My Idol

My Idol
Rindu Yang Terpenuhi



Saka berdiri lama didepan pintu gerbang sederhana yang di cat putih...,, saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 PM,,,


Saka memberanikan diri membuka pintu gerbang tapi pintu gerbang sudah terbuka sebelum Saka mencoba....,,


Saka terkejut Saat melihat Ibu Yeri sedang berdiri manatapnya....,,


"Nak Saka....,, sedang apa disini? jiho sedikit terkejut melihat Saka berada di depan rumahnya....


"Ayo... Ayo Masuk...."


Saka sedikit bingung harus menjawab apa saat Jiho menarik tangannya untuk masuk kedalam Halaman Rumah yang cukup luas....,,


ditatapnya pemandangan rumah yang sederhana tapi nyaman,, dan kemudian tersadar kembali dengan pertanyaan Jiho....


"Nak Saka Sedang apa Jauh jauh kesini,, apa mencari Yeri...?"


Jiho bertanya sambil menatap penampilan Saka yang masih menggunakan Pakaian kantornya....,,


"Iya Tante... Saka mencari Yeri...,, Saka khawatir karena Yeri Tiba tiba Cuti.."


"Apa yeri tidak membuat masalah di kantor?"


"Tidak... Tidak Tante,, Saka hanya penasaran Yeri pergi kemana saat cuti karena yeri tidak berada di Apartmennya...,, Kalau begitu Saka Pamit Tante...." Saka memutuskan untuk pergi karena tidak ingin membebani jiho dengan pemikiran Yang tidak tidak tentang yeri...


Jiho tersenyum saat mendengar penjelasan Saka,,


"Nak Saka menghawatirkan Yerii...?"


"Apa....,, bukan,, bukan begitu tante..." Saka terbata menjawab pertanyaan Jiho yang nyatanya 100% Benar....,,


"Kalu begitu masuklah dulu,, hari sudah mau malam,, esok saja pulangnya..., sebentar lagi Yeri pulang..."


Jiho menarik lengan saka menuntunnya masuk dan Duduk di ruang Tamu,,


Saka menuruti Jihoo, kemudian menyandarkan badanya di sofa minimalis itu dengan sesekali memperhatikan rumah masa kecil Yeri...,, rumah ini tidak terlalu besar ruang tamu dan dapur tidak mempunyai sekat tetapi didekorasi dengan sangat rapi membuat rumah ini terlihat sangat nyaman....


Jiho pamit kedapur untuk menyiapkan makan malam dan saka duduk melepaskan Jas serta dasi yang ia pakai menyisakan kemeja putih yang menempel Pas di badanya yang atletis...,,


sesekali Saka melirik pada foto foto yeri yang tertempel di dinding,, saka mengagumi kecantikan yeri dan sesekali menyesali penolakannya terhadap perjodohan itu...,,


Saka berjalan dan menemukan sebuah pintu kamar dengan tulisan besar


"YERI"


"ini pasti kamarnya" gumam Saka sambil tersenyum....,


Saka melihat keberadaan jiho dan membuka pintu kamar yeri setelah merasa aman,,


Pintu kamar terbuka dan betapa terkejutnya Saka saat melihat wajahnya terpampang memenuhi dinding Kamar Yeri....,


semua posternya yang sedang tersenyum berjejer Rapi disana...,,


Saka bergidik melihat poster dirinya,, dan segera menutup pintu menuju tempat duduknya semula...,,


terdengar dari luar Seseorang sedang berjalan memasuki rumah dengan bernyanyi memamerkan suara merdunya....,,


yeri masuk kedalam rumah tanpa memperhatikan ruang Tamu dan berjalan kearah Dapur, membuka kulkas dan mengambil Air dingin dan segera meminumnya...


Saka terpaku melihat pemandangan di depannya,, Yeri dengan Pakaian Casual, rambutnya diikat tinggi memamerkan Leher jenjangnya yang sedang tertarik saat ia sedang menengadah meminum minumannya....,,


Jantung Saka berpacu,, saat yeri yang belum berhenti dari aktivitasnya melirik kearah Saka...,, Yeri berhenti minum,, menatap lama karah saka yang sedang duduk menatapnya...


"Apa sebesar itu rasa rindumu pada Saka...? sekarang kau bahkan berhalusinasi tentangnya...,," Yeri berbicara sendiri sambil menutup botol minuman dan mengembalikan kedalam Kulkas...


Saat Yeri membalikan Badannya, Saka sudah berjalan menuju kerarahnya,, dan yeri sudah sangat heran dengan halusinasinya saat ini....,, yeri mengusap matanya agar bayangan saka hilang dan dengan sura lembut saka menyadarkan Yeri....


"Matamu bisa rusak kalau kau menggosoknya seperti itu..."


Yeri terkejut dengan kenyataan bahwa saka saat ini sedang berada di rumahnya....,,


"Sedang apa kau disini" Yeri menjauhkan tubuhnya dari Saka dan Saka hanya tersenyum menanggapi Yeri...,,


"Apa kau sudah pulang Nak...,, Papa Mana?"


Jiho bertanya dengan santainya mengabaikan ekspresi Yeri yang sedang bertanya tanya kenapa saka berada disini...,,


Yeri tidak menjawab pertanyaan Jiho dan memilih berjalan menuju kamarnya...,,


"Anak Itu,, di tanyain malah pergi...,, Yeriii cepat mandi dan bantu mama masak..."


Jiho tersenyum kearah Saka yang sedari tadi tersenyum melihat adegan di depannya...


"Sedang apa dia disini..."


Yeri duduk di atas tempat tidur dan menenangkan diri, tanganya mendekap jantungnya yang sedang berdetak kencang seperti mau keluar dari tempatnya...,,


"Mandi... aku harus mandi dan menyegarkan diri..." Yeri beranjak mandi untuk menormalkan detak jantungnya agar bisa berfikir jernih...


diluar ruangan, Ken juga sama terkejutnya seperti Yeri dan jiho sudah menjelaskan semuanya bahwa Saka ingin mengunjungi putri mereka...,,


Ken kemudian mengajak saka ke kamar tamu yang diikuti dengan tawa jiho karena sudah lupa menunjukan kamar saka untuk menginap malam ini saking senangnya Saka berada disini...,


"Ini pakailah nak,, sepertinya ukurannya bisa pas untukmu..."


Jiho memberikan sepasang baju rumahan Ken untuk Saka,, karena saka tidak membawa baju....,,


dengan cepat saka masuk ke kamar dan mambersihkan dirinya kemudian berganti pakaian,, pakain ken pas di tubuhnya hanya saja celananya sedikit pendek untuk saka membuat celana itu menggantung di kakinya....


Saka keluar kamar bersamaan dengan Yeri yang terlihat segar dengan rambut basahnya.... tercium aroma vanila dari tubuh yeri saat saka mencoba berjalan bersamanya sedekat mungkin.....,,


Saka tersenyum melihat tingkah gugup Yeri...,,


yeri sebenarnya sudah tidak terlalu gugup hanya saja saat melihat saka dengan rambut basahnya yang tidak terlalu rapi dan tubuhnya yang hanya memakai kaos tipis Ayahnya membuat Saka terlihat sangat sexi dan Itu sukses membuat yeri terpesona sampai merasa Gugup....


mereka makan Malam dengan nyaman,, suasana di desa ini sangat aman saat malam hari jauh dari hiruk pikuk seperti di kota....,,


Yeri menyendokkan makanan untuk Saka dan Saka tersenyum saat berterimakasih kepada Yeri membuatnya yeri jatuh dalam pesona Saka...,


"Kalau seperti ini Papa seperti sudah memiliki menantu..."


Ucapan Ken membuat Yeri dan Saka spontan Saling menatap....,,


Saka meneguk minuman di depannya dan Yeri menghentikan sejenak aktivitas makannya...,,


"Paa...,, jangan macam macam deh" yeri cemberut kearah Ken...


"Kami sudah dijodohkan Om,, jadi Saya mungkin akan menjadi menantu Om..." Saka tiba tiba membalas perkataan Ken


"Uhuuk...."


Saat ini Yeri benar benar tersedak mendengar perkataan Saka...,, saka sedikit tersenyum kearah Yeri dan dengan cepat memberikan gelas miliknya dan tanpa pikir panjang yeri meminum air milik saka....,,


jiho saat ini menunduk mengaduk makanannya saat ken menatap seakan bertamya apa maksud kata kata Saka tentang perhodohan itu....,,


dan Setelah ken Bertanya, mau tidak mau Jiho menjelaskannya dan saka sedikit merasa bersalah dengan pengakuannya yang tiba tiba tentang perjodohan.... namun suasana tegang ini tidak berlangsung lama,, tiba tiba ken tertawa menanggapi pengakuan jihoo....


"Kenapa kalian menyembunyikannya padaku,, seharusnya aku juga ikut dalam rencana kalian...." Tawa ken yang tiba tiba membuat suasana yang canggung menjadi hangat kembali...,,


Jiho dan Saka kembali melanjutkan makan malamnya dengan santai kecuali Yeri yang saat ini sudah membeku menanggapi kejadian di depannya....


Makan malam sudah selesai, Yeri kembali ke kamarnya begitu juga jiho... mereka meninggalkan Saka dan Ken di ruang tamu...


"Jadi kalian sudah di jodohkan...?" Ken bertanya pada Saka yang sedang duduk tegap dan sopan saat berbicara dengan Ken....


"Iyaa... itu semua keinginan ibu saya,,"


"Tapi.....,, Saya cukup bodoh untuk menolak yeri....,, dan saya menyadari kebodohan itu...,,"


"Saat ini saya sedang berusaha untuk membuat hubunganku dengan yeri menjadi lebih baik.." Saka menjawab pertanyaan Ken apa adanya dengan tulus....


"Syukurlah kau cepat sadar kalau kau sudah menolak wanita luar biasa seperti yeri..."


"Dia putriku yang berharga, dan hampir setengah hidupnya dia habiskan untuk menyukaimu..."


"Dia bahkan tidak ingin menjadi penyanyi terkenal hanya karena menonton acara wawancaramu..." Hahaha....,


ken tertawa mengenang kelakuan Yeri...,, baginya keputusan yeri untuk menolak menjadi seorang penyanyi terkenal bukanlah masalah yang besar....


Saka kembali berfikir tentang perkataan Ken,, dan kemudian menyadari satu wawancara yang ia lakukan beberapa tahun yang lalu...,


"Aah.... jadi itu yang membuatnua tidak ingin menjadi penyanyi terkenal..." Gumam Saka dalam hati dan senyumnya sudah merekah sambil menatap pintu kamar Yeri...


"Istrirahatlah,, Esok temani aku ke kebun anggur..." ken berkata dan berjalan kearah kamarnya,, saka mengikuti dan masuk kedalam kamar yang disediakan untuknya...


di dalam kamar saka dan yeri masih sama sama terjaga memikirkan apa yang terjadi hari ini...,,


Saka tersenyum dengan bodohnya memikirkan tingkah Yeri,,, dan yeri dengan bodohnya menggenggam dada untuk menenangkan jantungnya yang serasa ingin keluar dari tempatnya...


Malam ini dilalui dengan perasaan bahagia... Rindu Saka terpenuhi.....