My Idol

My Idol
Penolakan Yeri



Tiga hari berlalu semenjak kejadian yang membuat Yeri berfikir kembali untuk mencoba membuat Saka mengenalnya dengan Baik....


Baginya sudah sangat menyakitkan mendengar kata kata itu keluar dari mulut Saka...


Yeri berusaha sekuat tenaga agar bisa menjauhi saka selama Tiga hari ini dan dirinya berhasil melakukan itu.....


Yeri tak lagi menatap pintu ruangan Saka,, Tidak Lagi tersenyum dengan bodohnya saat melihat Saka....


Saat bertemu dalam Rapatpun Yeri menyibukkan dirinya dengan topik pekerjaan yang sedang mereka bahas, dirinya menatap Saka tanpa senyuman yang biasa ia berikan untuk Saka...


Saat ini Yeri sedang mengantri di lift bersama karyawan lain... sesaat setelah pintu lift terbuka, para karyawan berebut untuk masuk dan dengan segera membuat lift itu penuh....


Saaf lift mulai tertutup, tiba tiba Saka menekan tombol Open dan memaksakan dirinya masuk di dalam lift yang sudah penuh itu...., berdiri sangat dekat dengan Yeri....


Tidak seperti biasanya saat Saka tidak suka naik Lift yang penuh,, tapi saat ini entah kenapa dirinya memaksakan diri untuk naik....


"Tiiiiit.... Tiiiit.... Tiiiit...."


Terdengar alarm Lift bahwa Lift sudah penuh,, dengan cepat Yeri melangkahkan Kaki keluar lift agar lift bisa berjalan dan juga karena dirinya tidak merasa nyaman dengan kehadiran Saka disampingnya...


Saka menatap Yeri dengan Tatapan tidak suka saat Yeri Turun dari Lift..., karena sebenarnya dia memaksa masuk hanya karena ingin berdekatan dengan Yeri...., belum sempat ia keluar dan Lift sudah terkunci, membawanya Kelantai yang ia tuju....


selama tiga hari semenjak kejadian Saka Membentak Yeri, dirinya memang merasakan perubahan Sikap Yeri yang membuatnya sedikit tidak nyaman....


Tidak ada lagi Yeri yang dengan terang terangan mendekatinya.... dan entah kenapa Saka merindukan Senyuman indah Yeri Saat sedang menatapnya....


Yerii yang saat ini harus mengantri kembali di depan lift memilih untuk naik tangga darurat saja karena sudah dipastikan lift yang ia tunggu akan memakan banyak waktu...


Yeri berjalan kearah tangga yang ternyata cukup banyak penggunanya jadi dia tidak sendirian...


Beberapa saat kemudian Yeri Sampai, naik tangga sampai kelantai teratas membuatnya cukup lelah... keringat terlihat sedikit membasahi pelipis yeri...


Saka sedari tadi berdiri di depan pintu ruangannya... mengawasi setiap karyawan yang masuk dan sedikit membuat karyawan lain tidak nyaman dengan tingkahnya....


"Kenapa dia lama sekali"


Saka bertanya atas Keberadaan Yeri,, merasa bersalah karena membuat Yeri turun dari lift setelah lama mengantri....


sesaat kemudian Yeri masuk bersama seorang karyawan Laki laki....


"Apa kamu tidak biasa naik tangga perusahaan?"


Pria kekar itu bertanya, setelah sebelumnya berjalan bersama sama dengan Yeri dan melihat Yeri cukup kelelahan....


maklum saja Yeri menaiki tangga saat ia menggunakan High Heels yang membuatnya lumayan Lelah....


"Aku Hanya sedang memakai High Heels jadi kakiku cukup pegal"


Yeri menjawab pertanyaan laki laki itu, tersenyum kearahnya....


Tanpa Yeri sadari Saka sedang menatap Yeri yang sedang tersenyum manis menanggapi Pria yang sedari tadi bersamanya....


Entah sejak kapan Saka merindukan senyuman manis yang selalu tertuju untuknya...


Yeri berjalan menuju meja kerjanya tanpa melihat kearah Saka..., dirinya tidak memperhatikan Saka yang sedang menatapnya dan itu membuat Saka sedikit tidak suka....


Perubahan sifat Yeri selama beberapa hari cukup mengganggu fikiran Saka...,


Tapi dirinya tidak bisa berbuat apa apa, bukankah itu yang ia minta kepada yeri... agar yeri menjaga jarak dengannya....


Saka memilih keluar ruangan dan menanyakan pekerjaan yang ia titipkan untuk Yeri...


"Bawakan Aku hasil Evaluasi dari program baru yang akan kita kerjakan"


Saka berkata di depan pintu ruangannya dan melihat kearah yeri yang dengan Refleks mencari berkas Yang diminta Saka kemudian membawanya keruangan Saka...


Saat ini, Yeri sedang Duduk di depan Saka, tidak banyak bicara dan tidak menatap Saka, dirinya fokus menjelaskan Hasil evaluasi itu kepada Saka.... dan entah kenapa Saka tidak menyukai perubahan sifat Yeri...


Yeri menjelaskan dengan sangat baik... tanpa cela sedikitpun, dan Saka hanya bisa menatap Yeri tanpa mampu berkata kata...


Yeri berjalan keluar setelah selesai dengan pekerjaannya diruangan Saka...


Jantungnya berdetak tidak karuan saat ia berusaha untuk menjaga jarak dengan saka mencoba sekuat tenaga agar tidak menatap saka terlalu lama....


Yeri adalah Gadis yang memiliki pendirian yang kuat, maka saat ia mengambil sebuah keputusan untuk menjauh dari Saka, dirinya akan melakukan yang terbaik tanpa cela sedikitpun meski itu bertolak belakang dengan apa yang diinginkannya...,,


Yeri larut dalam pekerjaannya, dan sekarang sudah jam makan siang...


Ponselnya berbunyi,, Seseorang dengan nomor yang tidak ia kenal menelfonnya...,


*Hallo.... selamat siang,, ini dengan yeri, ada yang bisa saya bantu...?


Selamat siang Yerii.... ini tante mirae,, Tante mendapatkan nomormu dari ibumu.. apa tante tidak mengganggu*...


sesaat Yeri terkejut mengetahui bahwa yang menelfon adalah ibu Saka...


*Tidak tante... tidak menganggu...


Apa hari ini yeri mau makan siang dengan tante...?


Tante sekarang Berada di restoran dekat kantor Yeri*...


yeri sejenak berfikir untuk menolak ajakan mirae, tapi mengingat betapa baiknya ibu Saka, Yerii tidak sampai hati menolak ajakan Mirae...


Baiklah Tante... Tunggu sebentar Yeri akan segera kesana


Setelah mendapatkan alamat dari ibu Saka, Yeri bergegas pergi menemui Mirae...


Tak butuh waktu lama Yeri sampai di restoran yang di maksud..., dan disambut dengan pelukan hangat Dari Mirae...


"Duduklah Nak...., tante sudah memesankan makanan Terbaik di restoran ini... dijamin kamu pasti suka"


Senyuman bahagia menghiasi wajah mirae...,


dan yeri menganggapi perkataan mirae dengan senyuman...


Saat ini mirae sudah tidak bisa menyimpan rasa penasarannya terhadap perjodohan yang ia katakan beberapa hari yang lalu...


"Yeri.... Apa semua berjalan lancar dengan Saka?"


Yeri tertegun mendengar pertanyaan Mirae...


"Semuanya berjalan baik tante..."


Yeri memaksakan senyum saat menjawab mirae...


"Syukurlah...."


Mirae menanggapi dengan bahagia...


"Tantee... Apa Yeri bisa minta sesuatu?"


"Silahkan Nak...., apa permintaanmu..."


Yeri sedikit terdiam saat ingin mengemukakan permintaannya dan mengumpulkan keberanian untuk berbicara pada mirae...


"Yeri..... Yeri ingin membatalkan perjodohan Ini..."


Mirae terkejut dengan permintaan Yeri... Raut wajahnya seketika berubah sedih....


"Apa Terjadi sesuatu? Apa Saka menyakitimu?"


"Tidak....,, Yeri hanya merasa perjodohan itu tidaklah benar,, Yeri tidak ingin memaksakan Sesuatu...."


Mirae bisa melihat kesedihan di raut wajah Yeri... tidak seperti saat pertama mereka bertemu dan tidak seperti saat mirae mengemukakan ide perjodohan itu yang membuat Yeri terlihat bahagia meski sedikit bingung....


"Apa itu yang kamu inginkan?"


Mirae menggenggam tangan Yeri... dan Yeri mengangguk kecil....


"Baiklah... kita batalkan Saja..., lagipula kau pantas mendapatkan yang lebih baik dari Saka..."


Mendengar Mirae menyetujui permintaannya Yeri sedikit Sedih...., entah kenapa dirinya sedikit tidak Rela... tapi dirinya sudah bertekad untuk membatalkan perjodohan itu...


beberapa saat setelah penolakan Yeri, Suasana menjadi sedikit hening...,, sampai seseorang memecah keheningan diantara mereka....


"Maaf sudah terlambat"


Saat ini Saka sudah berdiri di depan Yeri,, menarik tempat duduk disebelah ibunya dan duduk berhadapan dengan Yeri....


Yeri saat ini terkejut dan tidak nyaman dengan kehadiran Saka.....


"Aku sudah Makan dengan Client jadi teruskan makan kalian"


Yeri tidak menanggapi perkataan Saka..., dan melanjutkan makan siangnya...


"Baguslah kalah kau sudah makan,, lagipula ibu dan yeri sudah hampir selesai...."


Mirae menanggapi Saka dengan Nada suara yang tidak seperti biasanya...,,


membuat Saka bertanya tanya, apa yang mereka bicarakan, kenapa ibunya terlihat kesal kepadanya...


"Aku akan mengantar Ibu..."


Saka menawarkan Saat mereka sudah selesai makan dan berjalan keluar dari restoran...


"Baiklah..."


jawab Mirae singkat dan membuat Saka heran dengan Sikap mirae... menurut perkiraan Saka saat ini mirae akan menolak ajakannya dan memintanya untuk mengantar Yeri sama seperti keinginannya saat ini....


"Apa kau tidak apa apa kembali sendirian ke kantor?"


Mirae bertanya pada Yeri....


"Tidak Apa apa Tante... Yeri ingin Bertemu teman sebelum kembali ke kantor..."


Yeri menjawab sambil tersenyum...


"Bertemu siapa?"


Saka spontan bertanya dan menatap tajam kearah Yeri...


"Jam istirahat akan segera berakhir, sebaiknya kau ikut denganku..."


"Tidak perlu... aku akan sampai di kantor tepat waktu..."


Saka sedikit kesal dengan jawaban Yeri..., hatinya bertanya dengan siapa yeri bertemu kali ini....


Mirae kemudian memeluk Yerii, tampak kesedihan diwajahnya dan Yeri tersenyum Manis saat Mirae pamit padanya....


Saka dan Mirae meninggalkan Yeri yang masih berdiri di depan Restoran sampai kendaraan Saka tidak terlihat lagi...


di dalam mobil mirae hanya diam saja, tidak seperti biasanya....


"Buuu.... kenapa diam Saja".


Saka yang penasaran akhirnya bertanya....


"Yeri menolak perjodohan Itu"


Jawaban Mirae membuat Saka terkejut, laju mobilnya melambat saat ia berusaha mencerna perkataan ibunya....


"Kau sudah kehilangan Wanita yang sangat baik.... ibu hanya berharap kau bisa menemukan wanita Tulus selain Yeri...."


Saka tidak mampu berkata kata... dirinya tidak menyangka Yeri dengan cepat membatalkan perjodohan itu di saat dirinya sedang mempertimbangkan untuk mengenalnya....


Tapi bagaimana lagi..., dirinya yang meminta Yeri untuk membatalkan perjodohan mereka...


dan untuk saat ini ada perasaan menyesal di hati Saka...