
"Tok Tok"
Saka berdiri di depan Yeri yang sedang Fokus dengan pekerjaannya,, sengaja mengetuk meja kerja Yeri untuk mengalihkan Perhatian Yeri dari berkas yang sedang ia kerjakan...,,
sudah cukup lama saka berdiri disana, memandangi Yeri yang tak memperhatikannya,,
Yeri menoleh,, Seketika senyum menghiasi wajah Yeri....,,.Saka tersenyum melihat betapa cantiknya wanita yang sedang sibuk dengan pekerjaannya ini....,,
"Ayo Makan siang..." Saka menghentikan beberapa pekerjaan dan rapat pentingnya siang ini hanya untuk makan siang bersama Yeri...,
Yeri melirik jam tangan dan mendapati hari sudah Siang, sekarang waktunya istirahat, waktu terasa sangat singkat saat dirinya sedang fokus bekerja....,,
"Baiklah.... perutku juga sudah mengamuk,, mungkin hari ini dia butuh sesuatu yang lebih, seharusnya aku tidak hanya sarapan sandwich" Yeri tersenyum menjelaskan betapa laparnya ia saat ini.....,
Yeri berdiri dan seketika Saka menggenggam Tanganya,, untung saja saat ini ruangan kantor sudah cukup sepi saat yeri menatap ke ke kiri dan ke kanan memindai suasana....,
"Tak perlu takut ketahuan,, tadi saat Rapat aku sudah memberitahu beberapa orang kalau sekarang kita sedang berkencan..."
Yeri terkejut mendengarkan pernyataan saka,, Rapat yang sebelumnya akan ia hadiri tapi Juan mencegahnya,,, juan malah memberikan setumpuk berkas kepada yeri agar ia tidak usah ikut rapat....,, ternyata ini Ulah saka pikirnya....
"Apa itu alsannya aku tidak boleh ikut rapat?" yeri bertanya membuat saka menatapnya...,,
"Bagaimana mungkin aku mengijinkanmu ikut rapat saat aku akan mengumumkan hal penting itu....,, kamu bisa saja menatap tajam kearahku dan itu bisa membunuhku..."
Saka tertawa saat menjelaskan kepada Yeri,, dan yeri tidak bisa membalas perkataan Saka...,, pikiranya berkelana pada Rapat yang tidak ia hadiri... pantas saja sedari tadi tidak ada yang menanyakan apa yang sedang terjadi antara Dirinya dan Saka......,
Mereka berjalan santai menuju lobi perusahaan,, benar saja berita sudah tersebar cepat dan yeri mendapati setiap karyawan tersenyum saat melihat mereka berjalan bersama,, tidak seperti pagi tadi saat para karyawan menatap heran kearah mereka....,,
Saka mengemudikan mobilnya, melaju di jalan raya yang tak cukup ramai...., suara merdu yeri seketika menghiasi sesisi mobil saat saka memutar audio,, ada perasaan bahagia saat yeri melihat saka sesekali ikut bernyanyi mengikuti lagu yang sedang ia dengarkan.....,,
"Siapa yang menyanyikan lagu ini,, suaranya sangat merdu...,, aku sangat menyukainya..." Saka bercanda membuat yeri tertawa melihat tingkah Saka....,,
"Apa kamu mengenalnya? penyanyi misterius ini? Saka menatap Yeri, bersikap seperti ia memang tidak mengenal siapa penyanyi yang ia kagumi ini....
"Aku mengenalnya....,," yeri setengah tersenyum mencoba melayani lelucon saka
"Benarkah....? sampaikan padanya aku menyukainya....,," mencoba memasang wajah serius meski sedang bercanda...
"Kau mau mendengar apa jawabannya? Yeri kembali melayani lelucon Saka, membuat suasana dalam mobil menjadi sedikit lucu tapi romantis....,,
"Tentu Saja..." aku sudah jatuh hati hanya dengan mendengar suaranya...,
"Kalau begitu,, dengar baik baik jawabannya...," Yeri menarik sedikit lengan baju saka..., membuat saka mendekat kearah Yeri....,, Dan
"CUP"
yeri mencium pipi Saka,, kemudian Tersenyum dan menutupi wajahnya....,,
Saka tersenyum melihat tingkah Yeri...,, Jantungnya berpacu saat ciuman lembut yang sangat tiba tiba itu terasa melekat sampai kehatinya.....
setelah 20 menit berjalan, mereka sampai disebuah Rumah mewah di kawasan elite di kota ini....,,
Saka menatap Yeri yang terlihat tidak penasaran dengan tempat tujuan Mereka..., padahal saka beranggapan Yeri akan sedikit terkejut saat mengetahui saka membawanya kerumah..., pasti yeri akan senang saat bertemu ibunya pikir saka...,,
"Kamu tidak bertanya ini rumah siapa?" Saka bertanya tepat setelah mereka turun dan berjalan memasuki halaman rumah...
"Ini Rumahmu" Yeri menjawab menatap kearah Saka....,,
Saka sedikit terkejut pada fakta bahwa yeri bahkan mengetahui dimana ia tinggal,,,
"Sehari setelah kamu sampai, Pak Jo memberikan alamatmu...," yeri mencoba menjelaskan kepada saka bagaimana caranya ia bisa mendapatkan alamat saka bahkan saat saka berpindah tempat tinggal saat diluar negeri....,,
Saka tersenyum menanggapi perkataan Yeri,, kenyataan bahwa yeri sangat memperhatikannya membuat saka bahagia...,,
"Ayo masuk... ibu sudah menunggu" saka meraih tangan yeri dan menggenggamnya, menbawa yeri masuk kedalam Rumah....,,
Pintu terbuka dan Yeri di kejutkan dengan sambutan Mirae,,
"Yeriiii...." Mirae tersenyum dan menghamburkan diri memeluk Yeri,, mirae sudah sangat bahagia sejak tadi pagi saat saka memeritahukan hubungannya dengan Yeri...., tidak ada yang lebih diinginkan Mirae selain Menantu seperti yeri....
Yeri membalas pelukan mirae tak kalah Eratnya...,,
"Tante tahu kamu bisa meluluhkan Saka..." Mirae tersenyum bahagia memandangi Yeri, di belainya rambut panjang yeri dengan penuh kasih.....,,
"Bagaimana mungkin saka tidak akan suka dengan gadis secantik dan sebaik kamu..."
yeri tersenyum mendengar pujian Mirae...,,
"Ibu..., Yeri lapar,, ayo kita makan siang saja dulu,, pelukannya bisa lanjut nanti, ibu bisa memeluk yeri kapan saja....,, setelah giliranku selesai tentunya..."
Yeri menepuk lengan Saka,, membuatnya terkejut dan tersenyum melihat ekspresi yeri...,,
"Ada apaa..? bukankah begitu urutannya? peluk aku dulu baru peluk ibu.." Saka melanjutkan Menggoda yeri yang saat ini sudah bersemu merah menahan rasa malu di hadapan Mirae....,,
"bagaimana dia bisa menggodaku seperti ini,, jantungku bisa lepas, dan ini bahkan baru sehari bersamanya...." yeri berguman dalam hati berusaha menahan detak jantungnya yang sudah tak menentu,,
"berhenti menggoda Yeri..." Mirae membuyarkan pikiran yeri kemudian membawanya menuju meja makan....,
Mirae sudah membuat banyak makanan sedari pagi tadi...., dan Yeri tersenyum saat melihat beberapa dessert kesukaannya,,
"Mama kamu bilang, katanya kamu suka Dessert,,"
Yeri menatapa Mirae,, merasakan betapa perhatiannya Mirae padanya....,,
"Iya... Yeri suka,, makasih tante..." yeri tersenyum menatap mirae dan semua yang mirae sediakan untuknya...,,
"Ibu..., panggil aku ibu, bukan tante" mirae mencoba membuat kesepakatan dengan yeri, mencoba mengikatnya lebih erat dalam hubungan yang sudah sangat ia inginkan....
"Makasih Ibu..." Senyum Yeri merekah saat berterimakasih pada Mirae,, dia sudah menyukai putranya bagaimana mungkin Yeri tidak bahagia saat diterima Mirae dengan senang hati...,,
"Ayo kita makan" Saka mengajak kedua wanita yang sedang asik melemparkan senyuman dan kata kata manis...membuatnya tak bisa menahan senyum bahagia...,
Saka duduk berhadapan dengan Yeri, dan yeri duduk bersebelahan dengan Mirae,, mereka memulai makan siang dan yeri dengan sigapnya mengambilkan makanan dan meletakkannya di piring saka...,,
Nasi dan lauk yang saka sukai sudah ada di piring saka, tapi bukan itu yang membuat saka dan mirae menatap kearah Yeri...,, dari sekian banyak lauk dan makanan yang disediakan Mirae, Yeri memilih lauk yang sangat disukai Saka....,, bukan hanya satu tapi dua macam makanan favorit saka, dipilihkan yeri dan diletakannya di piring saka...,,
Yeri menyadari tatapan saka dan mirae...,,
dirinya terdiam sejenak..., memikirkan kenapa mereka menatapnya selekat ini....,,
"Bahkan kau sudah tahu makanan favorit saka" Mirae berkata sambil tersenyum kearah Yeri....,,
Yeri tersenyum Tak mampu Menjawab perkataan Mirae,, ditatapnya saka yang sedang tersenyum kearahnya dan senyum yeri merekah mengingat tidak ada yang sia sia saat ia memutuskan untuk menempatkan saka di dalam hatinya....,,
Makan siang selesai,, yeri dan saka pamit untuk kembali ke kantor,, mirae memeluk yeri untuk kesekian kalinya....,
"Ibu... sisakan satu pelukan untukku..." saka merajuk melihat tingkah mirae yang tak henti hentinya memeluk Yeri....,
"Kau bisa memeluknya seumur hidupmu,, kenapa ibu harus menyisakan satu" mirae menjawab tak kalah merajuk membuat saka dan yeri tersenyum melihat tingkah Mirae...,,
saka dan yeri melambai kearah mirae,, berpamitan kemudian berjalan kembali ke kantor....,,
beberapa jam sudah berlalu saat saka membiarkan yeri melanjutkan pekerjaannya,, sekarang sudah waktunya untuk pulang...,, saka mengantarkan Yeri,, hari ini rasanya saka tidak ingin jauh jauh dari wanita yang mencitainya....,,
mereka berjalan menuju apartmen Yeri....,
"Kamu terlihat lelah,, Apa Juan memberikan perkerjaan yang banyak? besok aku akan memberitahu juan untuk mengurangi pekerjaanmu..." Saka bertanya memperhatikan yeri yang sedari tadi diam saja...,,
"Tidak jangan lakukan itu..." Yeri berbalik menatap Saka,, Saat ini mereka sudah sampai di depan pintu apartmen yeri....
"Aku sangat menyukai pekerjaanku sebanyak apapun itu..." Yeri meyakinkan Saka....
"Tapi kenapa diam saja? kamu terlihat lelah" Saka mencoba menerka perasaan Yeri...,
"Aku sedang berfikir tentang hari ini....,, bagaimana mungkin aku bisa berakhir denganmu....,, aku bahkan berani memimpikan semua ini karena ini terasa tak akan pernah menjadi sesuatu yang nyata untukku...." Yeri menatap tulus kearah Saka,,
Saka meraih kedua tangan Yeri,, membawanya kedepan wajah dan mengecupnya lamaa....,, kecupan tulus dikedua tangan hangat yeri....,,
"Ketulusanmu membawaku kesini...." saka menatap lekat kearah yeri....,,
Yeri tersenyum menatap saka,, terlihat sedikit bulir air mata menggenang dimata cantiknya...,, yeri menahan dengan sekuat tenaga perasaannya, yang mungkin jika diutarakan saka bisa tidak tahan dengan semua perasaan yeri....,,
"Aku masih menyimpan satu pelukan untukmu" Yeri memecah suasana haru diantara mereka....,,
Saka tersenyum menatap yeri,, ditariknya tubuh Yeri dan dipeluknya dengan lembut,, semua perasaan terungkapkan bersama dengan pelukan hangat diantara mereka,,,
"aku bahkan menyukai Parfumu" Yeri melepaskan diri dari pelukan saka....,, tersenyum saat menyadari bahwa dirinya menyukai semua tentang Saka....,
Saka menatap Yeri, dan sebuah kecupan lembut mendarat di keningnya...,
Mata yeri terpejam, mencoba meresapi setiap perasaan cinta dari Saka...,,
"Aku ingin serakah kali ini,, aku ingin kau membalas semua perasaan cintaku untukmu selama ini..." Yeri berguman dalam Hati dan menenggelamkan dirinya dalam pelukan Hangat Saka....,,
begitulah mereka mengakhiri hari yang sempurna ini....,, saka kemudian kembali pulang setelah berpamitan pada yeri....tak henti hentinya Saka tersenyum saat berjalan kembali menuju rumah....,,
"Aku baru saja mengantarnya pulang dan saat ini aku sudah merindukannya......" Saka bergumam dalam hati dan tersenyum mengingat apa yang ia alami hari ini....,,