My Idol

My Idol
Perhatian



Yeri berjalan masuk ke sebuah restoran yang belum pernah ia kunjungi...,makan siang kali ini tidak bersama dengan saka karena saka masih sangat sibuk dengan pekerjaannya...,


Yeri masih saja terus menggerutu kesal saat ia harus duduk sendirian menunggu Araa yang sedari tadi sudah mendapat banyak sekali omelan dari yeri yang merasa sudah menunggu lama...,,


"Kenapa kamu lama sekali" Yeri cemberut saat menyambut Araa yang baru saja sampai dan duduk di meja makan mereka..., nafas araa tersengal, terlihat bulir keringat nampak membasahi pelipis Araa...,


"Lagian kamu juga, ngasih waktu 10 menit saja..., memangnya aku soper sonic apaah?" Araa merajuk karena Yeri tiba tiba menelfonnya dan mengajak makan siang di tempat yang tidak biasa mereka kunjungi...,


"Kenapa datang ke restoran ini?" Araa bertanya heran dengan pilihan Restoran Yeri....,


"Aku ingin makan Mie Pedass" Sambung yeri menjawab pertanyaan Araa...,


memang benar restoran ini menyajikan menu mie pedass yang sangat terkenal....,


Araa merasa sedikit heran karena sepengetahuannya Yeri menyukai makanan Manis bukan pedass...,


tanpa menunggu lama, 2 mangkuk mie pedass yang sudah yeri pesan sebelumnya sudah memenuhi meja makan mereka....,


"Waaah..." Araa Terkejut melihat porsi mie pedass yang sudah ada dihadapannya, bahkan dari uapnya saja Araa sudah tau kalau mie ini sangat pedass....,


"Yakin mau makan ini Yerr? Ara bertanya pada yeri yang juga nampak terkejut...,


Yeri terdiam memandangi Ara,, belum sempat ia menjawab dan sebuah acara TV membuyarkan perhatiannya dari mie pedass di hadapannya....,


Sebuah acara Live di TV memperlihatkan Saka yang sedang di wawancara..., disana saka terlihat sedang tersenyum sangat tampan saat menjawab setiap pertanyaan dari pembawa acara...., bisa terlihat saat ini acara dilangsungkan di ruangan saka, Benar juga ini acara Live pikir Yeri....,,


Sesaat lamunan Yeri buyar dengan suara histeris beberapa orang yang ada di restoran ini....,


mereka menjerit saat melihat saka, mengagumi ketampanan Saka dari balik layar TV...,


"Kenapa mereka histeris seperti itu...,? mereka sangat aneh..,saka bahkan tidak bisa melihat mereka kenapa mereka menjerit seperti saka bisa mendengar jeritan mereka" Yeri kesal melihat para wanita yang histeris saat melihat kekasihnya...,


araa menatap Yeri dengan pandangan Sedikit kesal....,


"Tanyakan pada dirimu sendiri, kenapa mereka menjerit saat melihat saka" Ara menjawab pertanyaan Yeri..., baginya yeri juga sama seperti mereka...,


"Apaa...., Apa yang harus aku tanyakan pada diriku sendiri" Yeri melototi araa,, memasang ekspresi siap bertarung..., nampaknya yeri memang sedang sangat kesal....,


"Kau bahkan lebih parah dari mereka,, kau menjerit, menangis, tertawa dan sekarang kau memacari saka..., mereka hanya bisa menjerit Yeriii..., aku bahkan mengenal yang lebih parah dari mereka..." Ara kesal saat mencoba menyadarkan Yeri....,,


"Benar Juga...," Pikir yeri dalam hati dan seketika ekspresinya berubah...,


Yeri tidak mampu menjawab perkataan Araa kemudian beralih pada mie pedass dihadapannya...., Yeri melahap mie pedass itu tanpa menghiraukan rasa terbakar di lidahnya...,


Araa menggeleng kepala, tidak percaya saat melihat yeri mampu memakan makanan pedas yang tidak ia suka hanya karena Saka...,


"Satu lagi peningkatan darimu hanya karena Saka,, sekarang kau sudah bisa makan makanan pedass...." Araa berguman kecil menatap yeri yang sedang makan seperti orang yang sangat kelaparan....,


Mereka mengakhiri makan siang mereka kali ini dengan kembali ke kantor masing masing..., Araa mengantar Yeri ke perusahaan dan suasana kembali normal lagi saat yeri sudah mulai menguasai emosinya..., terlihat sesekali ia tersenyum saat araa melontarkan cerita lucu untuknya....,.


"Sampai ketemu lagi..., bye" Yeri berpamitan pada araa dan kemudian berjalan masuk kedalam perusahaan...,


Yeri menatap pintu ruangan saka yang masih tertutup rapat sesaat setelah sampai di ruang kantor..., sedang apa dia di dalam sana pikir Yeri....,


Yeri meraih ponsel genggamnya,, di lihatnya ada sebuah pesan masuk dari saka...


"Aku sedang meeting bersama klien, cepat pulang setelah pekerjaan selesai, aku akan menjemputmu untuk makan malam..., i love you sayang"


Yeri menatap lama layar ponselnya...


mengingat saka sama juga dengan mengingat beberapa wanita yang mengaguminya dan itu membuat yeri kesal...., yeri memilih tidak membalas pesan saka....,


Satu jam berlalu, Yeri tiba tiba merasakan sakit di perutnya....,


"Aaawh...." Yeri memegang erat perutnya...,


"Juan apa kau punya obat sakit perut?" yeri bertanya pada juan...,


"Tidak..., apa kau baik baik saja? Juan Menyadari yeri sedang kesakitan di meja kerjanya....,


"Aku baik baik saja..., aku hanya makan banyak mie pedass saat makan siang tadi dan sekarang perutku jadi sakit..." Yeri menyadari apa yang membuat perutnya sakit, ini sering terjadi saat ia memakan banyak makanan pedas....,


"Apa kau mau pulang saja? Juan menyarankan kepada yeri...


Yeri sedikit berfikir, saat ini jalan satu satunya adalah berbaring di tempat tidur yang nyaman...,


"Iya..., aku rasa aku harus pulang secepatnya" Yeri mengiyakan perkataan Juan, dan segera membereskan meja kerjanya....,


hari sudah cukup sore saat juan mengantar yeri sampai ke apartmennya...,


Yeri melangkah keluar mobil Juan dan berterimakasih atas bantuannya kali ini....,


sesampainya di dalam apartment, yeri menghamburkan dirinya keatas tempat tidur lembut miliknya....,,


Perutnya masih sedikit sakit dan ia mencoba meredakan sakit perutnya dengan berbaring terlentang diatas tempat tidur....,


untuk beberapa saat, benar saja sakit perutnya hilang..., dan yeri tanpa sadar terlelap dengan nyenyak....,


Waktu terus berlalu, saat ini saka sedang bersiap untuk mengajak yeri makan malam seperti yang sudah ia janjikan..., ia mengirimkan pesan tapi yeri tidak membalas..., mungkin yeri sedang bersiap pikir saka...,,


Saka tersenyum saat ia membawa dirinya berjalan di koridor apartment yeri...,, kemudian membunyikan bell apartment saat ia sampai...,


bell apartmen berbunyi tapi yeri belum juga membuka pintu...,


Saka sedikit berfikir karena yeri sudah tidak ada di kantor saat saka kembali tadi...., dimana yeri pikir saka...,


Saka mencoba menelfon, tapi sama saja yeri tidak mengangkat telfonnya...,


Kali ini saka mencoba mengetuk pintu sedikit keras agar yeri bisa mengetahui keberadaannya...,,


Dari dalam kamar, sayup sayup terdengar suara memanggil namanya..., Yeri membuka mata dan mendapati kamarnya yang sedang gelap gulita...,


Yeri terkejut saat kembali mendengar seseorang sedang mengetuk keras pintu apartment..., dengan segera yeri bangkit dan berjalan membuka pintu apartment dan mendapati saka sedang berdiri di depan pintu dengan ekspresi wajah yang sedang panik...,


sesaat sebelumnya saka menelfon Juan dan mengetahui bahwa yeri sedang sakit, itu kenapa saka sangat panik saat yeri tidak segera membuka pintu....,


Saka menatap Yeri yang sedang berdiri di hadapannya, Pakaian Yeri masih sama dengan pakaiannya siang tadi..., itu tandanya yeri sangat kesakitan sampai tidak sempat mengganti baju kantornya....,,


Saka melangkah masuk kedalam apartment dan dengan tiba tiba Saka memeluk Yeri....,


"Kau membuatku panik Yeri...., Jantungku bisa berhenti berdetak jika kamu tidak segera membuka pintu ini..." saka memeluk erat tubuh yeri, nafasnya tersengal sebagian tenaganya habis saat mengetuk pintu apartment yeri sekuat tenaga....,,


"Apa yang sakit hah? cepat katakan,, apa kita harus kerumah sakit? saka melepaskan pelukannya dan memindai tubuh yeri...,


Yeri hanya bisa terdiam melihat tingkah saka,, Kepanikan yang ada di mata saka mampu membuat yeri tenang...., ia juga akan sepanik ini jika saka sedang sakit, pikir yeri dalam hati....,,


"Aku baik baik saja..., Aku hanya butuh mandi dan aku ingin makan bubur ayam..., perutku masih tidak bersahabat dan aku ingin makan bubur malam ini...." Yeri tersenyum saat menjelaskan pada saka....,


Saka masih panik saat menatap yeri, alisnya mengkerut, tapi mendengar perkataan yeri, saka dengan segera menurutinya....,,


"Baiklah..., sekarang bersihkan tubuhmu, aku akan buatkan bubur ayam lezat untukmu..." Saka melepaskan tubuh yeri dan membuka Jass dan dasi yang ia kenakan, saat ini saka hanya memakai kemeja putih tipis yang sangat pas di tubuhnya yang atletis...,


"Tunggu apa lagi, ayo cepat bersihkan dirimu..., atau kau ingin aku membantumu mandi?" Saka menggoda yeri dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sangat tampan...,


yeri tersipu malu mendengar perkataan saka,, dan dengan segera berlari menuju ke kamar mandi....,


Saka tersenyum melihat tingkah yeri, kekahwatirannya sedikit berkurang, ia kemudian melangkah kedapur dan membuatkan bubur ayam untuk Yeri...,


Yeri menghabiskan cukup banyak waktu di dalam kamar mandi, tidak terasa bubur yang Saka masak sudah hampir matang saat yeri sudah selesai berganti pakaian dan berjalan mendekatinya yang sedang asik memasak di dapur kecil milik Yeri...,,


Yeri mendekat kearah saka..., diliriknya saka yang nampak sedang berkosentrasi mengaduk bubur yang sedang ia masak dengan hati hati...,


yeri tidak tahan dengan pesona saka dan sesaat kemudian ia membawa dirinya, memeluk saka dari arah belakang....,


Saka tersenyum,, aroma vanila yang menenangkan dari tubuh yeri membuatnya relax....., ia menikmati pelukan mesra yeri dari belakang tubuhnya....,,


"Buburnya sudah matang Nonaa..., sekarang kau harus makan" Saka mulai mengangkat bubur hangat itu dan meletakkannya kedalam mangkuk....,


Yeri mencium aroma yang sangat lezat dari bubur buatan saka, dengan segera ia melepaskan pelukannya dan duduk di meja makan....,


Yeri mulai mencicipi masakan saka, seketika senyumnya merekah saat merasakan betapa lezat dan hangatnya bubur buatan saka....,


Yeri makan dengan lahap dan sedikit tidak memperdulikan saka yang sedang asik menatapnya..., tidak butuh waktu lama yeri sudah menghabiskan satu mangkok Bubur ayam buatan saka....,


Saka tersenyum menatap Yeri...., dan yeri membalas senyuman saka..., perhatian dari saka membuat yeri bertambah cinta kepadanya...,


"Kenapa kau harus sesempurna ini?" Yeri bertanya kepada saka, kekagumannya bertambah berkali kali lipat kepadanya...,


"Aku harus sempurna untuk bisa memilikimu..." Saka tersenyum membalas perkataan Yeri....,


Yeri tersipu malu dengan jawaban saka...,


"Apa kau sudah makan malam? Yeri tiba tiba teringat saka pasti belum makan malam...,


"Aku bisa makan dirumah..." Saka menjawab mencoba membuat yeri tidak memikirkan apa yang harus ia makan malam ini....


"Aku akan membuatkanmu Pasta..." Yeri berdiri dari tempat duduknya...,


"Istirahtlah sayang, kau sedang sakit..." Saka menggenngam tangan Yeri mencoba menahannya berjalan kearah dapur....,


"Aku sudah sembuh sayaang..." Yeri tersenyum dan melepaskan genggaman saka kemudian berlalu menuju dapur....,


saka menatap yeri yang sudah nampak sibuk dengan resep pastanya...., yeri merebus Pasta dan kemudian meracik beberapa bumbu yang tercium sangat harum dari arah meja makan...,


Saka mendekat dan menatap yeri..., ia mengikuti setiap gerak yeri yang sedang sibuk dengan racikan pastanya,, saat yeri sudah nampak tenang Saka tiba tiba memeluk yeri dari arah belakang.....,


"Sayaang, aku tidak bisa bergerak" Yeri berkata saat tubuhnya kaku karena menahan beban tubuh saka....,


Saka tersenyum dan mengeratkan kembali pelukannya di perut yeri,, ia menenggelamkan wajahnya di leher jenjang yeri dan sesaat kemudian nafas lembut saka menerpa halus ke tubuh yeri...,


"Sayang..., aku tidak bisa berkosentrasi" Yeri berkata mencoba menahan Jantungnya yang serasa ingin berlari keluar.....,


Saka tertawa mendengar perkataan yeri, ia melepaskan pelukannya dan kemudian mengecup halus pipi lembut Yeri....,,


Yeri tersenyum dengan perlakuan manis saka,, hilang sudah rasa kesalnya hari ini....,


"Tadaaa....,, selesai" Yeri mengangkat sepiring pasta lezat kedepan tubuh saka...,


Saka melirik Yeri, senyuman yang sangat menawan itu kali ini tidak bisa lagi di tahan saka..,


Diraihnya tubuh yeri dan sebuah kecupan lembut mendarap di bibir yeri....,


Yeri sedikit terkejut dengan perlakuan saka, tangannya yang sedang memegang sepiring pasta sedikit goyah...., saka menyadari hal itu kemudian menyentuh dan menyusuri lengan yeri sampai sentuhannya menyentuh piring pasta yang sedang yeri pegang...., saka membantu mengeratkan pegangan Yeri tanpa melepaskan Ciuman mesranya...,


Malam ini satu perhatian dari saka mampu membuat Yeri kembali jatuh dalam perasaan cinta yang dalam untuk Saka.....,