
Keesokan paginya
Clary membuka matanya dan melihat David yang tengah memeluknya membuat wajah Clary bersemu merah saat kembali mengingat kejadian semalam. Ia kemudian menyingkirkan tangan David dari perutnya dengan perlahan dan berniat turun dari ranjang. Namun gerakannya terhenti saat Ia merasakan perih di bagian sensitifnya.
"Aw.." Pekik Clary membuat David terbangun.
"Ada apa sayang?" Tanya David panik melihat istrinya kesakitan.
"Sakit." Jawab Clary dengan malu-malu.
David paham apa yang kini dirasakan oleh istrinya. Ia pun turun dari ranjang tanpa memakai pakaiannya dan langsung menggendong Clary.
"Mas, Apa yang kamu lakukan?" Clary terkejut dengan ulah David.
David tak menggubris ucapan Clary dan tetap membopong Clary masuk ke kamar mandi.
David menurunkan Clary di bath up dengan perlahan lalu menyalakan keran air.
Clary terlihat malu dengan keadaannya yang tanpa busana dan juga David saat ini.
David tersenyum melihat istrinya yang malu saat ini.
"Ngga usah malu." Ucap David tersenyum.
David ikut masuk ke dalam bath up membuat Clary membuka mulutnya.
"Mas mau apa?"
"Mau mandi." Ucap David enteng.
"Disini?" Tanya Clary.
"Iya."
Clary bingung apa yang harus dilakukannya saat ini.
"Sini, biar aku yang gosok punggungmu."
"Aku bisa sendiri mas." Tolak Clary.
"Aku saja." David mengubah posisi Clary untuk membelakanginya membuat Clary tak melakukan penolakan lagi.
David mulai menggosok punggung Clary dengan lembut mmebuat Clary merasa nyaman.
David membalikkan tubuh Clary menghadap ke arahnya. Clary hanya mengikuti perintah David.
David menggosok setiap inci kulit Clary, hingga tangannya terhenti pada bagian dada Clary membuat Clary sangat malu.
David tersenyum penuh arti membuat Clary bingung.
"Aaaa" Teriak Clary saat David tiba-tiba menarik badannya. Dan kegiatan panas semalampun kini terulang lagi membuat Clary kelelahan da tertidur setelah mandi.
David menatap wajah istrinya yang terlelap mmebuatnya mendekati istrinya lalu mencium kening Clary.
Ia pun keluar dan menuju ke kantor.
Di kantor...
"Wah.. Ada angin apa nih. Kok mukanya cerah banget?" Tanya Ken yang memperhatikan David yang wajahnya terlihat sangat bahagia terbukti dengan Ia senyum-senyum sendiri sejak di lift tadi.
"Mau tau aja." Ucap David membuat Ken mendekat ke arahnya.
"Udah dapat jatah ya?" Ken memicingkan matanya ke arah David membuat David menatapnya dengan terkejut.
"Kok Lo tau?"
"Jadi udah beneran?" Tanya balik Ken yang tak kalah terkejut.
"Waahh...Pantes Bu sekretaris hari ini ngga masuk. Ternyata semalam ada perang." Ucap Ken tak percaya.
"Berapa Ronde?" Lanjut Ken.
"Lebih baik Anda keluar." Usir David membuat Ken menyebikkan bibirnya.
"Oke, Gue keluar." Ucap Ken menggerakkan tangannya seperti sedang menembak David membuat David memberi isyarat pada Ken untuk segera keluar.
***
Sore hari
David pulang dan melihat Clary yang duduk di sofa dengan Elena membuat David segera mendekati 2 bidadarinya itu.
"Lian, kamu udah pulang?" Ucap Elena saat melihat David berjalan ke arahnya membuat Clary ikut berbalik melihat David.
"Mami ada apa kesini?" Tanya David.
"Mami cuma mau liat menantu Mami, emang ngga boleh?" Ketus Elena membuat David segera memeluknya.
"Boleh Mi." Ucap David membuat Ckary tersenyum melihat suami dan juga mertuanya yang terlihat sangat akrab.
Apalagi mertuanya juga sangat ramah padanya dan sudah menganggap Ckary sebagai anak kandungnya.
Bersambung...
Guys, sedikit info nih.
Jangan lupa mampir di Novel kedua aku, judulnya "Friendship Love Story".
Atau kalian juga bisa ngetik nama aku di pencarian "Kanifah", nanti Novel aku akan keliatan disitu.
Ini covernya๐๐๐
Terima kasih Guys:)