My Idol

My Idol
TRAGEDI



Hari ini seperti biasa Yeri dan Saka disibukkan dengan persiapan Pesta pernikahan Yang tinggal tiga hari lagi akan dilaksanakan...,


Yeri nampak sibuk mencoba gaun pernikahan di sebuah butik ternama,, gaun yang ia kenakan adalah gaun yang di rancang spesial untuknya..., tiga hari lagi di sebuah Resort Mewah Ia akan Dinikahi pria yang sangat ia cintai dan itu membuat Yeri merasa bahagia setiap hari...,


Kali ini Saka tidak menemani Yeri untuk Fitting baju pengantin tapi Yeri bahagia karena ditemini jihoo dan Mirae....,


"Kamu memiliki Tubuh yang sangat indah, lihat saja gaun ini sangat pas di tubuhmu" Puji Perancang Busana pengantin Yeri....,


Mirae yang sedari tadi memandangi yeri juga ikut tersenyum, bagaimana tidak, ia akan mendapatkan menantu yang sangat cantik dan baik Hati....,


"Apa aku terlihat cantik?" Yeri berbalik dan menunjukan penampilannya di hadapan Mirae dan Jihoo...,


"Tentu Saja" Kata Mirae sambil tersenyum


"Kau selalu terlihat cantik anakku" Jiho berjalan dan memeluk Yeri..., ada rasa terharu saat putri semata wayangnya akan menikah beberapa hari lagi....,


"Jangan Sedih Maa..., nanti yeri juga ikut sedih..." Yeri cemberut saat menatap Jihoo


"Mama Bahagia Nak..." Kata jihoo sambil mengusap Lembut kepala yeri...,


suasana haru terhenti saat ponsel yeri berbunyi..., dengan segera Yeri berjalan menuju Tempat ponselnya dan segera mengangkat Telfon Dari Saka...,


"Hallo..." Sambut Yeri dengan Bahagia...


"Hallo Sayang..., apa semuanya berjalan lancar? bagaimana gaun pengantinnya, apa terlihat cantik?


"Hmmm..., Rahasia" Jawab Yeri seakan ia kesal karena tidak ditemani Saka...


"Ayolah...., aku penasaran, masih ada tiga hari lagi saat aku bisa melihatmu memakai Gaun itu..." Saka tersenyum mebayangkan kecantikan Yeri saat memakai gaun pengantin...


"kalau begitu tunggu sampai hari pernikahan, itu hukuman untukmu...," Yeri menahan senyumnya agar bisa terdengar benar benar sedang kesal...


"Baiklah kalau begitu...., lagipula tiga hari bukan waktu yang lama...,"


Perkataan Saka membuat senyum Yeri merekah, fakta bahwa pernikahan mereka hanya tinggal tiga hari lagi membuat Yeri semakin tidak sabar....,


"Sayang...," Saka membuyarkan lamunan Yeri..


"Iya sayang..., ada apa?" Jawab Yeri


"Aku harus menyelesaikan pekerjaan di bangkok, sepertinya perusahaan paman butuh bantuan...." Saka berkata dengan berat hati...


Yeri terdiam mendengar perkataan Saka...,


"Apa Harus sekarang? tunggulah sampai pesta pernikahan kita selesai..." Bujuk Yeri, saat ini ekspresi wajahnya sudah berubah cemberut...


"Tidak bisa..., aku harus menyelesaikan pekerjaan ini agar bisa punya banyak waktu bersamamu setelah pernikahan...., lagipula ini hanya sehari..., besok aku pulang" Saka mencoba meyakinkan Yeri...., baginya pekerjaan ini tidak bisa ia tunda lagi..., jika ditunda bisa berdampak pada Blue Sky...,


"Itulah sebabnya kamu harus punya Sekretaris" Yeri semakin cemberut menanggapi permintaan Saka...,


"Ayolah Sayang..." Bujuk Saka...


"Baiklah..., janji harus pulang besok..." Yeri memberi ijinnya dengan berat hati, ditinggalkan saat hari pernikahan sudah semakin dekat tidak pernah dipikirkan Yeri..., terlebih hari ini ia sangat merindukan Saka...,


*****


Saka meninggalkan Kota dan terbang menuju Bangkok setelah berpamitan pada Yeri dan ibunya....,


Saat ini yeri memilih menghabiskan waktu bersama mirae dan jihoo..., ingin sekali Yeri kembali ke apartmen dan menghabiskan waktu untuk tidur agar hari ini cepat berlalu dan saka sudah akan kembali....,


hari masih siang dan ketiga wanita ini memilih menghabiskan waktu di sebuah Mall besar tanpa menghiraukan Yeri yang sudah tidak menikmati perjalanannya....,


sesekali yeri melirik jam di tangan dan menyadari bahwa saka pasti sudah dalam perjalanan ke bangkok...,


benar saja saat ini Saka sudah berada di dalam pesawat yang sedang mengudara menuju bangkok....,


satu jam berlalu, Mirae mengajak Yeri dan Jihoo makan siang di sebuah restoran di dalam Mall yang sedang mereka kunjungi..,


mirae dan jihoo terlihat bersemangat, kecuali Yeri, sedari tadi fikirannya tidak pernah lepas dari Saka...,


setengah jam kemudian mereka menikmati makan siang mereka sambil bersantai dan berbincang bincang, sampai perhatian yeri teralihkan pada sebuah berita di TV yang terpajang tepat dihadapannya....,


"Sebuah Pesawat terbang J731 tujuan Bangkok di kabarkan Hilang kontak setengah jam yang lalu, saat ini pesawat masih belum bisa di hubungi, di ketahui telah terjadi badai sepanjang rute perjalanan ke bangkok, untuk mengetahu keadaan pesawat dan para penumpang saat ini pihak bandara sedang mengusahakan yang terbaik agar bisa menghubungi pesawat J731, sekian Hot News Siang ini"


seketika perhatian Yeri, Mirae dan Jiho teralihkan, Yeri terpaku menatap layar kaca, begitu juga Dengan mirae...,


"Apa maksudnya berita tadi" kata Mirae, suaranya bergetar mengingat Saka sedang menuju ke bangkok...,


Yeri meraih telfon genggamnya dan menghubingi saka, tapi setelah beberapa kali mencoba ponsel saka tetap saja tidak aktiv...,


"Ayo kita ke bandara..." Ajak Jihoo, melihat kepanikan di mata mirae dan Yeri membuatnya tersadar untuk berbuat sesuatu...,


Yeri menatap Jihoo..., matanya berkaca, jantungnya berdegub kencang, untuk saat ini ia tidak mampu bahkan untuk bernafas...,


"Ayo Yerii...., kita harus kebandara" Teriak Jiho untuk menyadarkan yeri


"Maa...., Yerii" yeri mencoba menata pikirannya, suaranya terdengar sangat bergetar mengingat apa yang akan terjadi pada Saka...,


"Ayo Nak..., Saka pasti baik baik saja, Percaya pada Ibu..." Mirae berdiri dan menggenggam tangan Yeri, terlihat tengannya juga gemetar menahan takut di dalam hatinya...,


Yeri menatap Mirae...., air matanya bahkan tak bisa menetes karena takut memenuhi hati dan pikirannya..., Yeri berdiri meski sedikit goyah mengikuti langkah kaki Jihoo...,


Dengan segera mereka berjalan keluar dan jihoo mengemudi membawa mereka kebandara....,