My Idol

My Idol
Make A Wish



Saka melajukan mobilnya, berjalan kembali ke restoran tempat yeri Berada,, Saat ini saka sudah sangat tidak sabar,, bayangan akan yeri yang dimiliki orang lain menari dipikiran saka dan itu sangat mengganggunya,, entah sejak kapan Saka sudah mulai Menginginkan Yeri,, Tapi saat ini Saka tahu yang Ia mau....,,, Yerii dan Hanya Yeri....,,


Saka memarkirkan mobilnya segera setelah sampai di tempat tujuan dan berlari kecil memasuki Restoran....,, dengan nafas tersengal Saka memindai seluruh ruangan, tapi ia tidak menumukan Yeri,, saka memeriksa setiap sudut ruangan di dalam restoran tapi tetap saja tidak menemukan apa yang ia cari.....,


Saka tiba tiba berfikir untuk mengunjungi apartment yeri,, berharap Yeri sudah pulang ke rumah, bukan sedang menghabiskan malam bersama Morgan.....,,


Saka Kembali melajukan mobilnya,, perasaan Rindu dan takut kehilangan merasuki pikiran saka,, bagaimana jika saat ini Yeri sudah menjadi milik Morgan...., Saka membatin dan tanpa sadar Emosinya naik tak bisa ia kendalikan...,


beberapa saat kemudian Saka sampai di apartmen Yeri,, Saka berdiri di depan pintu mencoba menstabilkan emosinya,, mengatur nafas dan penampilannya....,, kemudian menekan Bell apartment...,,


Saat ini Yeri sedang berada dikamarnya,, baru saja Yeri sampai ke rumah setelah menolak ajakan morgan untuk menonton film,, dilepasnya satu persatu asesoris yang ia pakai sebelum aktivitasnya terhenti oleh bell apartmen yang berbunyi.....,,


"Siapa Yang datang bertamu malam malam seperti ini" Yeri melangkah berjalan kearah pintu dengan tidak sabar karena bell apartmen terus terusan berbunyi membuat Yeri mengerutkan keningnya,,


Dibukanya pintu Apartment dan betapa terkejutnya Yeri saat melihat Saka sedang berdiri di depan pintu menatap tajam kearahnya.....


"Apa kau lupa ini Hari apa?" Saka bertanya sinis kearah Yeri dan kemudian masuk kedalam apartment tanpa menunggu Yeri mempersilahkan masuk...,


Saka memindai seluruh ruangan dan betapa bersyukurnya dia bahwa morgan tidak ada disini bersama Yeri....,, Saka menjatuhkan tubuhnya di sofa kecil milik Yeri dan merasakan angin sejuk menerpa hatinya...,,


Yeri yang sedari tadi terpaku hanya bisa terdiam melihat tingkah Saka,,


"Kenapa kau tidak mengirimiku Kue Ulang Tahun seperti biasanya? aku menginginkan kue ulang tahunku sekarang...."


Saka berkata dengan sinis dan menatap tajam kearah Yeri,, namun berbeda dengan Yeri yang saat ini sedang Tersenyum melihat tingkah Saka...,,


Yeri paham apa yang saka inginkan,, Saka mencari kue ulang tahun yang biasa Yeri kirimkan Untuknya....,, Yeri berjalan kearah Dapur sambil menyembunyikan senyumnya,, baginya Saka sudah seperti anak kecil yang sedang merengek meminta kue ulang tahun,, tetapi lebih dari itu.... Yeri bahagia Saat Saka berada disini bersamanya.....,,


Saka memandangi Yeri yang sedang memgeluarkan sebuah Kue ulang tahun cantik dari dalam Lemari Es dan berjalan menghampirinya,, terlihat sangat cantik dengan Dress merah yang belum sempat ia ganti....,,


"Happy Birthday To You,, Happy Birthday To You,, Happy Birthday, Happy Birthday.... Happy Birthday..., Saka...."


Yeri bernyanyi sambil tersenyum dan duduk tepat di samping Saka....


"Make A Wish" Yeri tersenyum saat mendekatkan Kue Dengan lilin kecil yang menyala terang di depan Saka....,,


"Fyuuuuuuuh..." Saka meniup lilin kecil itu tanpa basa basi,,


Yeri Terkejut,, Sedikit kesal karena Saka tidak berdoa meminta sesuatu dihari ulang tahunnya...,,


"Mana Make A wishnya...." Yeri cemberut menatap Saka,,


"malam ini Tuhan mengabulkan Permintaanku....." Saka menatap lekat kearah Yeri yang sudah mulai mencoba untuk tidak cemberut....,


"Kamu....,, Aku selalu meminta untuk bisa bertemu denganmu" saka melanjutkan kalimatnya, terlihat ketulusan di dalam perkataan Saka...., matanya tak pernah berpindah,, menatap lekat kearah yeri...


Perkataan Saka membuat Yeri membeku,, kenyataan Bahwa Saka juga meminta hal yang sama dengan apa yang ia minta membuat jantung yeri berdegub kencang,, Betapa yeri sangat menginginkan Pria dihadapannya ini....,,


Suasana Hening sampai Tiba tiba Lampu apartmen mati...,,


Saka kemudian meraih korek api dan menyalakan kembali lilin kecil diatas kue yang di pegang Yeri....,, Cahaya samar samar memenuhi pandangan Saka...,, dilihatnya Yeri yang sedang memejamkan Mata,, Saka Tersenyum melihat pemandangan indah di depan matanya dan tanpa berfikir panjang, Saka meraih dan menggenggam tangan Yeri,, Perlakuan Saka membuat Yeri Terkejut,, seketika Yeri membuka mata dan pandangan mereka beradu dalam cahaya keemasan dari lilin kecil,,


"Aku Mau Make a Wish sekarang..."


saka menatap lekat kearah yeri dan perlahan menurunkan Kue yang sedang menghalangi kepangkuan Yeri....,


perlakuan Saka membuat suasana menjadi sedikit gelap karena Lampu lilin sudah sedikit jauh dari mereka....,


"Kamu mau make a wish apa? aku akan berdoa supaya permintaan kamu dikabulkan" Yeri tersenyum dan mencoba menstabilkan detak jantungnya agar tidak sampai di dengar Saka....,,


Saka menatap Yeri penuh kesungguhan,,


"Cium Boleh?"


Suara halus Saka memenuhi Hati Yeri,, Matanya melebar mencoba mencerna perkataan Saka,,


"Boleh?" Saka bertanya lagi memastikan apakah yeri menginginkannya juga....


Saka mendekatkan Tubuhnya, saat ini jarak antara Saka dan Yeri sudah semakin dekat,, saka menatap Yeri dan tersenyum saat melihat yeri memejamkan mata tanpa menolak sedikitpun....


saka mendekatkan Bibirnya dan mencium Yeri...,, dalam sekian detik Saka merasakan adrenalinnya berpacu,, begitu juga Yeri,, suatu hal yang mustahil bagi yeri saat ini sedang berada sedekat ini dengannya....,,


Saka melepaskan ciumannya dan menatap yeri yang masih terpejam,,,


"Katakan padaku ini adalah yang pertama untukmu..."


Pertanyaan Saka membuat Yeri membuka mata dan sedikit terkejut saat mendapati Saka sangat dekat dengannya,, bahkan yeri bisa merasakan Deru nafas Saka....,,


Yeri mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Saka dan seketika Senyum menghiasi wajahnya,, Diraihnya Tubuh yeri lebih dekat kearahnya dan mereka tenggelam dalam ciuman yang hangat seakan melepas kerinduan yang sudah lama tertahankan....,,