
"Kalian Menginaplah disini malam ini..." kata jiho kepada Mirae dan Saka...,
setelah acara selesai satu persatu Tamu pamit untuk pulang, tamu terakhir yang berpamitan adalah Araa dan Morgan, meski mendapat tawaran untuk menginap, Araa menolak permintaan Jihoo dan Yeri karena masih banyak pekerjaan yang akan ia selesikan...,,
"Apa tidak masalah kami menginap disini?" mirae bertanya sambil menatap Saka...,
"Tentu saja tidak, saat yeri dan saka menikah kita akan menghabiskan banyak waktu bersama..., jadi anggap saja ini rumah kalian Juga..." Jiho tersenyum saat membujuk Mirae...,
"Baiklah...., lagipula aku bisa melihat ada yang tidak ingin berpisah malam ini..." Mirae tersenyum saat menatap Yeri yang seketika sudah tersipu malu...,
"Baguslah..., aku juga berfikir seperti itu..." Jihoo juga ikut tersenyum saat menatap yeri dan saka secara bergantian...,
"Ayo masuklah...., malam sudah semakin larut..." Ken bergabung dalam pembicaraan mereka dan mengajak untuk masuk kedalam rumah...,
Jiho merangkul lengan Mirae dan berjalan bersamaan mengikuti langkah Ken...,
Yeri dan saka yang sedang menyaksikan keakraban Mereka jadi ikut tersenyum..., saka meraih tangan yeri dan menggenggamnya kemudian berjalan bersama memasuki ruang tamu yang cukup besar....
"Kami hanya memiliki 1 kamar tamu, jadi Mirae Yeri dan Aku akan tidur di kamar Tamu..," Jihoo mulai memberikan instruksi...
Semua orang masih menatap jihoo, menunggu kelanjutan pembagian kamar untuk mereka...,
"Sayang, kau tidur sendiri malam ini" Jihoo merangkul lengan Ken dan tersenyum manis seolah meminta persetujuan...
"Baiklah...," Ken menghela nafas panjang saat mengetahui kenyataan bahwa ia harus tidur sendirian malam ini....,
"Dan Nak Saka..., Kamu bisa tidur di kamar Yeri" Jihoo tersenyum saat menjelaskan kepada saka...,
"Oke Tante..." Saka tersenyum Menanggapi Jiho...,
"Mamaa..., Panggil aku Mama..."kata jiho kepada Saka
"Oke Maa..." Senyum saka tak bisa disembunyikan lagi, betapa ia bahagia karena bisa diterima sebaik ini di dalam keluarga Yeri...,
"Tunggu Sebentar" Yeri tiba tiba menyela suasana Hangat yang sedang berlangsung...,
"Tidak bisa Maa..., Saka tidak bole tidur di kamar Yeri..." Kata Yeri dengan Paniknya...,
"Kenapa Nak?" Jihoo sedikit heran dengan tingkah putrinya...,
"Pokoknya tidak boleh Maa..." Yeri berpindah kesamping jihoo dan mencoba membisikan sesuatu kepada ibunya...,
"Jangan Kamar Yeri Maa.." Yeri berbisik Panik...,
"Tapi, hanya itu kamar yang tersisa Nak..." bisik Jihoo....,
"Papa belum mengijinkanmu sekamar dengan Saka Yeri..." Ken tiba tiba ikut dalam dialog antara Yeri dan Jiho...,
Saka tersenyum kecil saat melihat perubahan Ekspresi Yeri saat mendengar perkataan Ken....,
"Bukan Begitu Paa...," Yeri tak mampu menutupi rasa malunya saat melihat saka tersenyum...,
"Baiklah saka bisa menggunakan Kamar Yeri" Yeri akhirnya mengalah dan memberikan kamarnya untuk Saka...,
"tidak apa apa kalau Nak Yeri tidak mau memberikan kamarnya, nanti biar Ibu sekamar sama Saka..." kata mirae kepada Yeri...
"Bukan Begitu Buu...., bukan itu maksud yeri, dikamar yeri ada banyaak...., banyak sekali..." Kata kata yeri terhenti saat menatap saka yang sedang tersenyum manis menunggu kelanjutan perkataannya...,
"Banyak Sekali Poster Saka..." Jihoo melanjutkan kata kata Yeri...,
begitu juga dengan mirae dan Jiho yang tak mampu menahan Tawa mereka tanpa menghiraukan yeri yang sedang berdiri kaku menahan rasa malu....,
"di dalam kamarnya di penuhi semua tentang saka..., aku bahkan tidak menyangka Saka yang sebenarnya akan tidur disana malam ini..., itu sebabnya aku ingin saka beristirahat disana..., dan merasakan betapa berartinya saka bagi Yeri..." Jihoo mendekat dan merangkul Tangan Yeri...,
Yeri mengangkat kepalanya dan menatap Jihoo...,
Saka masih dengan senyuman manis dan tawa kecilnya saat menanggapi perkataan Jihoo...,
"Aku akan dengan senang hati bermalam di kamar yeri Maa...." Kata Saka kepada Jihoo...,
"Baiklah, kalau begitu Ayo kita Istirahat...." Ken mengakhiri perbincangan malam Ini dan melangkah masuk ke kamarnya...,
Mirae dan jiho juga melangkah masuk ke kamar mereka...,
Yeri yang tidak mampu menatap saka juga ikut berjalan di belakang Mirae dan Jiho sampai langkahnya terhenti saat saka meraih tangannya...,
"Hei...., Tunjukan kamarmu Dulu.." Kata Saka kepada Yeri...,
Yeri memutar tubuhnya dan menatap Saka...,
"Baiklah Ayo ikut aku..." Yeri tersenyum kecil melihat ekspresi kegirangan Saka...,
Mereka berjalan naik kelantai atas, melewati tangga besar di rumah ini, berjalan menuju kamar berpintu besar yang di cat warna putih, dari depan pintu terlihat sebuah tulisan "YERI"
"ini kamarku, Selamat tidur saka..." Yeri memutar tubuhnya dan hendak meninggalkan saka di depan pintu kamar..., belum juga yeri melangkah saka sudah menarik lengan yeri...,
"Ajak Aku masuk.." kata saka...
Yeri menarik nafas panjang, masih menahan malu di dalam dirinya....,
"Baiklah Ayo kita masuk" Yeri tidak menolak permintaan saka, Baginya menolak adalah hal yang sia sia saat ini...,
Yeri membuka pintu kamarnya dan membawa saka masuk kedalam kamar...,
Yeri menundukan kepalanya saat mereka masuk ke kamar, ia tak mampu menatap deratan poster saka yang terpajang di seluruh dinding kamarnya...,
"Hey....," Saka meraih wajah yeri agar bisa bertatapan dengannya...
Yeri mengikuti Sentuhan lembut saka dan untuk sesaat mereka sudah saling bertatapan...,
"ini kamarku, lihatlah ini penuh dengan segala yang berhubungan denganmu..." Kata Yeri
Saka menangkupkan kedua tangannya di pipi Yeri yang seketika sudah berubah menjadi merah padam karena menahan malu...,
"Dan kenapa kamu malu?" Saka menatap lekat kearah Yeri...,
"Aku tidak malu..., hanya Saja.., Aku...,
"CUP..." sebuah ciuman hangan mendarat di Pelipis Yeri...,
"Aku bahagia memilikimu..."
"Semua ini membuat cintaku bertambah untukmu..." Nafas lembut Saka menerpa Wajah Yeri...,
Yeri tersenyum, Rasa malunya hilang diganti rasa bahagia...., Yeri merapatkan tubuhnya dan memeluk Erat Tubuh Saka....,
"Aku Juga..., Aku sangat bahagia memilikimu..."