My Lovely CEO

My Lovely CEO
Pengakuan



"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Elena memegang dadanya seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya, namun di dalam hatinya sangat bahagia karena akhirnya Ia bisa lebih mudah menyatukan mereka tanpa menyusun rencana panjang lebar lagi.


"Oopss.. Sepertinya kita datang di saat yang tidak tepat." Sambung Ken menutup kedua mulutnya dengan telapak tangan lalu melirik Elena.


Clary dan David sontak saja langsung bangkit dan mengambil jarak masing-masing.


"Nyonya, ini tidak seperti yang Nyonya pikirkan. Kami bisa menjelaskannya." Ucap Clary panik menatap Elena dan David secara bergantian.


David hanya diam melihat kepanikan Clary yang berusaha menjelaskan kejadian barusan.


David melirik ke arah Elena seolah memberi sebuah isyarat kepada Elena. Karena sepertinya, Elena sepemikiran dengan David. Karena sejujurnya, Elena sangat yakin menjodohkan Clary dan David karena David telah mengakui perasaannya.


*Flashback On


Hari saat David melihat Clary dan Reyhan makan bersama di sebuah Cafe, membuatnya cemburu buta dan malah memilih menenangkan diri di pinggir danau. Namun saat dirinya tengah duduk memandang pemandangan di depannya, tiba-tiba suara ponsel mengalihkan fokusnya dan langsung mengangkat panggilan masuk, yang tak lain dari Jason Agatha, Ayahnya.


"Halo, Lian. Apa kamu sibuk? Papi dan Mami ingin membicarakan sesuatu denganmu." Ucap Jason dari dalam telepon.


"Ada apa Pi?" Tanya David.


"Luangkan waktumu untuk berkunjung kemari, Lian. Papi dan Mami menunggumu." pinta Jason terdengar sendu.


"Baik, Pi. David akan ke sana sekarang." Jawab David dan langsung berdiri dari duduknya setelah Jason menutup telepon.


David melajukan mobil menuju rumah besar Agatha. Sekitar 30 menit perjalanan, David sampai di depan gerbang sebuah rumah mewah. Seperti biasa, Satpam yang berjaga membukakan pintu untuk David saat tau David telah datang. Karena Satpam sudah sangat hafal dengan kendaraan David.


David pun memarkirkan mobilnya di halaman luas rumah mewah tersebut. David turun dari mobil lalu berjalan ke arah pintu utama dan mengetuknya.


Tok


Tok


Tok


Beberapa detik kemudian pelayan datang dan membuka pintu kemudian mempersilahkan tuan mudanya masuk.


Jason dan Elena terlihat duduk santai di ruang keluarga. David menghampiri kedu orang tuanya lalu memeluk mereka secara bergantian.


David duduk di hadapan kedua orang tuanya dan tanpa basa basi langsung memulai pembicaraan karena suasana hatinya sangat tidak bagus.


"Ada apa, Mi, Pi?" Tanya David namun masih dengan nada yang santun mengingat yang duduk di depannya adalah kedua orang tuanya.


"Lian, Mami dan Papi kangen sama kamu. Apa tidak boleh?" Ucap Jason.


"Lian, kenapa ekspresimu seperti itu? Kau tidak senang bertemu dengan Mami dan Papi?" Tambah Elena karena memperhatikan raut wajah David yang terlihat suram.


"Lian, jika ada masalah ceritalah pada kita. Mami dan Papi selalu setia mendengarmu, Nak." Lirih Elena sendu.


"Apa ini tentang masalah kantor?" Tanya Elena memajukan sedikit kepalanya.


David hanya diam tak menggubris.


"Atau tentang wanita?" Tanya Elena asal.


David langsung menengadahkan kepalanya yang tertunduk menatap Elena.


"Ah, benar. Ternyata tentang wanita. Akhirnya ada wanita yang bisa memikat hati anak keras kepala ini, Pi." Ucap elena dengan senyum mengembang dan memalingkang wajahnya ke suaminya.


"Mami penasaran siapa gerangan wanita yang bisa memikat hati anak kita, Pi. Apa Mami dan Papi kenal? Dari keluarga mana dia? Atau apa pekerjaannya?" Tanya Elena begitu semangat.


"Ah, tapi semua itu tidak penting. Yang penting dia baik dan kalian bisa saling menerima dan memahami satu sama lain." Elena terus berbicara tanpa henti membuat suaminya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Lian, Ayo cerita pada Mami. Siapa wanita itu?" Tanya Elena terus mendesak David.


"Apa dia seorang model? Artis? Atau pegawai kantormu?"


David hanya diam menunduk.


"Atau mungkin sekretarismu?" Elena mencoba memancing David. Dan alhasil reaksinya sama seperti yang diharapkan Elena.


David yang mendengar kata sekretaris langsung menatap Maminya dengan sendu kumudian menghela napas kasar dan menganggukkan pelan kepalanya.


Betapa senangnya Elena saat melihat respond David.


David mulai menceritakan semua yang dia pikirkan dan apa saja yang dia rasakan selama ini pada sekretarisnya. Karena jujur saja, David memang tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari kedua orang tuanya dan selalu terbuka pada mereka. Elena pun menceritakan rencananya untuk menjodohkan David dengan Clary. David yang mendengar hal tersebut tentu saja merasa senang. Ia tau persis bagaimana sikap orang tuanya. Mereka tidak pernah memandang seseoarang hanya dari sisi materi dan latar belakangnya.


*Flashback Off


Bersambung...


***Maaf ya Guys. Alur ceritanya lambat, karena memang Saya berusaha untuk lebih memperhatikan detail dari novel ini. Kalau kalian punya kiritik ataupun saran, silahkan komen. Saya sangat menerima masukan dari teman-teman sekalian.


Happy reading Ya, Guys.


Semoga kalian nggk bosan dan terus support author Ya.


Terima kasih***:)