My Lovely CEO

My Lovely CEO
Kenapa lama sekali?



"Tidak." Imbuh David mengalihkan pandangannya dari Clary kemudian mengambil tissue di depannya untuk mengelap sisa-sisa makanan di bibirnya.


Sebenarnya Ia ingin menanyakan hal yang sangat mengganjal di hatinya beberapa hari ini. Hal yang terus membuatnya kepikiran saat beberapa hari lalu melihat Clary bersama dengan orang yang dikenalnya juga yang tak lain adalah Reyhan Steve Wilson, putra dari kolega bisnisnya, Tuan Wilson. Namun David mengurungkan niatnya entah karena apa.


Clary pun segera menyudahi makannya mengikuti David.


David beranjak dari duduknya dan pamit untuk pulang.


Setelah melihat David melenggang pergi, Clary segera masuk ke kontrakannya untuk beristirahat setelah selesai membereskan barang-barang di dapur.


Keesokan paginya...


Clary sudah berada di rumah David. Ia menyiapkan pakaian untuk boss nya sebagaimana yang Ia lakukan biasanya.


David keluar dari kamar mandi menggunakan kimono mandinya yang berwarna abu-abu dan berjalan ke ruang ganti setelah Clary meninggalkan ruangan tersebut.


David memakai kemeja putihnya dengan kancing bagian atas dan lengannya tidak dikancingkan. David berjalan menuju ruang baca dimana Clary berada untuk dipasangkan dasi. Entah mengapa, David telah nyaman diperlakukan seperti itu oleh sekretarisnya tersebut.


Sedangkan Clary yang berada di ruang baca mencari dokumen yang dimaksud David di setiap tempat di ruangan tersebut. Saat Clary membuka laci meja kerja, Clary tak sengaja melihat sebuah foto yang terbalik. Ia pun melihat foto tersebut, terdapat pigura seorang wanita yang difoto dari belakang. Sosok itu seperti tak asing bagi Clary, tapi Ia tak bisa mengingat siapa gerangan wanita yang ada di foto itu.


"Punggung wanita ini terasa tidak asing bagiku, tapi siapa dia?" Guman Clary memperhatikan lekat-lekat foto yang ada di tangannya.


Clary mendengar sepasang langkah kaki menuju ke ruangan tersebut, Ia pun segera menyimpan kembali foto yang dipegangnya ke dalam laci dan mulai mencari kembali dokumen. Clary membuka salah satu laci dan menemukan dokumennya.


Ceklek...


Suara pintu terbuka, David melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang baca dan melihat Clary sedang berdiri di samping meja kerjanya.


"Kau belum menemukannya? Kenapa lama sekali?" Tanya David dengan muka datarnya.


"Maaf, Pak. Lain kali saya akan lebih cekatan." Ucap Clary membungkuk hormat. Ia sudah terbiasa dengan perlakuan David yang tak memikirkan perasaan orang saat mengatakan sesuatu.


"Hmm.." Jawab David.


Clary meletakkan dokumen di tangannya di atas meja dan berjalan mendekati David. Clary mengangkat lengan David sebatad perutnya dan mengancingkan lengan kemejanya. Kemudian beralih memasangkan dasi di leher David. Clary tak merada grogi sama sekali karena hal itu sidah menjadi kebiasaan dan tanggung jawabnya. Saat tengah memasangkan dasi, tak sengaja mata mereka beradu tatap beberapa menit sambil tetap memasang dasi.


"Ya Tuhan, sempurna sekali makhluk ciptaanMu ini." gumam Clary dalam hati memperhatikan tanpaengalihkan matanya dari David.


David pun juga sama terus bergumam dalam hatinya.


***


Elena telah berada di depan pintu apartement David bersama dengan Ken. Elena memang sengaja meminta Ken sepagi ini untuk menjemputnya, karena Ia sangat rindu dengan putra semata wayangnya. Apalagi Elena dan Ken sudah sangat akrab seperti Ken akrab dengan David.


Ken membuka pintu apartement David, karena memang David sangat percaya pada sahabatnya tersebut. Ken dan Elena pun masuk ke dalam apartement. Elena melihat apartement tersebut sangat sepi. Ia pun bergegas ke arah kamar David di lantai dua sambil sedikit berteriak memanggil putranya.


Sementara di tempat lain, Clary dan David masih sibuk dengan lamunan masing-masing tanpa sadar bahwa Clary telah selesai memasangkan dasi pada David.


"Lian, Mami datang." Teriak Elena menjajaki anak tangga.


Teriakan Elena otomatis membuyarkan lamunan David dan Clary yang ada di ruang kerja.


Clary pun segera mengalihkan pandangannya dari David kemudian berjalan hendak keluar menyambut Elena. Namun karena buru-buru, sebelah kaki Clary tang sengaja tersandung dengan kaki sebelahnya sehingga membuat Clary terhuyung dan menimpa David. David yang tertimpa oleh Clary secara tiba-tiba juga kehilangan keseimbangan dan..


Bugh..


Mereka berdua terjatuh di lantai dengan posisi Clary menindih tubuh David.


Elena yang tak menemukan David di kamarnya, Ia pun berjalan ke ruang kerja David di ikuti Ken dibelakangnya.


Saat dua pasang kaki itu berada di depan pintu dan membuka pintu tersebut


Deg..


Kedua pasang mata membulat sempurna melihat kejadian di depannya. Ya, selain menindih tubuh David, bibir Clary juga ternyata menempel pada bibir David membuat keduanya terlonjak kaget.


Bersambung...


***Makasih buat kalian yang udah mampir dan baca novel ini. Semoga kalian suka dan nggak bosan.


Dan jangan lupa like, komen (Kalau ada kritik ataupun saran), dan yang paling penting vote sebanyak banyaknya Ya, Guys.


Karena dukungan kalian sangat berarti buat author🙏***


Terima kasih:)