy dan mereka pun saling memutus sambungan.


"Siapa?" Tanya Ken yang dari tadi hanya menguping pembicaraan Clary.


"Sahabatku😊" Jawab Clary.


Mereka pun memesan makanan pada waitress yang telah berdiri di samping meja mengukung list book.


Beberapa menit kemudian, Clay mendapat pesan dari Windy bahwa ia sudah ada di depan Caffe.


Clary melihat ke arah Caffe lalu melambaikan tangan pada Windy dan dibalas senyum oleh Windy. Windy masuk menghampiri Clary dan duduk didekatnya tanpa sadar bahwa Clary sedang bersama seseorang.


"Kau dari tadi disini?" Tanya Windy menyimpan tas jinjingnya di sampingnya.


"Ya, lumayan." Jawab Clary tersenyum.


Sedangkan orang yang terabaikan hanya menatap keduanya tanpa bicara sepatah katapun.


"Clary, aku mendapat pekerjaan baru." Windy antusias memberitahukan sahabatnya.


"Wah, benarkah? Apa? Dimana?" Tanya Clary yang juga sama antusiasnya.


"Aku jadi asisten keuangan di E.K Group." Jawab Windy.


"Benarkah? Selamat. Aku ikut senang mendengarnya" Imbuh Clary lalu memeluk sahabatnya tersebut.


"Ekhem." Ken berdehem menyadarkan Clary dan Windy akan keberadaannya.


Windy melepas pelukanna lalu berbalik melihat ke arah Ken, begitu juga dengan Clary.


Deg...


Lagi-lagi jantung Windy berpacu dengan kencang saat kali keduanya melihat Ken.


"Ah, maaf. Aku lupa bahwa aku membawa teman." Clary tersenyum menampakkan giginya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa bersalah pada Ken.


"Oh, Ya. Win, ini Ken, manager pengembangan dan perencanaan di kantorku." Clary memperkenalkan Ken.


"Dia lagi? Aku bahkan sudah berusaha melupakannya. Tapi kenapa malah bertemu lagi? Disaat seperti ini pula." Gerutu Windy dalam hati.


"Win.. Windy." Clary melambaikan tangannya di depan mata Windy karena tak ada respond.


Ken hanya tersenyum heran ditatap seperti itu oleh Windy. Oh, ayolah Ken. Kau bahkan tidak mengingat wanita di depanmu?


"Eh, Iya. Kenapa?" Windy sadar dari lamunannya.


Clary mengernyitkan dahinya melihat tingkah Clary. Tentu saja dia menyadari jika ada yang tak biasa dari tingkah sahabatnya. Namun dengan cepat ia menepis pikirannya itu.


"Ini Ken. Manager pengembangan dan perencanaan di kantorku." Ulang Clary lalu tersenyum menunjuk ke arah Ken.


Ken mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Windy.


"Ken." Ucap Ken tersenyum.


"Dan Ken, ini Windy sahabatku yang pernah kuceritakan padamu"


"Windy." Balas Windy menjabat tangan Ken dan menunjukkan senyum manisnya.


"Dia bahkan sudah melupakanku. Tapi wajar saja, aku bukan siapa-siapanya juga." Batin Windy melepas jabatan tangannya.


Pelayan datang membawa pesanan Clary. Clary sudah memesan untuk Windy juga, karena ia sudah hafal betul dengan selera sahabatnya itu.


Mereka pun menyantap makanannya masing-masing sambil menyelipkan beberapa obrolan untuk memecah keheningan.


***


David menyelesaikan makan siangnya bersama Pak Wilson, pimpinan dari E.K Group. Kemudian dilanjutkan dengan perbincangan mengenai launching produk baru hasil proyek kerja sama kedua perusahaan besar yang akan di laksanakan minggu depan.


Jam menunjukkan pukul 14.07. David dan Pak Wilson sudah terlihat keluar dari Restaurant dan menuju ke mobil masing-masing setelah saling berpamitan dan bersalaman.


David melajukan mobilnya sedang hingga sampai pada lampu merah. David menghentikan mobilnya lalu mengambil kesempatan untuk mengirimi istrinya pesan. Entah mengapa ia langsung kepikiran dengan istrinya yang menggemaskan itu. Aahh.. David, baru juga beberapa jam tidak bertemu, kau sudah merindukannya?!


David mengetik pesan untuk Clary lalu menekan tombol send.


"Kau dimana?"


1 menit kemudian, Ponselnya bergetar dan menampilkan notifikasi pesan dari Clary.


"Saya di kantor, Pak." Balas Clary singkat, padat, dan jelas.


David hanya melihat pesan istrinya lalu tersenyum tanpa membalas.


Lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, David pun langsung melajukan mobilnya menuju ke kantor.


Bersambung...