My Idol

My Idol
Will You Marry Me



Saka masih duduk bersama Ken saat perhatiannya teralihkan Dengan kehadiran Yeri...,


Gaun Putih panjang tak berlengan yang di kenakan Yeri malam ini sukses membuat Saka tak bisa berpaling....,


Yeri menatap Saka yang sedang menatap lekat kearahnya, ada perasaan bahagia melihat saka malam ini, tapi yeri masih bersikap seperti sedang kesal....,


yeri berjalan melewati saka yang sedang duduk bersama Ken..., ia melirik sedikit dan tersenyum saat melihat saka sedang terpesona melihat penampilannya...,


Yeri memilih menyapa Ibu Saka....,


"Ibuu..." Yeri tersenyum dan memberikan pelukan hangat untuk Mirae...,


"Kau cantik sekali malam ini Nak" Mirae memuji penampilan Yeri...,


"Dia harus cantik karena pria idamannya sekelas Saka..." Jihoo ikut berbicara dan sedikit menggoda Yeri....,,


Yeri tersipu malu mendengar perkataan Jihoo, benar saja ada banyak wanita cantik yang menginginkan saka..., setidaknya yeri juga tak kalah cantiknya...,


"Yeriii....," terdengar teriakan yang sudah sangat yeri kenal..., siapa lagi kalau bukan Araa...


"Ahh Syukurlah, Araa datang disaat yang tepat, kalau tidak aku bisa terperangkap diantara dua wanita yang sedang sibuk saling memuji..." Pikir Yeri dalam Hati...,


"Ma..., Ibu,, Yeri ketempat Araa dulu yah" Yeri pamit dan berlalu meninggalkan Jihoo dan Mirae yang tak henti hentinya tersenyum saat menatapnya malam ini...,


"Araa...," Yeri mendekat dan memeluk Araa,


Malam ini Araa tidak sendirian, ia membawa morgan bersamanya, Yeri menatap sekilas dan tersenyum kearah morgan....,


"Apa kalian datang bersamaan?" Yeri bertanya menatap araa...,


"Iya Yer..., Morgan tidak mau jalan sendirian..." Araa menatap morgan yang juga sedang menatapnya...,


"Sedang apa Sayang" Saka tiba tiba sudah berada di belakang yeri...., rupanya ia tidak tahan saat melihat yeri sedang bersama morgan...,


Morgan dan Araa spontan menatap Saka, penampilan saka mampu membuat setiap orang terpesona menatapnya, tak terkecuali Araa dan Morgan...,


"Tidak salah lagi kenapa kamu bisa tergila gila pada saka,, dianya setampan ini..., senyum sedikit pasti kamu meleleh..., iya kan?" Araa berbisik kepada Yeri yang sedang berada disampingnya...,


Yeri tidak membalas pertanyaan Araa, Baginya Penampilan saka malam ini memang terlihat sangat tampan, bahkan mampu membuatnya terpesona meski hanya memandangi saka sekilas saja...,


Yeri segera memposisikan diri berdiri tepat di samping saka, baginya lebih baik menghindari Araa sebelum araa berkata yang tidak tidak seperti waktu lalu...,


"Nikmati pestanya Araa..," Yeri menggandeng lengan Saka dan membawanya menjauh dari Araa....,


saat ini para tamu sudah memenuhi Tempat acara, tidak begitu banyak yang diundang, hanya ada kerabat dekat saja....,


Yeri memilih Berdiri tepat di depan tempat Ken akan memberikan pidatonya malam ini....,


terlihat beberapa Pelayan nampak sibuk melayani para tamu...., dan para tamu yang sibuk dengan obrolan mereka masing masing...,


sesaat kemudian seorang pembawa acara membuka acara malam ini...., sambutannya membuat suasana jadi hangat dan Ramai...,


yeri melepaskan genggamannya pada lengan saka dan mencoba fokus pada acara yang baru saja dimulai...,


"Apa kau tidak merindukanku?" Saka menatap dan berbisik kepada yeri yang terlihat sedang fokus pada acara malam ini...., namun tepatnya yeri masih mencoba terlihat kesal pada Saka...


"Tidak.." Yeri berusaha agar dirinya terlihat sedang kesal, meski sebenarnya ia merindukan Saka...,


"Baiklah...., akan kubuat kau merindukanku setiap malam setelah malam ini..." Saka meraih dan menggenggam lembut tangan Yeri..., tidak ada penolakan dari Yeri..., tangan hangat dan lembut saka membuatnya luluh....,


Acara ulang tahun ken sudah di mulai, kemeriahan dan canda tawa menghiasi acara malam ini...., terlihat ken sangat bahagia menyambut usianya yang sudah tidak muda lagi....,


"Hari ini adalah hariku yang sangat spesial...," Ken memulai pidatonya dihadapan para tamu....,


"Terimakasih kepada semua yang sudah hadir malam ini.....," ken tersenyum menyambut para Tamu...,


"Aku selalu berdoa disetiap bertambahnya umurku..., tapi malam ini aku akan melihat satu dari doaku terkabul..." Ken menatap Yeri dan Saka...,


"kuharap kalian menikmati malam ini....," Ken mengangkat segelas Champagne dan meminumnya sampai habis...., para tamu bertepuk tangan dan memberi selamat kepada ken kemudian meminum champagne secara bersamaan.....,


semua orang nampak gembira saat ken mengakhiri pidatonya...., dan tiba tiba sebuah pertunjukkan kembang api menambah indah suasana malam ini....,


"Waah..., siapa yang menyiapkan kembang api malam ini...." Yeri tekjub melihat kembang api yang menyala indah di hadapannya...., sesaat ia tersadar dengan keberadaan saka yang sudah tidak lagi berada disampingya...,


"Kemana Saka....?" Yeri menyapu setiap sudut halaman namun tidak menemukannya...,


Pertunjukan kembang api masih terus berlanjut..., Yeri berjalan sedikit kedepan untuk mencari saka....,


Sebuah instrumen lagu romantis yang baru saja di putar terdengar sangat serasi berpadu dengan riuh suara kembang api yang sedang bergemuruh indah diatas langit....,


Langkah Yeri terhenti, Dilihatnya Saka sedang berjalan menghampirinya dari arah belakang Halaman..., langkah saka pelan tapi pasti, terlihat sangat pas saat kembang api menggebu menghiasi langit di belakang saka...., perhatian para tamu juga teralihkan olehnya...,


Saka berjalan membawa seikat mawar putih...., bunga itu terlihat sangat besar sampai bisa menutupi sebagian tubuh saka...,


Langkah saka terhenti saat ia telah sampai tepat di hadapan Yeri yang sedang terpaku menatapnya...., suasana hening,, musik dan kembang api sudah berhenti seakan menunggu apa yang ingin disampaikan saka....,


"Yeri... Will You Marry Me?"


Perkataan Saka membuat para tamu sontak terpana memuji keberanian saka melamar yeri di hadapan semua orang....,


begitu juga dengan yeri...., saat ini ia sedang menatap saka, fikirannya terhenti pada satu kalimat..., jantungnya berpacu, lelaki yang sangat ia inginkan saat ini sedang memintanya untuk menikah dihadapan orang orang yang ia sayangi....,


Yeri tersenyum...., ia memandangi Jiho dan mirae yang sedang menatap haru kearah mereka...., yeri menatap Ken yang sedang berdiri dengan bangganya melihat putrinya sedang dilamar kekasihnya..., dan kemudian ia menatap saka yang terlihat sedang bersungguh sungguh menunggu jawaban Yeri..,


"Sayang..., Will You Marry Me?" Saka mengulang kembali, tidak sabar menunggu jawaban Yeri....,


"I WILL..." Of Course I Will" yeri tersenyum, suaranya lembut selembut perasaanya untuk saka...,


Saka tersenyum mendengar jawaban dari Yeri, Yeri mendekat dan memeluk Saka,, untuk beberapa saat mereka tidak menghiraukan tepuk tangan dari para tamu yang sedang menyaksikan mereka....,


Air mata yeri jatuh saat ia masih dalam pelukan saka....,


saka melepaskan pelukannya...,


"Jangan menangis, aku melakukan ini agar kau tersenyum" saka mengusap air mata yeri...,


Jihoo dan mirae berjalan mendekati mereka, Jiho memeluk erat tubuh putrinya...,


"berbahagialah Nak..." Jiho mencoba untuk tidak ikut menangis bersama yeri...,


"Ibu bangga sama kamu Nak...," Mirae memeluk lengan Putranya....,


"Ini Kado Terindah Untuk Papa,," Ken ikut bergabung bersama mereka....,


perasaan haru dan bahagia menghiasi penyatuan dua keluarga malam ini....,


para tamu yang sedang memandang mereka juga ikut bahagia..., tak terkecuali Araa dan Morgan...,


"Habislah aku..., Mama pasti akan mulai menanyakan kapan aku menikah..." Araa merajuk melihat adegan haru di hadapannya....,


"Tunggu aku, setelah Pagelaran di milan aku akan pulang dan melamarmu..., akan kupastikan lebih mewah dari ini..." Morgan menatap Araa...,


"Jangan bercanda...," Ara tertawa kecil menanggapi morgan...,


"Apa aku terlihat sedang bercanda...," morgan terlihat serius saat menatap araa..., membuat araa jadi salah tingkah...,


"Hentikan... aku tidak ingin mendengar itu darimu..." Araa mencoba menghindar dan berjalan menghampiri yeri, meninggalkan morgan sendirian....,


"Bicara apa dia..., bercanda juga ada batasnya...," Guman Araa saat berjalan menghampiri Yeri....,


"Selamat Yer...." Ara menghambur memeluk Yeri...,


"Makasih Araa..., aku harap kamu cepat nyusul..." Yeri tertawa saat melihat perubahan ekspresi Araa...


acara malam ini berlalu..., makan malam bersama di lalui dengan sangat nyaman, semua makanan terasa sangat lezat....,


saat ini hanya ada beberapa tamu penting yang masih menemani Ken..., jiho dan mirae memilih masuk kedalam rumah...,


sedangkan Yeri, Araa, Saka dan Morgan masih berada di taman....,


"Pakai ini..., aku tidak ingin kamu kedinginan" Saka melepaskan jassnya dan memakaikannya pada yeri...,


"Mesra mesranya lanjut di dalam saja..., kalian tidak lihat apaah disini masih ada anak di bawah umur..." Araa merajuk menatap yeri...,


"Makanya cari pacar sana" Yeri tertawa kecil saat menggoda araa...,


"Ya ampun, mentang mentang udah di lamar, Yasudah teruskan mesra mesranya..." Araa berjalan menjauh dari saka dan yeri...,


morgan yang melihat tingkah araa jadi ikut tersenyum..., tanpa menunggu lama morgan mengikuti langkah Araa yang sedang berjalan kesudut taman...,


Yeri tersenyum melihat keduanya..., tanpa ia sadari, Saat ini ia dan saka sudah sendirian...., saka menarik dan membawa yeri ketempat yang sedikit sepi, tempat yang jauh dari pandangan orang orang rumah....,


Setelah memastikan mereka sudah tidak terlihat lagi, saka segera menarik tubuh yeri kedalam pelukannya...., pelukan lembut saka membuat yeri merasa nyaman....,


"Terimakasih karena sudah menerimaku...," saka berkata lirih dalam pelukan yeri...,


"Tidak ada alasan untuk menolakmu..., kamu hal yang paling aku inginkan di dunia ini..." Yeri mengeratkan pelukannya....,


"aku ingin secepatnya menikahimu" Saka membalas pelukan erat Yeri...,


Yeri Tersenyum, semakin erat pelukan saka semakin hangat perasaan Yeri...,


"Apa kita harus menikah besok?" Saka melepaskan pelukannya dan menatap yeri...,


"Bagaimana mungkin itu harus besok, jangan terburu buru, aku ingin terlihat cantik di hari pernikahanku..." Yeri tersenyum menatap saka....,


"Kau sangat cantik..., saat ini dan kapanpun kau sangat cantik..." saka memuji Yeri dan seketika membuat yeri bersemu merah dihadapan saka...,


saka tersenyum, tanpa berfikir panjang ia memberikan ciuman hangat untuk yeri dan yeri menerima dengan sepenuh hati...,