My Lovely CEO

My Lovely CEO
Rencana



David duduk di sofa depan TV sambil menonton salah satu acara talkshow. Ia mulai merasa bosan dan akhirnya berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman di kulkas. David meneguk minuman botol ditangannya lalu duduk di atas meja sambil kedua tangannya memegang botol dan diletakkan di antara kedua pahanya Entah mengapa, perkataan Papi dan Maminya selalu terngiang di kepalanya soal pernikahan.


Pikirannya melayang kemana-mana sampai ingatannya tertuju pada perkataan Ken mengenai sekretarisnya, Clary. Ia setuju dengan pendapat Ken tentang Clary yang apa adanya dan ramah saat Ia tidak sengaja menguping pembicaraan Ken dan Clary di ruangan Ken.


*Flashback On


David melihat dokumen mengenai rencana produk baru yang akan launching bulan depan. David pun berpikir untuk berdiskusi dengan Ken mengenai persiapannya. Karena Ia merasa bosan di ruangannya, jadi Ia berencana mendiskusikan hal tersebut di ruangan Ken. Ia berjalan keluar dari ruangannya dan menuju ruangan Ken. Tiba-tiba langkah David terhenti saat mendengar suara Ken berbincang dengan seorang perempuan yang tak lain adalah Clary.


"Clary, Kau hanya tinggal sendiri di kontrakanmu?" Tanya Ken penasaran.


"Iya, Manager Ken. Orang tua saya sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena kecelakaan. Jadi mau tidak mau saya harus hidup mandiri dan tinggal sendiri di kontrakan." Jelas Clary tersenyum, namun di dalam hatinya Ia masih menyimpan kesedihan karena harus hidup yatim piatu.


"Lalu, apa kau tidak punya kerabat atau mungkin sahabat?" Tanya Ken lagi.


"Kerabat dari orang tua saya semua tinggal di luar kota. Dan, soal sahabat..." Clary menggantung ucapannya.


"Kenapa dengan sahabatmu? Tanya Ken penasaran sambil menaikkan kedua alisnya.


"Semenjak kematian orang tua saya, Saya sibuk mencari uang untuk membiayai kehidupan Saya. Saya tidak punya waktu untuk mengenal banyak orang. Tapi, Saya memiliki 1 sahabat yang sangat dekat dengan Saya. Saya kenal dia sejak SMP dan dia juga rekan kerja di toko bunga tempat saya bekerja sebelumnya." Ucap clary yang memperlihatkan senyum manisnya.


Ken memperhatikan Clary dan mengerti bahwa Clary berusaha menyembunyikan kesedihannya. Ken pun berusaha menyemangati Clary.


"Kehidupan memang terkadang terasa tidak adil. Orang yang sangat kita sayangi malah diambil dari kita. Saya salut denganmu Clary, meskipun kau mendapat cobaan yang berat, tapi kau tetap menerimanya dengan lapang dada. Menurutku kau sangat istimewa sebagai seorang wanita. Kau apa adanya. Meskipun Kau menanggung kesedihan, kau tetap menjaga suasana di sekitarmu dan selalu tersenyum ramah pada semua orang." Jujur Ken sambil tersenyum menatap Clary.


David kembali meneguk minuman di tangannya. Ia merasa akhir-akhir ini pikirannya selalu terganggu oleh Clary. Oleh sikap Clary yang sopan, ramah, dan selalu tersenyum saat melakukan pekerjaannya walaupun kadang David hanya bersikap ketus dan dingin terhadapnya.


Di Kantor...


Clary mengetuk pintu lalu masuk setelah mendapat instruksi dari dalam.


"Siang, Pak. Ini dokumen yang harus Bapak tandatangani. Dan Makan siang Bapak sudah Saya simpan di atas meja." Ucap Clary menyerahkan dokumen kepada David lalu menunjuk makan siang yang ada di atas meja depan sofa."


"Setelah makan siang, Bapak ada meeting dengan Klien dari Wikey Group. Dan nanti malam acara perjamuan oleh E.K Group yang diadakan pukul 19.00 seperti yang Saya sampaikan kemarin." Jelas Clary mengangguk hormat.


David yang mendengar hanya mengangguk paham. David mengangkat kepalanya yang dari tadi fokus membaca dokumen di depannya lalu menatap Clary yang masih berdiri didepannya karena teringat sesuatu.


"Kemarin kamu bilang Saya harus membawa pasangan kesana?" Tanya David memastikan.


"Baiklah. Kalau begitu, Kau ikutlah denganku sebagai pasanganku." Ucap David santai lalu mengambil pulpen dan menandatangani dokumen di depannya.


Clary membelalakkan matanya menatap David karena terkejut. Bagaimana tidak? Ini pertama kalinya Ia diminta untuk menemani Bossnya di acara perjamuan. Padahal sebelumnya David selalu membawa Ken selaku Manager yang sangat penting di perusahaan untuk pergi bersamanya.


Bersambung...


Maaf ya Guys kalau banyak kesalahan. Maklum, Author masih belajar. Jadi, jangan lupa like & votenya supaya Author jadi tambah semangat buat ngembangin Novel๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚