
Di pesta perjamuan...
Ken memarkirkan mobil di parkiran lalu turun membukakan pintu untuk David dan juga Clary. Oh Ya, Ken wajib ikut ke setiap acara jika ada undangan untuk JDA Group. Ken dan David sudah seperti perangko dan surat.
David turun dari mobil bersama Clary. Mereka yang berjalan dengan bergandengan tangan terlihat seperti pasangan kekasih. David yang memakai setelan jas lengkap berwarna hitam dengan kemeja putih di temani dengan Clary dengan long dress merah maroonnya membuat setiap mata yang memandangnya terkagum-kagum pada mereka.
Di dalam pesta...
Pak Wilson selaku pimpinan E.K Group menyambut kedatangan David, Ken, dan Clary dengan hangat. Beberapa lama David dan Ken berbincang-bincang mengenai bisnis bersama kolega lain. Clary yang ditinggal oleh kedua lelaki tersebut merasa bosan dam hanya duduk di pojok ruangan sambil meminum minumannya. Tiba-tiba, sepasang kaki berjalan mendekat kearahnya,
"Clary? Kau Clary kan?" Tanya pria itu memastikan.
Clary yang mendengar namanya disebut langsung berbalik mencari pemilik suara tersebut.
"Hm..?" Clary mengerutkan dahinya.
"Ternyata benar, Clary. Hey... Apa kau lupa denganku?" Tanya pria tersebut terlihat kecewa.
"Hmm.. Maaf, tapi Anda siapa?" Tanya Clary yang mencoba untuk mengingat.
"Hey.. Aku Reyhan satu kelasmu di SMA dulu." Jelas Reyhan.
Reyhan adalah teman kelas Clary waktu SMA, putra tunggal pimpinan E.K Group. Mereka dulu cukup akrab karena selain teman sekelas, Clary sering satu kelompok dengan Reyhan, dan Reyhan sering bertanya pada Clary soal pelajaran yang kurang Ia mengerti dan bahkan Reyhan sering mengajak Clary makan bersama di kantin. Semua orang di kelasnya juga tahu, bahwa Reyhan menyimpan rasa pada Clary. Tapi karena Clary merasa semua adalah teman, maka Clary tak begitu menghiraukan. Setelah lulus SMA, Reyhan melanjutkan kuliah di luar negeri. Sejak saat itu, Ia tak pernah bertemu dengan Clary lagi.
"Ah.. Reyhan. Maaf, aku tak mengenalimu tadi." Ucap Clary tersenyum canggung.
"Aku baik. Aku ke sini menemani seseoarang. Kau sendiri apa kabar? dandimana pasanganmu?" Jawab Clary yang bertanya balik karena juga melihat Reyhan sendiri.
"Haha.. Aku juga baik. Ayahku yang mengadakan perjamuan ini. Aku sebenarnya tak tertarik dengan acara seperti ini, Aku hanya terpaksa mengikutinya. Coba lihat, Aku saja tak membawa pasangan. Haha..." Jawab Reyhan tertawa sambil meneguk minuman di tangannya.
"Oh, Ya. Apa sesorang yang kau temani itu pacarmu?" Lanjut Reyhan menyelidik.
"Bu-Bukan. Dia adalah Boss ku. Aku hanya sekretarisnya." Jawab Clary sedikit gugup.
Mendengar jawaban Clary, Reyhan tersenyum lega. Karena sesungguhnya, Ia belum bisa mengubur perasaannya pada Clary dan sudah lama Ia ingin bertemu dengan Clary. Bahkan saat di luar negeri, Reyhan selalu mengingat Clary saat Ia merasa jenuh. Baginya, Clary adalah orang yang sangat ceria dan baik. Itulah yang membuatnya bisa tertarik dengan sosok Clary.
"Clary, akhirnya aku bertemu denganmu lagi setelah sekian lama aku merindukanmu." Gumam Reyhan dalam hati sambil menatap Clary.
"Hmm... Clary, bisakah Aku meminta nomor ponselmu?" Tanya Reyhan ragu-ragu.
Clary mengangkat kedua alisnya mendengar perkataan Reyhan.
"Eh, Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya senang jika masih bisa berkomunikasi dengan teman lamaku. Tapi, jika kau tak bisa tidak apa-apa." Ucap Reyhan tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal.
"Haha.. Tentu saja boleh. Kita kan teman." Ucal Clary tertawa.
Mereka pun akhirnya bertukar nomor ponsel.
Bersambung...