My Idol

My Idol
Blue Sky



Saka memulai paginya dengan perasaan bahagia, baginya makan malam bersama Yeri terasa sangat spesial....


ia berjalan menuju Lobi Perusahaan dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya...,,


sesampainya di ruang kerja, Saka di kagetkan dengan beberapa orang berjas hitam yang sedang berdiri di depan pintu ruangannya...


Saka melihat kearah Orang itu yang bahkan tidak menatapnya...,


Saka masuk dan mendapati seorang Pria Yang sudah lanjut usia sedang duduk di kursi tamu dengan gayanya yang Santai....


"Maaf Anda Siapa?"


Saka bertanya dan membuat Pria yang duduk di kursi dan pria yang sedang berdiri disampingnya menatap Saka...


"Bukankah aku yang seharusnya bertanya... Kau Siapa..."


lelaki Tua itu sedikit menurunkan Kacamatanya untuk melihat kearah Saka...,


"Namaku Saka,, CEO di Tempat Ini..."


Saka berjalan menuju meja kerjanya...


Lelaki Tua itu nampak terkejut mendengar penuturan Saka...


"Apa ini benar Blue Sky?"


Lelaki itu bertanya pada pria disebelahnya dan pria itu mengangguk pelan...


Saka hanya menatap heran, Apa yang mereka lakukan Disini....


"Dimana Tuan Sky.... Pemilik Blue Sky ini?"


Saka Tersadar bahwa lelaki ini sedang menanyakan Pamannya....


"Tuan Sky adalah pamanku..., dia menjadikanku CEO beberapa minggu yang lalu..."


Pria itu mengisyaratkan sesuatu kepada Pria disampingnya dan dengan cepat pria itu memberikan ponsel geganggamnya...


"Hallooo...., Apa Kau bercanda? Aku sedang ada dikantormu dan kau tidak ada disini....,, Aku menunggumu, cepatlah kesini waktuku tidak banyak..."


Lelaki itu berbincang di telfon dan Saka bertanya tanya apakah mungkin yang dihubunginya adalah Pamannya....,


Dan apa yang ia butuhkan dari pamanya...


"Sky selalu saja merepotkanku"


Lelaki itu menatap kearah Saka...


"Aku sudah menelfon Pamanmu,, Aku Ben Sutradara paling terkenal di kota ini"


Senyum menghiasi wajahnya yang sudah tua saat mempekenalkan dirinya...


"Dan apa maksud tujuanmu kesini?"


"Aku ingin membuat sebuah Film,, Dan ingin bekerjasama dengan kalian seperti biasanya... tapi aku punya beberapa syarat dan hanya pamanmulah yang bisa mengabulkannya..." Ben tersenyum kearah Saka,


Beberapa saat kemudian Suasana yang hening menjadi cukup Ramai dengan kedatangan Paman Saka...,


Diluar dugaan Mereka bertemu dan berpelukan layaknya melepas rindu dan Saka hanya bisa menatap heran dengan apa yang sedang terjadi...


"Apa yang membawamu kesini?" Sky bertanya


"Aku ingin membuat sebuah film,, dan aku ingin kau mengurusnya untukku...."


"Apa yang akan kau lakukan di usiamu yang sudah hampir satu abad ini, Hahahah"


Suara tawa Sky yang berat memecah suasana... memang benar Ben sekarang sudah berusia 75 tahun....,,


Dan lelucon Sky juga ditanggapi dengan tawa Ben yang sama beratnya...


"Ini Proposalku,, semua sudah rampung, kau tidak akan mengalami kerugian dengan proyek ini...., syuting akan dimulai besok..."


ben Berkata dan meletakkan sebuah proposal diatas meja di depan mereka...


"Syuting sudah mau dimulai dan kenapa kau baru datang hari ini?" Sky tidak bisa percaya dengan apa yang dikatakan Ben...


"Aku sudah sedikit Tua, jadi aku lupa harus datang ke blue Sky... Hahaha"


mereka kembali larut dalam Tawa yang terdengar sangat berat karena Usia mereka yang sudah Tua...


"Satu lagi... Aku ingin Soundtrack film ini di nyanyikan oleh wanita cantik itu...."


"Aku tidak berjanji,, karena sangat susah membujuknya..."


"Ayolaah... mungkin ini adalah film terakhirku... Hahahaha"


Saka yang mendengar perbincangam mereka sedikit penasaran dengan topik pembahasan mereka..., Saka jadi ingat film film sukses yang di sutradarai oleh Ben...


beberapa saat yang lalu dirinya menyadari bahwa inilah Ben Sutradara legend yang banyak di kagumi orang...,,


Dan pada saat itulah orang orang mengenal Blue Sky sebagai penyanyi misterius yang menyembunyikan identitasnya,, Padahal Lagu yang ia bawakan tidak kalah terkenal dengan Film Ben....


"Apa Wanita yang kalian Maksud adalah penyanyi dengan nama Blue Sky?"


Pertanyaan Saka membuat kedua sahabat itu menoleh kearahnya....


"Lihatlah, Aku lupa memperkenalkannya...,


Kemarilah Saka" Sky memanggil Saka untuk lebih dekat dengan mereka dan Saka menuruti permintaan Pamannya...


"Ben Ini Keponakanku... Namanya Saka"


Ben sekali lagi hanya melirik saat menurunkan kacamatanya....


"kau bisa mengurus beberapa pekerjaan dengannya...." Sky tersenyum memperkenalkan Saka pada Ben...


"Kau tidak perlu banyak bekerja,, Kau cukup membuat wanita cantik itu besedia Menyanyikan Soundtrack di filmku,, aku sangat mencintai suaranya..."


Ben tertawa saat menjelaskan keinginannya dan segera berdiri berlalu meninggalkan Saka Dan Pamannya....,,


"Tua bangka itu..., bagaimana bisa dirinya membuat sebuah film besar dengan tubuhnya yang sudah renta...."


Paman Saka mengumpat Saat Melihat Ben Berjalan keluar ruangan tanpa beban sedikitpun dan kemudian menatap Saka yang sedang memasang ekspresi bertanya tanya....,,


"Kau tidak perlu bersusah payah, Ben selalu punya tim sendiri untuk mengerjakan pekerjaannya.... dan kita tetap akan memperoleh keuntungan selangit jika bekerjasama dengannya..."


Paman saka menjelaskan tetapi Bukan itu yang ingin Saka ketahui...


"Paman... Apa Wanita dengan julukan Blue Sky itu memang berada di sini? di Blue Sky?"


"Ha ha ha...,, Benar,,.dia menamai Dirinya Blue Sky karena dia bekerja disini..."


Tawa berat menemani setiap kata kata paman Saka...


"Panggil Tuan Juan... dan minta dirinya untuk membujuk Blue Sky agar mau bernyanyi di proyek film yang akan datang" Paman Saka menyuruh Asistennya...,, dan segera dituruti dengan cepat...


"Kau akan bertemu dengannya sebentar lagi..." Paman Saka tersenyum kearahnya sengaja membuat Saka Penasaran...


Saat ini Saka sudah menahan rasa penasaran mengenai identitas blue sky yang selalu membuat dirinya takjub dengan suara merdunya....,


disisi lain, Juan sedang membujuk seseorang dengan susah payah karena dirinya selalu mendapat penolakan,,


wanita itu jelas jelas tidak mau lagi bernyanyi dalam sebuah Soundtrack tapi Juan membujuknya... mengerahkan segala yang dia punya dan akhirnya Wanita itu Luluh...


Saat ini Mereka berjalan keruangan Saka,, ingin menemui Tuan Sky....


Pintu Terbuka dan kini Dua orang saling bertatapan dari arah yang berbeda....


"Sedang Apa dia bersama Juan" Saka bertanya dalam hati saat menatap Yeri yang sedang berdiri kaku di depan Pintu...


Yeri gugup memandangi Saka... Dirinya lupa bahwa saat ini Saka pasti sedang berada diruangannya...., semua karena rengekan dan bujuk rayu dari Juan yang membuatnya tak bisa berfikir panjang....


"Yeriii.....,, Duduklah Nak..." Ben menyapa dengan senyuman bahagia saat melihat Yeri...


Yeri mengikuti dan duduk berhadapan dengan Ben dan Saka...


Saat ini Saka sedang menatapnya, pandangannya tajam penuh tanya...,


"Ini... Bacalah, ini lagu yang akan dijadikan soundtrack di film Tuan Ben..."


yeri menatap Paman Saka dan Raut wajahnya berubah cemberut...


"Paman...., Sudah berapa kali Yeri katakan,, Yang lalu itu adalah yang terakhir untuk Yeri.."


Saat ini Saka sedang melihat adegan yang tidak ia pahami...,,


apa benar Yerii Adalah Penyanyi dengan nama blue sky itu....


dan kenapa juga dia memanggil Pamannya dengan sebutan Paman Juga...


"Ayolah... Paman sudah berjanji bahwa itu yang tetakhir...,, tapi siapa sangka Tua bangka itu masih akan membuat sebuah Film..."


"bantu paman kali ini saja, ini mungkin Karya terakhir Ben..." Sky membujuk Yeri sekuat Tenaga, dirinya paham Yeri tidak tahan dengan bujukan terus menerus...


Yeri yang mendengar kata kata Paman Saka sudah tidak mampu membantah,, apalagi dengan tatapan Saka yang sedari tadi tidak lepas dari dirinya,, membuat yeri mengiyakan permintaan paman Saka dan segera mengambil sebuah draft lagu yang diberikannya kemudian keluar meninggalkan ruangan tanpa menatap Saka...


"Apa benar Dia adalah Penyanyi dengan Nama blue Sky itu?"


Saka memandang dan bertanya pada pamannya, alisnya mengkerut karena penasaran...


"Benar... namanya Yeri,, dia cantik bukan? dengan wajah cantik dan talentanya paman heran kenapa dia tidak ingin jadi seorang penyanyi terkenal..."


"Dia anak salah satu teman paman... itu sebabnya dia sangat akrab dan memanggilku Paman seperti panggilanmu padaku...."


Jawaban Pamannya menjawab sedikit rasa penasaran dalam diri Saka..., Namun dengan singkat Pertanyaan Pertanyaan Tentang Yeri sudah memenuhi Kepalanyaa....