My Idol

My Idol
Pesan Sahabat



Hari sudah beranjak Siang saat yeri masih disibukan dengan beberapa berkas yang ada di meja kerjanya,, setelah kembali dari bangkok ada banyak pekerjaan yang harus di kerjakan....,


Pandangan Yeri beralih Pada ponselnya yang baru saja berdering....,


"Araa Calling"


Yeri tersenyum dan dengan segera mengangkat telfon dari Araa,, sudah berapa hari ia tidak bertemu dan berkomunikasi karena araa juga sedang sibuk...,,


"Hallo Araa....," Yeri menyapa sambil tersenyum


"Hei..., apa kau sudah melupakanku? ayo makan siang aku merindukanmu..." Nada suara Araa sedikit merajuk setelah kemarin mencari yeri dan mendapati yeri sedang berada di bangkok....,


Yeri tersenyum dan menatap Pintu ruangan saka yang masih tertutup,, mungkin saka sedang sangat sibuk pikirnya...,,


"Baiklah, tunggu aku 15 menit lagi" Yeri menutup telfon dan merapikan berkasnya kemudian berjalan menuju ruangan Saka...,


"Tok Tok" Yeri mengetuk pintu memastikan bahwa saka ingin menerima tamu...,


"Masuklah" terdengar jawaban saka dari dalam ruangan dan yeri tersenyum...,


Yeri membuka pintu ruangan dan mendapati Saka sedang sibuk dengan beberapa berkas di tangannya....,, Saka mengangkat kepala dan tersenyum kearah Yeri....,


"Apa pekerjaannya banyak Sekali?" Yeri bertanya saat berjalan kearah Saka


"Lumayan" Saka meletakan berkas di tangannya keatas meja dan berdiri berjalan menghampiri Yeri...,


"Kemarilah..., aku butuh tenaga Extra" Saka tersenyum dan melebarkan tangannya isyarat untuk memeluk Yeri...,,


Yeri tersenyum dan sesaat kemudian menghamburkan diri kedalam pelukan Saka..,,


Saka memeluk erat penuh kelembutan, meresapi tubuh Yeri,, satu pelukan yang bisa membuatnya nyaman....,,


"Saka....,, Araa mengajak untuk makan siang" yeri memulai pembicaraan dan saka melepaskan pelukannya...,


"Araa?" Saka bertanya menatap wajah yeri...,, terlihat sedang mengingat ingat siapa Araa...,,


"Iyaa, Araa,"


"Baiklah...,, tapi aku tidak bisa mengantarmu, sekarang aku sedang banyak pekerjaan..." saka membelai lembut helaian rambut Yeri...


"Tidak apa apa...,, Araa ada di tempat makan dekat dengan kantor..." yeri tersenyum dan memeluk Saka kemudian berpamitan, sebuah kecupan kecil hangat mengakhiri pertemuan mereka....,


Tidak butuh waktu lama saat yeri sudah berada di tempat makan yang araa kunjungi..., disana sudah ada araa yang sedang duduk santai menunggunya....,,


"tidak biasanya kamu terlambat" Ara cemberut saat menyambut Yeri yang baru saja bergabung dengannya...,,


"Maafkan akuu" Yeri tersenyum dan memberikan pelukan hangat untuk Araa kemudian mengambil posisi untuk duduk...


"Apa jatuh cinta bisa membuatmu lupa pada sahabat? Araa mencoba membuat dirinya tampak sedang marah tapi malah terlihat imut menurut yeri,,


Yeri tersenyum dan mengangguk mengiyakan pertanyaan Araa...,,


"Apa sebahagia itu bersama Saka?" Araa bertanya lagi dan masih cemberut...


Yeri mengangguk lagi,, kali ini tersenyum penuh semangat....,,


"Aaah... baiklah, untuk apa bertanya, kamu pasti sangat bahagia..." Ara cemberut dan yeri tersenyum kearahnya,,


Saat Araa dan yeri sedang berbincang, tiba tiba Saka menyapa dan bergabung bersama mereka...,


"Bolehkah Aku ikut bergabung bersama kalian?" Saka Berdiri disamping yeri dan ara membuat keduanya spontan menatap saka...,,


"Saka....,, apa pekerjaannya sudah selesai? Yeri bertanya tidak percaya melihat saka sedang ada disini bersama mereka...,


Araa menatap Saka dan yeri bergantian,, sangat terlihat raut wajah orang orang yang sedang jatuh cinta....,,


"Belum selesai, tapi aku ingin makan siang dengan kalian" Tanpa berpikir panjang saka mengambil tempat duduk disamping Yeri...,,


"Kita bertemu lagi..." Saka tersenyum saat mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan araa...,,


"Iyaa,, senang bisa bertemu lagi" Araa menyambut uluran tangan Saka dan tersenyum keraha saka....,,


Tak butuh waktu lama, Pesanan mereka sampai bersamaan dengan pesanan Saka...,


Saka sesekali menggoda yeri saat ia mencuri perhatian dengan menggenggam Tangan yeri dari balik meja, mencoba menyembunyikannya dari Araa dan perlakuan saka membuat Yeri salah tingkah...,


"Kau harus menggenggam tangannya sebanyak yang kamu bisa...,, dulu Yeri hanya bisa menggenggam tangan boneka yang wajahnya digantikan dengan fotomu..." Ara berkata saat melihat tingkah yeri dan Saka,, ia sudah tahu saat ini mereka sedang saling menggoda....,,


Yeri terdiam dan spontan melepaskan tangannya dari saka....,, Kenapa Araa membicarakan Rahasianya Pikir Yeri...,,


berbeda dengan Yeri, Saat ini Saka terlihat antusias untuk berbicara dengan Araa...,,


"Benarkah? ada boneka seperti itu?" Saka tersenyum dan bertanya ingin mendapatkan cerita yang lebih banyak lagi dari Araa...,,


"Boneka itu hanya salah satunya,, kau tidak tahu bahkan Yeri bisa salah tingkah hanya dengan melihat postermu Saja..." Ara menambahkan ceritanya dan yeri sudah sangat tidak percaya kenapa araa menceritakan hal itu kepada saka....,,


"Araa...," Yeri menatap tajam kearahnya yang hanya mendapat senyuman dari araa...,


"Kau tahu...,, Yeri bahkan memberikan ciuman untuk postermu setiap pagi..., dia benar benar berpacaran dengan setiap benda yang bergambarkan dirimu..." Kali ini araa tertawa lepas saat menjelaskan kepada saka,, dan ia tidak sendirian Saka juga tertawa lepas mendengar cerita Araa...,,


Wajah Yeri berubah menjadi merah padam,, ia tidak sadar sudah menghabiskan Segelas Milkshake di hadapannya...,,


Saka tertawa saat menatap Yeri,, Tidak ada yang lebih cantik dari Yeri yang sedang bersemu merah padam menahan Rasa malu di dalam dirinya...,,


"Karena dia sangat menyukaimu lebih dari apapun...,, Aku ingin berpesan jangan menyakiti Sahabatku" Ara kembali berkata dan kali ini ia memasang ekspresi serius diwajahnya....,,


Yeri terdiam menatap Araa,, begitu juga dengan Saka....,


"Kita mungkin belum saling mengenal...,, tapi percayalah,, aku mencintai Yeri, aku datang kesini untuk meminta restumu sebagai sahabat Yeri...." Saka terlihat serius dan menggenggam erat tangan Yeri...,,


Araa sedikit terkejut dengan perkataan Saka begitu juga dengan Yeri....,


"Aku akan pegang janjimu...,, apalagi yang harus aku lakukan,, yeri sudah tergila gila padamu..,," Ara tersenyum memandangi wajah yeri yang saat ini sedang terharu....,,,


Makan siang berlanjut dengan canda tawa..,, Araa benar benar membongkar semua rahasia Yeri di depan Saka, dan itu membuat semua orang tertawa lepas kecuali Yeri yang sedang manahan Malu...,,


Setelah makan siang, mereka berpamitan dan kembali ke tempat kerja masing masing....,,


Yeri kembali ke kantor bersama Saka,, di dalam mobil yeri tak mampu menatap Saka karena malu saat saka mengetahui semua rahasianya...,,


Saka meraih dan menggenggam tangan Yeri..., sedari tadi senyumnya tidak pernah hilang...,,


"Apa poster posterku bahkan bisa membuatmu jatuh cinta? Saka memulai pembicaraan, dirinya belum puas menggoda yeri...,,


"Hentikan...,, Araa suka Mengada kalau berbicara..." yeri menjawab menahan malu...,,


Saka tersenyum,, kemudian memarkirkan mobilnya saat mereka sampai,,


Yeri dengan cepat membuka Sabuk pengaman dan dengan segera membuka pintu mobil, ingin segera keluar karena tak mampu lagi menahan malu saat bersama saka....,,


Yeri dengan cepat membuka pintu, tapi sayangnya pintu mobil masih terkunci...,,


Saka menarik lembut tangan Yeri....,, membuat tubuhnya menoleh kearah Saka...,


"Kenapa buru buru? Saka mendekatkan tubuhnya pada yeri....,,


Yeri terdiam, perubahan sikap saka secara tiba tiba tidak bisa ia hindari, saat ini tubuh mereka sudah sangat dekat...,,


"Aku menyukai setiap cerita tentangmu,, aku menyukai saat kau menghabiskan waktumu untuk menyukaiku....,, aku menyukai semuanya..." saka berkata sambil menatap yeri, suaranya lembut selembut perasaannya saat ini....,,


"Kau memenangkan hatiku,, aku bahkan tidak bisa menahan rindu saat kau tidak makan siang bersamaku..." saka melanjutkan kata katanya dan Yeri mulai bisa tersenyum menanggapi perkataan Saka...,,


Senyuman Yeri membuat Jantung saka berdegub kencang....,, dan sesaat kemudian saka membawa dirinya kedalam diri yeri....,,


sebuah ciuman lembut dari saka membuat yeri sedikit terkejut namun dengan segera yeri mengikuti perasaannya...,, untuk beberapa saat saka dan yeri larut dalam perasaan penuh cinta....,, sebuah ciuman lembut mampu mengungkapkan setiap rasa cinta dalam diri mereka...,


" I Love You" saka melepaskan diri dan menatap kearah Yeri....,,


"I Love You Too" Yeri tersenyum, ketulusan saka membuatnya lebih mencintai segalanya tentang Saka....,