
Yeri terbangun saat jam masih menunjukkan pukul 5 pagi...,, sebenarnya dia tidak benar benar tertidur lelap karena semalaman memikirkan Saka,,, Pagi ini Yeri memilih untuk bangun lebih awal dan Jogging di seputaran desa,, mengunjungi Danau juga sepertinya bagus untuk menenangkan pikiran pikirnya...
Yeri mengganti pakaian tidur dengan baju santai dan di lapisi jaket karena sudah dipastikan Suhu di luar rumah masih sangat dingin....
Yeri membuka pintu kamar dan berjalan pelan agar tidak membangunkan orang rumah yang masih tidur... juga tidak ingin membangunkan Saka...
langkahnya palan setengah berjinjit untuk meminimalisir suara langkah kakinya...
"Kenapa kau sudah bangun sepagi ini"
Suara seorang Pria menghentikan langkah Yeri,, Pria yang sudah pasti bukan Ayahnya...,,
Yeri membalikkan badan dan mendapati Saka sedang duduk di kursi ruang Tamu dengan Tangan Terlipat Di Dadanya....
"Sejak kapan dia duduk disitu" Gumam Yeri dalam hati....
Saka berdiri, berjalan menghampiri Yeri dan yeri masih terdiam di tempatnya, tidak mampu menjawab pertanyaan Saka...
Penampilan Saka di pagi buta seperti ini membuat Yeri tidak bisa memungkiri ketampanannya...., rambutnya yang tidak tertata Rapi, Kaos tipis serta celana yang sedikit menggantung di kakinya tidak mengurangi ketampanan Saka....,,
"Bagaimana dia bisa setampan ini,," lagi lagi yeri berkata dalam hati, dan saat ini tubuhnya kaku memandangi Saka....
"Yeri...., Yeriii... Apa kau melamun?"
Saka menggoyangkan tanganya di depan wajah Yeri saat tidak mendapat respon apapun dari pertanyaannya....
Yeri segera tersadar dan membalikan tubuhnya menjauh dari saka...
Dan Saka tersenyum melihat tingkah Yeri...
"Aku Mau Jogging" Ucap Yeri saat menuju pintu keluar rumah...
"Aku Ikut..."
Yeri menoleh dan mendapati Saka sedang berjalan kearahnya berniat untuk ikut jogging...,,
"Tunggu sebentar"
Yeri berjalan kearah kamar Ayahnya... dan kembali membawa jaket dan sepatu...
"Ini Pakailah,, Ini jaket Dan sepatu Papa....,,"
Yeri memberikannya untuk Saka dan Saka hanya menatap Yeri....,
"Pakailah,, Papa sudah jarang memakainya,, dan ini juga bersih....,, di luar masih sangat dingin..."
Saka mengambil Jaket dan sepatu itu kemudian memakainya...,, dan memamerkan pada Yeri....,,
"Itu cocok untukmu,, lagipula trend baju menggantung sedang naik daun"
Yeri tersenyum saat melihat jaket yang menggantung di badan Saka di karenakan tinggi badannya yang tidak sama dengan Ken..., sekarang Saka memakai celana dan jaket yang menggantung....,, dan itu membuat Yeri tertawa di hadapan Saka....
"Eheem...,, Aku tidak mentolelir sikap tidak sopanmu,, bagaimanapun aku ini atasanmu di kantor...."
Perkataan Saka membuat Yeri Terdiam,, Yeri membalikan Badan dan membuka pintu rumah kemudian melangkah kehalaman, saka tersenyum saat melihat perubahan raut wajah Yeri....,,
Yeri sengaja memperlambat langkahnya agar tidak sejajar dengan Saka dan Saka sesekali berhenti untuk menoleh kebelakang menatap Yeri....,,
"Apa dia menungguku..., kenapa juga harus menunggu...,, jalan sana...., Kamu atasan dan aku anak buah,,, sudah sepantasnya aku lari dibelakang kamu..." Lagi lagi Yeri berkata tidak jelas dalam hatinya...
"cepatlah...,, apa itu yang kamu bilang Jogging,, kamu hanya berjalan pelan....,,"
Saka berteriak dan Yeri malah mengacuhkannya....,, saka yang tidak tahan memilih berlari kecil mendekati Yeri...,,
" Apa kemampuanmu begini saja? aku pikir seorang Yeri bisa lebih dari ini..."
perkataan Saka mendapat reaksi tidak terduga dari yeri yang secara tiba tiba berlari sekuat tenaga meninggalkan Saka...
"Heeiii....,, tunggu" Saka berusaha mengejar sambil tersenyum dengan tingkah Yeri...
Saat ini mereka berlari kecil bersama sama,, langkah merekapun sama....,,
Saka yang sedang asik berlari sambil menatap memindai jalan yang mereka lewati tiba tiba berhenti,, membuat Yeri yang sudah meninggalkannya beberapa langkah juga ikut berhenti....
"Ada Apa...?" Tanya yeri saat melihat saka menghentikan langkah dan menatap sekeliling Jalan...,,
"Sepertinya aku pernah mengunjungi tempat ini"
Saka memandangi sekeliling jalan sambil berjalan mendekati Yeri,,
Yeri menatap Saka, ini adalah tempat pertemuan mereka pertama Kali....,,
"Iya benar,, Aku pernah mengunjungi Tempat Ini,, aku dan Ibu menjual Aset kakek yang sudah tidak terpakai lagi Di Desa Ini.....,, Dan...,, Dan....."
Saka menatap Yeri yang sedang menatapnya,,
pandangan mereka Beradu, Saka tampak berusaha mengingat satu hal yang ia lewatkan di jalan ini...,,
"Dan Kau membantu Gadis Kecil yang jatuh dari sepedanya...,, menempelkan Plester Pororo di kakinya yang terluka..."
Yeri menyambung perkataan Saka,, Dan ekspresi Saka berubah seperti mengingat sesuatu.....,, Benar dirinya membantu seorang gadis cantik di jalan ini pikir saka...
"Apa Itu Kamu?" saka bertanya sedikit terkejut
"Iyaa... Itu Aku,,, Kau membantuku dan membuatku berjanji untuk mendukungmu saat kamu menjadi penyanyi terkenal..."
Yeri tersenyum saat mengingat moment itu,, moment yang membuat ia jatuh hati pada pandangan pertama...., dan sampai saat ini Yeri masih saja jatuh hati pada orang yang sama..., Yeri melanjutkan Lari kecilnya meninggalkan Saka yang sedang terpaku mencerna perkataan Yeri....
"Apa itu yang membuatmu mengidolakanku...?"
Saka bertanya setelah menghentikan langkah Yeri saat dirinya menarik lembut tangannya membuat Yeri spontan menoleh kearah saka....,, mereka saling bertatapan, Saka maju mendekati Yeri membuat Jarak Diantara mereka menjadi semakin sempit....,,
"Benar....., Aku mengidolakanmu sejak Saat itu...., sebelum kamu menjadi seorang penyanyi terkenal aku sudah mengidolakanmu....,,"
Kau membuatku Berjanji,, Dan aku menepati janjiku untuk selalu mendukungmu...."
Perkataan dan tatapan Yeri membuat Darah Saka mengalir lebih cepat membuat jantungnya berdegub kencang.....,, ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak memeluk Yeri saat ini agar dirinya tidak merusak semua usaha yang sudah ia lakukan sejauh ini untuk berusaha mendekati Yeri....,,