My Lovely CEO

My Lovely CEO
Sungguh Manis



Ken baru saja menyelesaikan urusannya di E.K Group. Ia pun masuk ke dalam mobil untuk menuju ke J.D.A Group. Saat Ken duduk di kursi kemudi, Ken tak sengaja melihat sebuah gelang liontin di kursi sebelahnya. Ia pun mengambil gelang tersebut dan memperhatikannya.


"Kayaknya Gue pernah liat nih gelang. Tapi dimana ya?" Gumam Ken mencoba mengingat-ingat. Ken pun mengingat bahwa Windy juga punya gelang seperti ini.


"Apa ini gelangnya? Yaudah deh. Kasih aja dulu." Ken pun membuka pintu mobilnya hendak masuk kembali untuk mencari Windy.


Namun belum sempat Ken melangkahkan kakinya, ponselnya tiba-tiba berbunyi.


Ken pun mengangkatnya kemudian kembali masuk ke mobil setelah menerima telepon dsn melenggang pergi.


Ken tiba di parkiran JDA Group dan dengan tergesa-gesa masuk ke dalam kantor. Sesampainya di Lobby, Ia bertemu dengan Clary. Mereka pun saling menyapa lalu berjalan bersama masuk ke dalam lift.


Di sisi lain, terlihat Viona yang tidak sengaja melihat pertemuan Ken dan Clary mulai berperang dengan pikirannya.


"Dasar J*l*ng. Beraninya dia mendekati Ken. Awas saja!" Batin Viona mengepalkan tangannya dengan wajah memerah karena marah.


Viona menendang kaleng sampah yang ada di hadapannya hingga membuat kakinya sakit.


"Aw. Siapa sih yang naroh tempat sampah disini?!" Geram Viona sambil memegangi sebelah kakinya yang sakit.


Viona meringis lalu melihat kesekitar dan mendapati orang-orang berbisik dan melirik ke arahnya.


"Apa liat-liat?" Bentak Viona pada beberapa karyawan yang menatapnya. Ia pun melaanjutkan langkahn menuju ke ruangannya dengan wajah kesal tanpa meembereskan sampah yang telah berserakan di lantai karena ulahnya.


***


Rapat tengah berlanjut. Terlihat David sedang memimpin rapat. Rapat kali ini mengenai launching produk baru yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Ken pun terlihat menjelaskan isi pikiran dan rencananya di hadapan para peserta rapat yang kemudian diangguki oleh David. Sedangkan Clary memperhatikan rapat tersebut dengan fokus dan duduk di kursi khusus sekretaris di ruang rapat.


1 jam kemudian, Rapat pun selesai. Masing-masing peserta rapat kembali ke ruangannya begitu juga dengan Clary dan David. David masuk ke ruangan dan langsung mengambil jasnya lalu keluar kembali menuju ke ruangan Clary. Seperti biasa, Ia masuk tanpa mengetuk pintu membuat Clary yang sedang duduk bersandar di kursinya terkejut.


"Ayo pulang!" Perintah David.


"Tapi masih ada sedikit waktu, Pak." Elak Clary.


"Tidak ada lagi yang perlu kau kerjakan." Imbuh David.


"Baiklah." Pasrah Clary lalu mengambil tas jinjingnya yang ada di atas meja dan melangkah keluar mengikuti David.


"Benar-benar j*l*ng. Bukan hanya Ken yang dia goda, tapi juga Pak David. Sedangkan aku, sudah beberapa tahun bekerja disini tapi tak pernah bisa mendekati mereka. Bahkan berjalan berdampingan pun tak pernah." Gerutu Viona menggertakkan giginya.


David langsung masuk ke apartement setelah memarkirkan mobilnya. Masuk ke dalam kamar melemparkan tas kerja dan sepatunya ke sembarang arah membuat Clary hanya menggelangkan kepalanya dan memunguti satu persatu barang suaminya. Sedangkan David langsung membaringkan badannya di atas ranjang dengan posisi telentanng. Clary menatap suaminya namun tak betucap sedikitpun karena David terlihat sangat kelelahan sehingga hanya 5 menit sudah bisa tertidur lelap.


Clary masuk ke dalam kamar mandi lalu mengisi bathup dan menuangkan soap dengan aroma lavender. Setelah selesai, Clary keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju suaminya.


Clarr berdiri di sisi ranjang untuk mebangunkan David.


"Mas, bangun. Ayo mandi. Aku sudah menyiapkan air." Ucap Clary menepuk nepuk lengan David.


"Aaa..." Pekik Clary karena tiba-tiba David menarik tangannya hingga kini ia tepat berada di atas David dengan tangan David melingkar sempurna di pinggangnya.


"Apa yang Mas lakukan?" Clary mencoba melepaskan pelukan David.


"Siapa suruh membangunkanku." Goda David semakin mengeratkan pelukannya.


"Lepasin, Mas." Pinta Clary membuat David melepaskannya dan mengubah posisi untuk duduk. Clary pun berdiri, dan


Cup


David mengecup singkat bibirnya lalu tersenyum ke arah Clary membuat wanita tersebut membulatkan matanya.


David hanya tersenyum dan lanngsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Ya Tuhan. Dia sungguh manis. Kalau begini, bisakah aku tidak mencintainya? Huft.." Clary menghela nafas kasar lalu berjalan keluar menuju dapur.


Bersambung...


***Maaf Ya Guys, Up nya lama karena Author beberala hari ini lagi sibuk.


Mohon di maklumi🙏


Jangan lupa like, komen, Vote & juga share ya Guys😊🙏🙏


Terima kasih***:)