My Lovely CEO

My Lovely CEO
Sekretaris?



"Sekretaris?" Tanya David menaikkan alisnya sebelah.


"Iya, Sekretaris. Lo kan CEO, tapi Lo sama sekali gak punya sekretaris atau Asisten." Ucap Ken menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


"Kan ada Lo, kenapa harus ada Sekretaris?". Ucap David dan kembali fokus pada laptopnya.


"Lah. Lo kan tau gue juga sibuk. Apalagi akhir-akhir ini gue harus ngurus produk baru kita." Ucap Ken menjelaskan.


"Terus?" Tanya David cuek.


"Yah Lo harus cari orang lain buat bantuin semua kesibukan Lo. Sekalin cuci mata juga hehe.." Ucap Ken cengengesan.


"Cuci mata apaan?" Ucap David yang masih cuek.


"Yaelah, kolot banget sih Lo. Eh Gue kasih tau Ya, Lo tu harus nyari sekretaris. Tapi harus cantik. Selain buat cuci mata, Lo juga bisa nepis gossip kalo Lo itu G*y. Sekali dayung, Dua pulau terlampaui. Kan?" Ucap Ken santai.


"Ah, terserah lah. Lo urus aja. Gue sibuk." David.


"Oke." Ucap Ken dengan senyum sumringah sambil bergegas keluar dari ruangan David.


di luar ruangan,


"Akhirnya Gue bebas juga." batin Ken yang tersenyum puas.


***


Clary yang sudah mengajukan lamaran kerja ke berbagai perusahaan belum juga mendapat panggilan.


Clary pun kepikiran untuk pergi ke toko bunga menemui sahabatnya.


"Eh, Ry. Kamu datang? Gimana? Udah dapat kerjaan belum?" Tanya Windy yang semangat.


"Belum nih, Win. Doain aja yah semoga aku cepat dapat. Soalnya aku udah kirim resume terbaik aku dan lamaran pekerjaan." Kata Clary lesu karena capek berjalan.


"Iya, Aku pasti doain kamu kok. pokoknya Kamu harus semangat. Pasti kamu bakalan cepat dapat pekerjaan. Apalagi kan, kamu pintar terus lulusan Universitas ternama dengan nilai terbaik." Windy tersenyum memberi semangat.


"Iya. Makasih ya, Win. Kamu udah dukung aku." Ucap Clary yang tersenyum dan merangkul temannya itu.


"Iya." Ucap Windy tersenyum menunjukkan giginya.


Keesokan harinya..


Ini hari ketiga Clary berusaha mencari pekerjaan. Ia bangun pagi-pagi dan bersiap melanjutkan aktifitasnya.


tiba-tiba..


tling


Setelah berjalan 15 menit, Clary pun sampai di depan perusahaan besar. Ya, perusahaan itu adalah JDA Group. Clary takjub melihat bangunan mewah yang ada di depan matanya. Clary pun langsung berjalan kearah resepsionis dan mengatakan maksud kedatangannya.


"Halo, Pak Ken. Ini ada orang yang mencari Bapak. Katanya mau melamar kerja." Ucap resepsionis.


"Baik. Antar saja dia naik ke ruanganku." Ucap Ken ramah.


"Baik, Pak."


"Bu, silahkan ikut Saya keruangan Pak Ken." Ucap resepsionis ramah kepada Clary yang duduk di kursi tunggu.


"Baik." Clary tersenyum.


Clary pun mangikuti resepsionis tersebut dan naik ke lantai 30 dimana ruangan Ken dan David berada.


Sesampainya di depan ruangan Ken, resepsionis pun mengetuk pintu ruangan.


tok


tok


tok


"Masuk!" Perintah Ken dari dalam ruangan.


"Permisi, Pak. Ini pelamarnya Pak." Resepsionis sopan sambil menunjuk ke arah Clary.


"Baik. Kamu boleh keluar."


"Baik, Pak." Resepsionis undur diri.


Ken menatap wanita yang ada di hadapannya dari atas kebawah dengan takjub.


"Nama kamu siapa?" Tanya Ken tersenyum ramah.


"Clary Angelica, Pak."


"Umur kamu berapa?"


"23 tahun, Pak."


"Baiklah. Ikut saya ke ruangan CEO sekarang." Ken tiba-tiba berdiri dan berjalan keluar ruangan.


Bersambung...


Maaf Ya klo banyak kesalahannya.