
Keheningan Menyelimuti Aula Tempat Audisi sesaat setelah Yeri Selesai Bernyanyi....
semua menatap kearah panggung menatap seorang gadis yang sedang berdiri mengatur nafasnya setelah bernyanyi....
Tiba tiba tepuk tangan seseorang membuyarkan keheningan... terlihat beberapa perwakilan dari agensi yang melakukan audisi ini berdiri memasang senyum puas seperti menemukan berlian....
terlihat mereka beberapa kali membolak balikan biodata Yerii yang sedari tadi ada di atas meja mereka....
"Pengumuman hasil Audisi akan diumumkan minggu depan.... Hari ini kalian sudah menampilkan yang terbaik, ibu bangga sama kalian" Seorang guru tampak memuji anak didik mereka...
"Yeriii....." Ara melambai ke arah yeri yang sedang berjalan di koridor...
"Tadi itu... emezing banget Yer, aku aja sampe Speechless liat kamu, kirain yang nyanyi beneran Loren Alred" Senyum bangga menghiasi wajah Araa...,
"Oh yaaa... Bisa lulus gak yaa?" Tanya yeri ragu...,
"Iyalah bisa... kamu gak liat apa mereka pada diam abis kamu nyanyi" Puji Araa...
"Yah kirain mereka diam karna suaraku gak bagus" Yeri tertawa geli menimpali Araa yang sudah menggelengkan kepalanya tidak percaya....
Hari ini dilalui Yeri dengan Sangat bahagia....
dihabiskanya jam sekolah dengan bersantai karena tidak ada pelajaran selama Audisi...
yerii duduk di bangku kelasnya menunggu alarm pulang berbunyi.... dia terlihat semangat melihat Telfon Genggamnya....
"Ya ampun ganteng banget siii" Yeri terkagum menatap foto Saka...
Hari ini sepertinya ada pemotretan dan saka terlihat sangat tampan.... yeri berucap dalam hati...
Yeri mengetikan sesuatu di kolom komentar...
"semangat saka aku akan selalu mendukungmu" Tulis Yeri
Yeri menggeser kembali melihat komentar yang diberikan para penggemar Saka....
matanya berhenti pada komentar jahat dari seseorang...
"Apa bagusnya saka? lihatlah dia hanya mempunyai wajah tampan yang membuatnya terkenal dan orang orang tidak mengetahui betapa buruknya kelakuan saka.... lihat saja suatu saat pasti akan terjadi skandal dan dia akan jatuh sejatuh jatuhnya"
Yeri kesal melihat komentar jahat itu, tak butuh waktu lama untuk mengetikan balasan untuk orang yang menurut yeri sudah keterlaluan...
"kenapa kau bisa menilai orang padahal kau tidak mengenalnya dengan baik.... aku menjadi saksi bahwa Saka orang baik"
tak lama menunggu sebuah notiv pesan masuk....
"kau juga tidak mengenalnya kan... kau tunggu dan lihat saja betapa buruknya Saka..."
"Aku mengenalnya" balas Yeri singkat, tak mau lagi melanjutkan perdebatan dengan orang yang ia anggap haters....
Yeri menatap kosong kearah Telfon genggamnya.... Teringat Kembali pertama kalinya bertemu Saka....
"Flashback On"
5 Tahun Lalu....
di sebuah Kota Kecil jauh dari perkotaan tempat yeri tinggal saat ini, Yeri menjalani hari harinya dengan ceria.... saat ini Yeri Berusia 13 Tahun....
Yeri menjalani masa kecilnya di kota kecil ini,, bersekolah di Sekolah menengah Pertama Di Kota Kecil Ini....
Ia mengikuti kedua Orang Tuanya yang sedang menjalankan Bisnis perkebunan Anggur mereka....
Di kota kecil Yang sangat nyaman dan Tentram ini Yeri Seringkali mengendarai sepeda untuk pergi kesekolah ataupun berjalan jalan.... ia sangat mengagumi pepohonan rindang di tepi jalan....
jalannya yang berbatu juga tak luput dari perhatian Yeri... baginya lucu saja melihat jalan jalan berbatu yang tidak ia temui di perkotaan...
Hari itu... Langit sudah Menjelang Sore Hari,,
Dikayuhnya sepeda Itu dengan kecepatan penuh.... saat sudah berada di jalan utama yang masih sama berbatunya,, tiba tiba seekor anak kambing lewat di depan yeri....
yeri yang terkejut tak bisa menahan laju sepedanya...
"Braaaakkk...... Awwww" Terdengar rintihan Yerii Yang sudah terjatuh ketanah bebatuan itu... sepedanya roboh....,,
"Aaaaw.... sakiit" Yeri melihat Kakinya yang sudah terluka,, meniupnya dengan pelan,, air matanya sudah mau keluar....,
Tiba tiba dari arah Depan,, muncul seorang anak laki laki yang dengan cepat berlutut menghampiri Yeri...,,
"Apa kamu Tidak Apa apa?" Tanya anak lelaki itu...,
Yeri menatap laki laki itu... seorang lelaki tampan dengan mata yang indah mengenakan Jaket Berwarna Coklat yang sangat cocok dengan tubuhnya dan sebuah earphone yang melingkar Di leher menambah karisma lelaki itu...,
Yeri terdiam menatapnya....
lelaki itu melihat Kaki Yeri...,
"Waah ini berdarah....,, tunggu sebentar...."
ia berlari mendekati mobil yang terparkir di depan Yeri, menghampiri seorang wanita yang sedang asik menelfon tidak memperhatikan apa yang terjadi....
"Ibu... apa ibu punya Plester?"
Ibunya tidak berkata hanya menunjukan sebuah kotal P3K di laci Mobil, tampaknya ia sedang sibuk...
Lelaki itu segera mengambil Kotak P3K dan berlari mendekati Yeri....
"Ayo sini.... Coba aku liat...."
Yeri memberikan Kakinya yang terluka sambil menatap laki laki itu... seakan ia Kagum dengan ketampanannya....
"Awww.... sakit..."
Rasa perih membuyarkan lamunan Yeri...
"Tahan sedikit aku sedang membersihkan lukamu...." Kata lelaki itu, suaranya terdengar lembut selembut wajahnya....,
tak lama kemudian....
"Selesai.... ia tersenyum menatap Yerii..."
Yeri melihat kembali Luka Yang sudah tertutup plester bergambar Pororo.... dan kembali menatap Lelaki yang sedang tersenyum itu....
Piiiiip.... Piiip....
Klakson mobil berbunyi keras, tandanya lelaki itu harus pergi....
"Aku harus pergi..... sampai jumpa..." lelaki itu segera berdiri dan tersenyum ke arah yeri....
yeri juga dengan cepat berdiri mengikuti gerak lelaki itu....
"Siapa.... Siapa namamu....?" Tanya Yeri......
Lelaki itu berbalik menatapnya....
"Saka.... Namaku Saka" Ia Tersenyum mengucap namanya...
"Aku akan menjadi seorang penyanyi terkenal, kau harus mendukungku untuk membalas Kebaikanku padamu hari ini" Ia memberikan sebuah permintaan sambil tersenyum manis kepada Yeri....
sebuah lambayan mengakhiri pertemuan mereka.... dan saka masuk kembali kedalam mobil melanjutkan perjalanan....
Mulai hari itu...., Yeri mengagumi Saka....