
Pagi Ini Seperti biasa Yeri berangkat Lebih pagi dari biasanya... membawa segenggam bunga segar yang sempat ia beli di sebuah Toko Bunga.....
Suasana hatinya sedang bahagia,, hari ini ia berusaha mendekati Saka dengan cara yang Baik.....
Entah kenapa keinginan untuk menyentuh Saka sangat menggoda,, tapi ia harus menahan diri agar Saka tidak berfikir buruk tentangnya....
Yeri sampai di Lobi kantor,, langkahnya terhenti, ingin rasanya menunggu Saka disini... melihatnya turun dengan gaya Khasnya dan penampilan sempurna darinya...
Namun Yeri membuang jauh pikiran itu dan melanjutkan perjalanan menuju Ruang kerjanya...
Sesampainya di Ruang Kerjanya, Yeri kemudian melangkah memasuki ruangan Saka....
Ruangan ini Kosong, pemiliknya belum Datang...
Yeri tersenyum memandang Tempat duduk Saka,, membayangkan betapa tampannya Saka saat sedang sibuk di Tempat duduk itu....
Diraihnya Fas bunga yang ada di meja Saka,,
Bunga disana tampak sedikit layu...
diambilnya dan diganti dengan bunga yang ia bawa sedari tadi....
aktivitas menyusun bunga Yeri belum selesai, sampai ia dikagetkan dengan suara seseorang...
"Apa yang Kau lakukan Disini"
Saka Berdiri di depan pintu ruangan, menatap tajam kearah Yeri... alisnya mengkerut tanda ia tidak suka Yeri berada diruangannya....
Yeri berkedip beberapa kali, memastikan siapa dan Apa yang baru saja dikatakan pria yang datang secara tiba tiba itu....
"Aku... Aku mengganti bunga di mejamu"
Tampaknya bunga yang lama sudah sedikit layu...
Yeri menatap kearah pintu... dirinya baru tersadar Bahwa pria itu adalah Saka dan hatinya bertanya kenapa Saka memandangnya seperti sedang Marah...
Saka mendekat kearah meja,, menatap bunga yang baru saja di letakan Yeri...
Saka mengambil Bunga itu....
"Letakkan di mejamu.... Aku tidak membutuhkannya...."
"Dan lagi... Jangan masuk ruanganku tanpa ijin dariku..."
Tatapan Saka menusuk kearah Yeri...
Yeri saat ini terdiam menatap Saka yang jelas jelas tidak suka dengan kehadirannya...
"Apa Aku pernah berbuat Salah?"
Yeri memberanikan diri bertanya,, sejujurnya ia sedikit bingung kenapa Saka Seperti membencinya....
"Aku Salah karena Tidak sopan saat pertama bertemu"
Tapi... bukankah Aku sudah minta Maaf?
Saka menatap Yeri... Tatapanya Tajam tidak suka saat yeri bertanya...
"Kau tidak Salah.... Aku hanya tidak suka Saat kau selalu menampakkan dirimu di dekatku..."
"Sekarang keluarlah,, aku ingin bekerja"
Yeri sedikit terkejut dengan perkataan Saka dan kemudian melangkah keluar membawa Fas bunga yang sebelumnya sedang ia genggam...
"Memang Apa Salahku.... Apa aku Virus yang tidak boleh dekat dekat dengannya.... lagian aku hanya mengganti bunga di mejanyakan....,, seharusnya dia berterimaksih padaku..... Dasar Arogan...."
Yeri kesal dan melampiaskannya dengan berbicara sendiri....
Tak terasa Hari sudah beranjak Siang...
ponsel Yeri berdering menyadarkan Yeri yang sedang Fokus bekerja.....
"Araa"
*Hallo.....
Ada apa Araa....
apa kau tidak suka aku menelfon....
tidak bukan begitu... aku hanya sedang badmood....
kalau begitu ayo kita makan siang...
aku sedang ada di restoran dekat dengan kantormu ....
baiklah...
tunggu aku 10 menit lagi*...
Yeri membereskan pekerjaannya dan melangkah keluar ruangan menuju lobi perusahaan....
Saka yang saat ini juga sedang berada di lobi melihat Yeri sedang menunggu Taxi....
muncul ide saka untuk mengikuti Yeri.... mengingat perkataan Ibunya untuk bisa mengenal Yeri meski baginya Yeri Wanita Aneh yang mungkin punya tujuan yang tidak Baik untuk mendekatinya...
Taxi yang Yeri tumpangi berhenti di sebuah Restoran kecil yang nyaman.... menyajikan makanan yang sangat pas untuk dimakan saat jam Istirahat kantor....
Yeri masuk dan Saka mengikutinya tanpa sepengetahuan Yeri....
Yeri menghampiri Araa yang sudah melambai kegirangan menyambutnya...
mereka duduk di tempat duduk paling ujung....
restoran ini memang tidak cukup besar, tapi mereka menyediakan Tempat duduk dengan Sekat di setiap tempat duduknya yang membuat setiap pelanggan makan dengan nyaman karena tak perlu terganggu dengan pelanggan lain....
Saka memilih Duduk tepat disamping Yeri... meski Yeri tidak menyadari karena mereka terhalang Sekat itu....
"Kenapa wajahmu cemberut"
Araa bertanya menatap Wajah Yeri yang sedari tadi terketuk Lesuh
"Tidak Apa Apa... ayo cepat pesan,, Aku makan apa yang kamu pesan"
sesaat kemudian makanan mereka Sampai... bersamaan dengan makanan Saka meskipun Saka tidak berniat untuk Makan....
"Apa semua berjalan lancar dengan Saka?"
"Tidak Juga"
Yeri menjawab singkat dan menyantap makanannya....
disebelah Yeri Saka tidak mampu makan,, seleranya hilang entah kenapa dia merasa bahwa pertemuan ini membahas tentang dirinya...
"Apa dia memperlakukanmu dengan tidak baik?"
"Bukan Dia... Tapi Aku,, Aku yang tidak Sopan kepadanya"
Yeri menjawab dan wajahnya sudah tambah cemberut....
"Kalau Saja Kau mau berusaha jadi org terkenal, Pasti kau tidak akan bersusah payah mengejar Laki laki yang kau sukai... mereka yang akan mengejarmu"
Araa bercanda mengingatkan Yeri betapa bodohnya ia menolak semua tawaran untuk menjadi penyanyi terkenal....
"Benarkah..... Tapi Aku tidak mau Bersusah Payah menjadi orang yang terkenal.... aku bisa menikahi mereka dan aku akan terkenal tanpa bersusah payah"
Yeri tersenyum kearah Araa membalas lelucon Araa yang sudah sangat Basii menurut Yeri Karena Araa selalu seperti itu Saat Yeri sedang cemberut memikirkan Masalahnya....
Dan Sebuah pukulan dari Araa Mendarat di kepala Yeri....
"Dasar kau Bodoh"
Mereka tertawa dengan pembahasan yang mereka anggap sebagi lelucon, namun tidak dengan Saka yang menganggap serius semua percakapan mereka....
"Dasar wanita Licik"
Jadi itu tujuannya mendekatiku....
Saka mengambil kesimpulan atas Yeri dan kemudian berdiri meninggalkan makanan yang tidak ia sentuh...
Saat ini Perkataan yang Yeri anggap sebuah lelucon Itu dianggap Saka sebagai Isi Hati Yeri yang sebenarnya... dan entah kenapa saat ini ia membenci Yeri....