
Yeri menatap Saka yang saat ini sedang menatapnya dengan Tatapan tidak suka...,
"Apa maksudmu dengan aku yang tidak enak badan?"
Yeri balik bertanya karena dirinya tidak mengerti kenapa Saka Marah padanya,,
"Juan bilang kalau kau butuh istirahat karena sedang tidak enak badan....,, dan kenapa orang yang tidak enak badan bisa jalan jalan untuk makan malam..."
Saat ini Saka menatap tajam kearah Morgan dan dibalas dengan tatapan sama tajamnya...
"Aku tidak sedang Sakit... Juan mungkin berbohong karena ingin melindungiku setelah aku meninggalkan kantor sebelum jam pulang..."
yeri berbicara tanpa menatap Saka...,
"Bisa aku bertanya apa yang terjadi?"
Araa datang dan menyelamatkan keadaan genting disana...,,
Araa menatap Saka yang sedang berdiri di sampingnya,, sedikit terkejut melihat ketampanan Saka dan lebih terkejut lagi saat Araa menyadari sedang apa Saka disini....
Saka yang sedang menjadi perhatian memutuskan duduk disamping Morgan membuat mereka bertanya tanya apa yang akan ia lakukan...
beberapa saat kemudian pesanan datang dan mereka menyadari tidak ada makanan untuk saka tapi saka hanya diam memandangi Yeri yang sekarang sudah merasa tidak nyaman...
"Apa kau mau makan?" yeri bertanya
"Pesankan Makananku" saka berkata dan membuat semua orang nampak terkejut...
"Pesanlah makananmu sendiri" Morgan menatap Saka...
"sudahlah aku tidak lapar"
Saka menjawab sinis dan mereka melanjutkan makan malam dengan lahap tanpa memperdulikan Saka...
Saat ini yeri sudah menghabiskan makanan utamanya dan beralih ke dessert cantik yang ada di atas meja....,,
satu gigitan mendarat di sebuah cupcake penuh krim itu...
"Apa aku bisa mencicipinya,, kelihatannya enak sekali..."
Saka dengan cepat merebut Cupcake Yeri dan melahapnya tanpa sisa...
pemandangan yang tidak biasa ini mendapat tatapan Heran dari Araa dan morgan..
bahkan Yeri tidak bisa mengedipkan matanya....
"Selera makanku hilang..., cepatlah aku antar kalian pulang" Morgan merajuk melihat adegan aneh didepannya...
perkataan Morgan diikuti Yeri dan Araa, mereka dengan cepat bersiap dan berdiri dari tempat duduknya...
mereka berjalan ketempat parkir...
"Aku akan mengantarmu pulang..."
"Tidak bisa, aku yang akan mengantar mereka..." Morgan membantah Saka
"Tidak baik membiarkan seorang wanita duduk di bangku belakang sendirian"
sindiran Saka membuat morgan tidak mampu berkata kata...,
Araa menatap Yeri yang sedang memasang wajah permohonan untuk membawanya pergi secepat mungkin dari saka...
Tapi entah kenapa Araa memikirkan bahwa Saat ini Saka sedang mencoba memenangkan hati Yeri dan memilih untuk memberi Saka kesempatan...
"Aku tidak mau duduk dibangku belakang,, morgan biarkan Saka mengantar Yeri... lagipula kita pulang tidak searah dengannya"
yerii menatap Araa dengan wajah tegangnya,, matanya melotot kearah Araa... bagaimana mungkin Araa membiarkan Saka membawanya...
Morgan menatap Ara yang sudah memegang tangannya, membawanya masuk kedalam mobil meninggalkan Yeri dan Saka...
Saka tersenyum melihat Kejadian di depannya,, saat ini dirinya menganggap Araa sebagai wanita yang bisa diandalkan...
"Antarkan Akuu..." Araa menatap Morgan yang sedang cemberut...
"Tapi Yerii...."
"Biarkan Saja..., percayalah saat ini dirinya sedang bahagia..."
Morgan sedikit tidak suka dengan perkataan Araa... tapi bagaiman lagi dirinya tidak bisa mengejar Yeri karena tidak bisa mengabaikan Araa...
mereka berlalu meninggalkan Yeri bersama Saka dan tidak bisa dijelaskan lagi betapa morgan sangat kesal dengan kejadian malam ini....
"Ayo masuk..."
Saka mengajak Yeri untuk masuk kemobil dan yeri mau tidak mau menurutinya...
Mobil melaju dengan kecepatan sedang,, membuat suasana jadi semakin mencekam karena mereka tidak berbicara sama sekali...
Saka kemudian memutar Audio di dalam mobilnya... sebuah lagu diputar dan suara merdu memenuhi isi mobil Saka....
jantung Yeri berpacu mendengar lagu Itu...,
Kenapa Saka memutar lagu Miliknya...., pertanyaan itu saat ini membanjiri fikiran Yeri...
"Aku sangat menyukai Lagu ini,,.Lagu ini sudah menjadi lagu Favoritku sejak pertama kali aku mendengarnya..."
"Aku selalu penasaran,, kenapa Wanita ini menyembunyikan identitasnya..."
"Mungkin Dunia Sudah Terbalik,, Dulu kau mengidolakanku...., dan sekarang akulah yang mengidolakanmu..."
Saka menatap Yeri dengan tatapan yang tidak biasa terlihat kesungguhan di raut wajahnya.... yeri menyadari perlakuan Saka tapi memilih mengacuhkannya....
mendengar penuturan Saka membuat jantung Yeri berdegub kencang... dirinya tidak mampu membalas setiap kata dari Saka....,,
Tapi lebih Dari itu...., saat ini Yeri bahagia mengetahui bahwa Saka menyukai Sesuatu yang ada pada dirinya.......